Skip to content

Demo itu

19 Januari 2012


Masih terngiang kata-kata mbok Djum barusan.

“Harusnya kamu tahu bang. Tuh pabrik sebelah sudah memulangkan karyawanannya sebelum jam 12 siang. Lha ini, kamu malah sibuk dengan kekurangan produksi, tidak mikir ke depan kalau-kalau ada huru-hara yang masuk pabrik.”

Begitu mbok Djum menjelaskan kepada saya sebelum menghidangkan kopi pesanan saya. Saya terkesiap dengan kata-kata mbok Djum itu. Entah harus berbuat apa, bingung. Kok bisa-bisanya saya tidak tahu bahwa akan ada pergerakan siang ini. Saya harus bergegas kembali ke pabrik untuk memberitahukan informasi ini kepada rekan-rekan di pabrik. Saya batalkan makan siang saya kali ini.
Kembali ke pabrik, ternyata sudah ada kegiatan. Kegiatan antisipasi yang dimaksudkan untuk menyelamatkan yang perlu. Biasanya kejadian seperti ini akan ada sweeping para pendemo memasuki pabrik. memaksa seluruh karyawan turun ke jalan.
Mobil-mobil sudah ditempatkan di tempat yang aman. Kegiatan operasional dihentikan. Karyawan dialokasikan agar tidak berada di tempat produksi, kalau sampai ketahuan para pendemo, maka tak ayal, mesin-mesin saya akan hancur lebur dirusak oleh mereka. Seluruh karyawan dialokasikan ke tempat lain, yang penting jangan berada di area produksi. Itupun sudah seijin manajemen untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Tapi pertanyaan besarnya adalah, Bagaimana nasib karyawan? karyawan yang didominasi oleh kaum perempuan itu sebenarnya mau saja diajak demo, tapi sangat rentan akan keselamatannya. Secara hitungan, pabrik ini tidak mempunyai karyawan laki-laki yang cukup untuk melindungi semua karyawan perempuan. Meskipun secara struktural mampu mengendalikan pergerakan karyawan namun ketika sudah turun ke jalan sudah tidak bisa lagi mengawasi masing-masing karyawan. Bahkan satpam yang berjumlah 7 orang pun tidak akan mampu menghalau para pendemo yang jumlahnya ratusan itu.
Ruang produksi sudah sepi. Karyawan perempuan sudah diungsikan di tempat yang aman, di ruang kantin makan. Sedangkan karyawan laki-laki bersiap-siap. Beberapa di depan gerbang. Suasana lengang, dan tegang! Menunggu sesuatu yang sangat besar yang bakalan datang. Seperti menunggu datangnya banjir bandang. Mata dan telinga dipasang tajam. Karyawan yang berada di depan gerbang bekerja sama dengan pak satpamwan untuk mediasi agar tidak melakukan hal-hal yang anarkis. Sedangkan karyawan yang lain bersiaga di beberapa titik lokasi pabrik yang dianggap vital agar tidak terjadi kerusakan.
Jam menunjukkan pukul setengah dua siang. Detik demi detik berjalan serasa lambat. Raungan motor sudah mulai terdengar dari kejauhan. Suasana semakin tegang. Teriakan histeris dan ketakutan dari karyawan perempuan di ruang makan kantin sudah mulai terdengar. Ada yang menangis! mengiringi kedatangan raungan motor yang semakin mendekat.
Ratusan motor kini sudah berada di depan pintu gerbang. Beberapa rekan sudah bernegosiasi dengan para pendemo itu agar tidak berbuat anarkis dan karyawan akan diturunkan ke jalan secara perlahan. Namun para pendemo tidak sabar. Motor-motor yang berada di depan pagar sudah menarik gas dengan keras dan raungan melengking. Orang-orang di luar sudah mengoyak-oyak gerbang. Robohlah gerbang dan ratusan motor masuk ke wilayah pabrik untuk melakukan sweeping tempat produksi. Karyawan dipaksa keluar ikut demo.

Demo melumpuhkan seluruh kawasan pabrik di sini. Menurut berita yang tersebar di kalangan rekan-rekan, bahwa karyawan shift 2 pun sedang terjebak di tol tidak ada yang bisa berjalan. Jalanan macet, pabrik tidak beroperasi, Tol macet baik arah Jakarta maupun arah Cikampek. Bahkan mungkin pembaca juga terkena dampak dari demo kali ini, pasti pulang malem lagi.
Tuntutannya sudah jelas, bahkan media-media online pun sudah memberitakan dengan jelas apa-apa yang diminta. Semoga saja ini bisa berakhir dengan damai.
Demo diakhiri sekitar jam setengah lima sore. Setelah masing-masing PUK mendapatkan kepastian dari pimpinan mereka untuk membubarkan diri.

Tercatat dalam aksi kali ini ada satu karyawan saya pingsan di jalan dan satu lagi terkena luka robek pada kakinya. Keduanya adalah anak-anak saya, karyawan yang langsung saya pimpin di pabrik. Karyawan yang pingsan langsung dibawa ke klinik pabrik sedangkan karyawan yang luka harus dirujuk ke Hosana Medika untuk mendapatkan 10 jahitan pada kakinya.
Semoga kejadian ini tidak terulang lagi besok … serem …

26 Komentar leave one →
  1. 19 Januari 2012 20:17

    ikut prihatin, om.. semoga keadaan segera membaik.

    mandor
    Semoga keadaan segera membaik. Menurut selebaran yang beredar, demo “sementara ditunda” hingga tanggal 31 januari. Semoga saja tidak berlanjut

  2. 19 Januari 2012 21:23

    kok gini sih?
    demo tapi kayak mo perang aja.
    kenapa harus dipaksa2?
    kirain yg mo demo ya kudu sukarela
    kenapa ada sweeping
    ga ngerti saya
    jadi galau
    ada apa?

    *ga pernah kerja di pabrik, ga teliti mbaca berita*

    mandor
    naah itu yang repot, kadang kondisi anarkis tidak bisa dihindarkan kalau sudah menghadapi orang yang gelap mata. Demo membuat orang gelap mata tanpa mempelajari apa yang sedang dilakukannya

  3. 21 Januari 2012 21:02

    gek opo oleh gae to…
    bengok2 diewangi adus kringet adus getih opo enek asile….
    penak turu’ neng ngomah kang…

    mandor
    sak jane aku yo ra gelem demo-demoan koyok ngono. Panas
    Tapi lek wes dipekso, yo raiso opo2

    • 25 Januari 2012 08:31

      dipekso kok gelem bang?😀

      mandor
      mesakne anak-anake, takut ada yang luka

  4. 21 Januari 2012 21:37

    demontrasi memang hak setiap warga, termasuk kaum pekerja, utk memperjuangkan aspirasinya. tapi kalau dah sampai berdarah-darah, apalagi kalau harus masuk rumah sakit, bisa merepotkan banyak orang, mbak mandor. semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita semua.

    mandor
    benar pak sawali, demo itu hak masing-masing pekerja asalkan tidak anarkis
    Saya sebenarnya mendukung demo yang simpatik dan menyentuh para petinggi itu, agar mereka tahu permasalahan yang terjadi
    ngomong-ngomong saya mandor lanang lho pak

  5. 22 Januari 2012 00:02

    Emang serem, Le’Ndor. Di kantor saya sdh diingatkan dari pihak Jababeka jam 13.00. Tapi gak bisa keluar karena jalanan penuh. Baru bisa ngabur jam 15 an. Itupun lewat jalan biasa dan tetap bertemu para pendemo. Kebetulan tertib meski sempat ambil lajur berlawanan.

    Sepanjang jalan melihat karyawan yang masih muda2 itu, dipaksa pulang berjalan kaki karena jemputan tentu tak berdaya. Wajah mereka begitu kuyu, sedih, lemes, demi memperjuangkan beberapa lembaran merah. Sedih saya ngeliatnya😥 Anak-anak yang paling baru lulus SMU, muda tapi harus bekerja😦

    Dan, perjalanan saya menuju rumah: 4 jam! Ediyan to?

    Kabarnya selasa 24 besok akan demo lagi. Duh, semoga lekas selesai dengan win win solution ya😦

    mandor
    sebenernya demo sudah selesai jam setengah 5, namun kok ya masih ada provokator-provokator yang masih sweeping
    saya lewat mattel aja masih sweeping, kebetulan saat itu saya pulang jam setengah sembilan malam.
    Semoga cepat selesai dan kerja jadi tenang

    • 22 Januari 2012 00:04

      Le’Ndor, sampeyan ki wedok to?:mrgreen:

      mandor
      iki mesthi melok-melok pak sawali

      • 25 Januari 2012 08:33

        saya sudah haqqul yakin klo bang mandor ki LANANG soale udah pernah liat penampakannya hehehehe

        *nyepam mumpung di sini*

        mandor
        hahahaha sampeyan ki kudune woro-woro ke santero jagad maya kalau diriku ini lanang Tulen

      • 3 Februari 2012 06:05

        ikut setuju tebakan nya Mbak Choco..
        kalau lanang ataw wedok, kan perlu dibuktikan…….
        ( gak pake bukti , yo gak percoyo…. )😀😛
        salam

        mandor
        glodak … ini apa-apaan ya kok pada ragu-ragu semua

  6. 22 Januari 2012 10:00

    sabar yah Om…

    mandor
    terima kasih atas dukungannya ya

  7. 22 Januari 2012 12:30

    Menyeramkan ya…
    Semoga tidak berlanjut lagi ya Mas Mandor…🙂

    mandor
    saya harap sih begitu. Semoga demo-demoan ini tidak berlanjut lagi
    Tapi masih menunggu kepastian sidang
    Semoga saja berjalan baik-baik saja

  8. 22 Januari 2012 14:42

    Sebenarnya apa masalahnya, bang? kok ampe ada demo begini…

    Setiap warga negara emang punya hak untuk menyampaikan aspirasinya lewat demo tapi alangkah baiknya kalau menurut saya dibicarakan aja dari hati ke hati, tapi gak tahu juga sih….

    Di tempat saya kerja dulu juga ada demo, namun karena saya ada di main office jadi saya gak tahu bagaimana kejadian persisnya…hanya saja saya tahu apa penyebabnya…

    Semoga gak terjadi lagi,..

    mandor
    Masalahnya adalah APINDO menggugat keputusan SK Gubernur jawa barat. Nah, ormas buruh dan karyawan kan gak terima kalau gaji yang telah disepakati dan disahkan itu digugat, makanya mereka mengadakan demo. Tapi caranya itu lho, kok ya harus sweeping setiap pabrik semua karyawan dipaksa ikut demo.
    Monggo disimak beritanya saja di media, saya tidak menyalahkan yang satu dan membenarkan yang lain.

  9. 22 Januari 2012 16:10

    saya miris baca kalimat terakhir le’, ada yang sampe pingsan plus luka2 gitu.. semoga segera damai yaa le’, dan masalah bisa diselesaikan dengan baik2..🙂

    mandor
    sampai sekarang, karyawan saya yang luka itu masih belum bisa masuk kerja. Katanya sih masih belum bisa berdiri karena lukanya masih sakit.

  10. 22 Januari 2012 23:54

    Mudah-mudahan ada jalan keluar yang baik ya untuk penyelesaian kasus ini. Dan semoga semua pihak saling memahami. Agar kasus-kasus seperti ini tidak selalu terulang.

    mandor
    saya sangat berhadap doa dari mas Sehar untuk kebaikan kita semua
    Terima kasih atas doanya

  11. 23 Januari 2012 10:43

    untuk memperjuangkan sesuatu ketika melalui jalan diplomasi dan duduk bersama tidak memperoleh keputusan, maka yang biasa dilakukan karyawan ya demo.. kalo sampe ada demo begini berarti ada ketidakseimbangan antara kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi di salah satu atau dua belah pihak..

    setress kalo saya ketemu beginian. bisa lumpuh jalanan karena macet

    mandor
    pernah ketemu demo dan memacetkan jalan ya.
    Eh … jangan-jangan sampeyan pas itu ketemu saya lagi demo, sayang saya tidak menyapa

  12. 23 Januari 2012 18:05

    aku kok ngeri ya lihat fotonya

    mandor
    itu foto gerbangnya sudah ngguling. Pak satpamwan sudah tidak bisa berbuat apa-apa melihat ratusan motor memasuki area pabrik dengan meraung-raung knalpotnya

  13. Ejawantah's Blog permalink
    24 Januari 2012 04:35

    Turut prihatin melihat aksi demo ini.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    mandor
    terima kasih atas dukungannya ya, semoga keadaan ini menjadi lebih baik

  14. 24 Januari 2012 16:59

    telah terjadi pergeseran nilai dan arti demokrasi. bagi orang2 indonesia, demokrasi adalah memaksa orang untuk menerima pendapatnya mereka. Kalau mereka kalah mayoritas, buntutnya anarki deh…kebayang banget situasi yang mencekam nya pak….

    mandor
    waduh Pak, jangan ikut-ikut yang ginian. Saya aja serem melihatnya.

    • 25 Januari 2012 08:37

      denger kata anarki masih membuat saya shocked!!!
      asli trauma, karena sudah lahir pas kejadian 97-98
      takut jika itu terjadi lagi
      karena orang yg tak tau apa2 biasanya malah jadi korban
      apalagi sekarang punya tempat usaha yang jadi tempat umum begini
      semakin dobel takutnya
      ya sih semua juga diserahin ke Tuhan
      tapi masih blom bisa saya lupa sama kejadian itu
      apalagi mahasisa udah pada kasak kusuk mo bikin kek gitu lagi *ups*
      jangan sampe deh ….

      mandor
      saya menjaga agar hal-hal seperti itu tidak terjadi ketika demo dilakukan.
      Namun usaha sekuat tenaga masih tidak bisa menjaga anak-anak secara keseluruhan. Korban memang bisa terjadi pada mereka-mereka yang tidak tahu-menahu apa yang sedang dilakukan, dan itu sudah terbukti.
      Semoga tidak berlanjut saja

  15. 25 Januari 2012 14:42

    Bikin macet, ya…😦😦

    mandor
    memang aksi itu dilancarkan untuk membuat shock therapy bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. Macet sih pasti

  16. 26 Januari 2012 12:42

    Rencananya pas libur panjang kemarin saya mau pulang kampung ke Cikarang, tapi batal baca berita ada pemblokiran tol, ada demo besar-besaran.😦

    Jadinya, udah lama bener nih saya nggak menginjakkan kaki di Cikarang.

    mandor
    sebaiknya kalau pulang ke sini jangan lewat jalan tol untuk daerah Jakarta – cikampek. Kondisi masih belum kondusif untuk isu-isu yang sedang berkembang. Semoga saja cepat selesai

  17. 26 Januari 2012 13:16

    hmm, membaca lapanta dari om mandor benar-benar ngeri terasanya. berarti demo itu mungkin digerakkan oleh orang lain yah, om?

    mandor
    memang demo berasal dari serikat buruh, namun cara-cara yang dilakukan dalam melakukan demo ini yang saya tidak setuju. Mengakibatkan luka bagi peserta demo itu sendiri.

  18. 28 Januari 2012 11:15

    demo pasti bikin macet di jlan raya….knp jg mesti di paksa tuk demo….knp ga bisa di sharing dengan pihak bersangkutan tuk melearisasikan yg di harapkan…kasian jg kan,,,kebanyakan itu kaum perempuan,,,

    salam kenal n sukses ya🙂

    mandor
    memang, kebanyakan yang ikut adalah kaum perempuan. Nah di sinilah masalahnya. Mereka dipaksa ikut demi keselamatan mereka sendiri.
    Semoga tidak terjadi apa-apa nantinya

  19. 30 Januari 2012 14:11

    semoga tuntutannya terkabul😀 maju terus apindo!!!

    mandor
    lhoo kok apindo sih yang didukung. Kan ini masalahnya adalah buruh kontra dengan apindo
    #halah

  20. 31 Januari 2012 11:37

    mas mandor, saya dengar kabar demo serupa akan ‘dicontek’ buruh di wilayah lain, dg tujuan shock terapi yg sama, hiks…

    mandor
    waduh, bisa bahaya inih
    Bayangan kemacetan panjang akibat demo bisa bertambah

  21. agnilova permalink
    9 November 2012 14:51

    Sepertinya Pak mandor kantornya deket sama saya ya.. kalo dilihat dari foto-fotonya, kayanya ada dikawasan cikarang, tepatnya di daerah kawasan Hiyundai dan Delta Silicon ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: