Skip to content

Pulang

13 Juni 2012

Sudah di awal juni rupanya, kiranya aku sudah terlalu lama berada di kota ini. Tujuan awal datang ke kota ini tidak lain adalah ingin bertemu dengan dia, Perempuan Desir Angin. Seseorang yang telah tersangkut di hati sejak pertemuan pertama kali kota ini, di Simpang 5 Carita. Rasa ini selalu mengaduk hati antara cinta dan takut kehilangan.
Maka kedatanganku ke kota ini sekarang jelas sekali kalau mencari-cari alasan saja. Pengen ketemu tapi dengan modal menyalahkan orang. Siapa lagi kalau bukan Ray. Ahh sudahlah, yang penting sekarang aku harus memenangkan hatinya. Karena bagaimanapun juga Perempuan Desir Angin sudah mengambil hatiku. Aku tak bisa berpaling lagi dengan yang lain. Bahkan kedatangan Ray kepadanya tidak menyurutkanku.
Sekarang … aku harus berpisah lagi?

Seperti dulu ketika aku meninggalkan kota ini dengan lambaian tangannya. Dengan alasan yang sama, melanjutkan sekolah yang tidak kunjung selesai. Dulu datang ke kota ini karena tugas belajar untuk kerja praktek, dan setelah selesai harus kembali lagi ke sekolah. Sekarang, tugas akhir yang tidak kunjung selesai, entah menunggu semangat model apa lagi agar bisa segera menyelesaikan tugas akhir.
Hatiku tidak rela, tapi aku harus terlihat tegar.

langit beranjak gelap dan udara mengalir, sejuk.

Agaknya cuaca bersahabat, karena tidak seperti biasanya sejuk begini yang terasa kering. Debu yang biasanya beterbangan menyapu wajah, kini seakan tertunduk dengan datangnya hembusan desir angin. Daun daun mulai berjatuhan, terlihat meranggas padahal tidak. Hanya sebuah persiapan menunggu datangnya hujan dan kepergianku.
Perempuan Desir Angin masih ada di dalam genggaman. Ada rasa tidak ingin berpisah namun tidak bisa dikeluarkan dari mulutnya. Bahkan kalau bisa, jangan berpisah lagi. Terdiam, membisu. Larut dalam percakapan hati masing-masing. Tanpa suara kata-kata tapi saling mengerti apa maksudnya.

Tas dengan segala isinya sudah saya siapkan dengan rapi. Titik-titik hujan sudah mulai runtuh. Hujan masih tersapu angin dengan rasa kering, belum membasahkan. Aku masih enggan beranjak dari tempatku. Bahkan tangan Perempuan Desir Angin masih tergenggam erat. Menunggu kata-kata yang keluar.

Sejenak Perempuan Desir Angin menghela nafas

“Kaka mau pulang sekarang?”

Sebuah pertanyaan yang sangat sulit sekali untuk dijawab. Padahal dengan melihat tasku yang sudah rapi, sepatu yang terikat, dan slayer yang sudah menggulung leher sudha bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi mengapa aku harus menjawab pertanyaan itu. Tenggorokan sangat susah sekali untuk mengeluarkan kata-kata. Tidak tega untuk ke sekian kalinya menyakiti hatinya.

“Aku pulang bukan berarti meninggalkanmu say. Akan terus aku perjuangkan cintaku untukmu.”

Kuharap dia mengerti dengan alasanku ini.

“AKu harus segera menyelesaikan tugas akhirku say.”

“Ka, kamu harus berjanji kepadaku. Jika sekolahmu sudah selesai. Segera bawa aku pergi jauh dari tempat ini. Aku hanya ingin bersama orang-orang yang masih menganggapku berarti.”
“Jangan bicara seperti itu, semua orang di sini masih menganggap kamu sebagai teman. Mereka akan selalu menyayangimu disaat aku tidak di sini”

Dia hanya menggeleng sambil menundukkan kepalanya. Rambutnya menutupi wajahnya.
Tak terasa, air matanya sudah meleleh di pipinya. Entah beban berat apalagi yang sedang ada di pikirannya. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya yang ingin segera diungkapkan namun tidak bisa. Mungkin nanti dia akan segera bicara, yang jelas bukan sekarang waktunya

Sambil mengusap wajahnya akupun berbisik

“Nanti kalau sekolahku sudah selesai, aku akan segera menjemputmu say.”

“Apakah aku masih boleh telepon? Untuk menanyakan tugas akhirmu itu?”

Aku mengangguk, kemudian aku tersenyum. Diikuti dengan senyumannya.

Hujan rintik-rintik masih turun. Langit menggulung, menghitam. Aku segera melangkah ke pinggir jalan raya. Tangannya masih tidak rela melepaskan tanganku. Aku tidak berani memaksanya untuk melepaskannya. Sebuah bis Primajasa berhenti di depanku, saat itulah dia baru melepaskan tangannya. Air mata meleleh lagi di wajahnya, hujan turun dengan tiba-tiba, sangat deras. Menyamarkan wajahnya yang sedang menangis.

9 Komentar leave one →
  1. 13 Juni 2012 12:26

    bisa kirim endingnya dulu buat eMak..?
    kelamaan..!!!

    mandor
    hahahaha, kalau endingnya dikirim, ceritanya jadi gak seru

  2. 13 Juni 2012 14:11

    Aih, kangen sm perempuan desir angin..

    mandor
    kapan-kapan akan saya kenalkan dengan perempuan Desir Angin

  3. 13 Juni 2012 19:13

    Selamat Datang, Selamat Pulang

    mandor
    datang dan pulang tampak badan

  4. 20 Juni 2012 13:00

    Ah perpisahan memang selalu sendu, menyisakan rindu yang menggebu-gebu..

    mandor
    perpisahan yang terjadi untuk bertemu kembali di kemudian hari

  5. 28 Juni 2012 14:45

    Jadi pengen nyanyi lagunya Om Chrisye,
    “pergilah kasih, kejarlah keinginanmu, selagi masih ada waktuuuu…”

    Lanjooot, Le’Ndor!

    mandor
    hahahaha lagu itu sudah menjadi kenangan buat saya
    Benar-benar pas dinyanyikan pada saat seperti ini

  6. 2 Juli 2012 21:58

    ternyata lama aku gak mampir kesini ya mas🙂 gara-gara linknya hilang semua hehehe alesan. ternyata mas mandor tempe malu2 ya dikopdar :-p

    mandor
    saya pindahan mbak. boyongan tapi gak ngomong-ngomong

  7. 6 Juli 2012 11:12

    back to home again🙂

    mandor
    harus segera pulang, ujian telah menanti

  8. 7 Juli 2012 22:04

    Kalau lagi diamuk rasa cinta memang berat meninggalkan tersayang. Cita-cita juga harus dikejar dan digapai ya.
    Ndor aku dulu sering naik Primajasa di simpang tiga Cilegon, tapi sayang waktu itu perempuan desir anginku berjauahan.

    mandor
    jangan-jangan waktu itu bareng saya naik bisnya

  9. 9 Juli 2012 09:15

    nice post🙂

    mandor
    terima kasih atas kunjungannya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: