Skip to content

Tahun baru, awal baru

7 Januari 2012

Tahun sudah berganti. Wajah-wajah cerah masih tampak pada sebagian besar karyawan. Murah senyum dan mudah sekali bersahabat. Ada juga oleh-oleh yang datang dari kampung halaman. Bahkan beberapa diantaranya sangat royal kepada teman-temannya, traktiran makan pun saling datang sahut menyahut. Banyak sekali cerita-cerita di balik wajah cerah itu.
Hari ini masih terhitung awal masuk. Para karyawan pabrik membawa semangat tahun baru sendiri-sendiri. Cerita tentang liburan tahun baru masih hangat mengalir dari masing-masing karyawan kepada teman-teman maupun rekan kerjanya. Apalagi bonus akhir tahun mereka, tak henti-hentinya saling memamerkan apa-apa yang dibelinya dengan bonus akhir tahun itu. Tak kalah menariknya adalah kepastian dari pabrik bahwa gaji tahun ini akan naik. Tidak tanggung-tanggung naiknya. Kenaikan itu jika digunakan untuk membayar kontrakan mereka pun masih ada sisanya. Sungguh kegembiraan yang berlipat-lipat.

Siang ini, seperti halnya rekan-rekan karyawan pabrik lainnya, saya makan siang di warung mbok Djum. Cerita-cerita liburan tahun baru kemarin masih berlanjut hingga di warung ini. Saya … hanya menjadi pendengar setia mereka-mereka yang sedang makan.

“Kemarin saya pulang kampung, ketemu sama keluarga.” Kata Tono sambil menunjukkan foto dari hapenya. Saya tahu, dia membeli hape baru yang lebih keren. Format OS nya sudah menggunakan Robot Ijo. Hasil kerjanya ditunjukkan dengan barang berkelas itu kepada keluarganya.

“Oh ya. Seneng dong ketemu dengan keluarga” jawabku menyahut

“Alhamdulillah bang, saya bisa memberikan sedikit kepada orang di rumah.”

“Alhamdulillah juga, pabrik masih mampu membayar kita.” Saya tersenyum, dia juga tersenyum lebar sambil melanjutkan makan siangnya.

Dalam hati, mendadak saya terkejut dengan pernyataan saya yang terakhir itu. Jangan-jangan … jangan-jangan tahun depan pabrik tidak mampu. Waduh! Saya pun pura-pura sibuk makan dengan pikiran menggantung.

Mbok Djum datang dengan segelas kopi pesanan saya.

“Bagaimana liburanmu bang?”

“Saya … Saya tidak liburan Mbok, Saya hanya kedatangan tamu luar biasa.”

“Heh?!”

“Iya, saya kedatangan tamu luar biasa dari rumah. Ibunda tercinta datang dari kampung.”

“Hahahaha, benar-benar anak tidak tahu diri. Dimana-mana itu yang ada anak yang mengunjungi orang tua, lha ini malah kebalik. Malah orang tua yang mengunjungi anak.”

“Begitulah mbok, saya memang masih harus aktif di pabrik sembari anak-anak libur. Masih ada yang perlu dibereskan di pabrik. Makanya saya minta Ibunda saja yang datang ke sini.”

“Berarti tetep liburan, liburan di sini maksudnya.”

“Ya bisa dibilang begitu mbok.”

Saya masih menikmati makan siang saya. Teman-teman sudah bocor masalah gaji seiring pergantian tahun. Mbok Djum maklum saja, sudah tahu gosip itu dari awal. Makanya beliau hanya tenang-tenang saja mendengar berita itu. Toh pabrik lain juga akan melakukan hal itu, mungkin saja beliau tahu lebih dulu dari karyawan pabrik sebelah.

“Kamu pasti seneng ikutan naik gaji” Sela Mbok Djum kepada saya

“Ya alhamdulillah mbok, pabrik masih mampu membayar saya.” Saya gunakan kegundahan hati saya tadi sebagai jawaban kepada mbok Djum. Semoga saja beliau tahu apa yang saya maksud.

“Masih mampu? sepertinya ada sedikit keraguan?” Mbok Djum akhirnya tahu juga apa yang saya maksud.

“Ya gitu deh, atau malah jangan-jangan nanti pabrik ada waktunya gak bisa mbayar saya.”

“Hmm, kamu berpikir begitu ya. Sebenarnya apa yang kamu takutkan itu sudah sejak awal dipikirkan oleh pemilik pabrik dan jajaran manajemen yang ada.”

“Lho, Mbok Djum kok tau pikiran pemilik pabrik?”

“Ya tahu lah. Di warung ini tidak ada berita pabrik yang disembunyikan, baik itu oleh pemilik pabrik, jajaran manajemen atau mandor seperti kamu. Semua berita masuk ke warung ini, tidak ada yang ditutupi.”

“Jadi trus … trus …” Sepertinya ini akan jadi menarik

“Maka bersiaplah dengan apa-apa yang direncanakan pabrik buatmu. Ketahuilah, bahwa pabrik juga tidak mau rugi bukan? Oleh karena itu, kenaikan gaji harus diikuti dengan sesuatu yang bisa menutup biaya itu. Artinya, ada tuntutan lain seiring dengan kenaikan gajimu itu.”

Saya manggut-manggut.

“Kita lihat saja di masyarakat. Semua produk hasil pabrik harganya semakin lama semakin turun. Itu sudah hukum alam. Selain itu produk yang baru lebih minimalis dan memberikan kemudahan yang memanjakan konsumen. Nah, bagaimana mungkin pabrik membayar gaji pekerjanya lebih banyak jika harga produknya turun. Oleh sebab itu, maka pabrik harus … ? Kamu pasti bisa meneruskan kalimat saya itu”

“Pabrik harus membuat produk baru, inovatif dan meningkatkan produksi untuk memenangkan pasar”

“Tepat sekali. Itulah tugasmu di tahun ini! Jika kamu tidak mampu, maka pabrik akan mengambil langkah pragmatis untuk menghidari kerugian karena peningkatan biaya gaji karyawan. Seperti pengurangan karyawan misalnya.”

Saya keselek nasi sebutir. Sebuah tantangan besar menghampar di depan saya. Ternyata Mbok Djum lebih bisa memetakan kondisi pasar dan keadaan di dalam pabrik. Seharusnya hal yang sepele itu disadari oleh semua orang, namun terlewat oleh saya karena terlalu sibuk dengan kenaikan gaji.

Sudah menjadi hukum alam di dalam bisnis, jika ada peningkatan biaya maka harus ada tambahan kegiatan untuk bisa menutupi biaya tersebut agar bisnis bisa terus berjalan. Kerugian tidak atau kekurangan profit tidak boleh berlangsung terus menerus. Harus ada kompensasinya. Dan itu adalah permintaan pemilik pabrik beserta jajaran manajemennya. Sehingga yang dituntut untuk berpikir dan bekerja adalah orang yang berada di bawah agar bisnis tidak surut.

26 Komentar leave one →
  1. 7 Januari 2012 14:12

    salam dan selamat mengawali kerja dengan hikmah baru….kadang memang hal ringan dan dapat dipikirkan dengan mudah bisa lewat karena kesibukan kita…

    mandor
    terima kasih atas dukungannya.
    Kesibukan yang ada bisa menjadi ringan karena kita menyukai pekerjaannya, sehingga kita bisa menikmati apa yang kita kerjakan

  2. 7 Januari 2012 14:45

    Bisa ya, Om Mandor, keselek nasi sebutir…:mrgreen:

    mandor
    lhoo memang sampeyan belum pernah merasakan keselek nasi sebutir ya xixixixi

    • wahyu asyari m permalink
      13 Januari 2012 08:34

      emang rasanya gimana sop keselek nasi sebutir😆

      mandor
      kalau pengen tahu rasanya keselek nasi sebutir, dicoba saja hihihi

  3. 7 Januari 2012 14:46

    Betul kata Mbok Jum, naik gaji semestinya juga diikuti dengan hasil yang lebih besar pula, apa jadinya kalau karyawan kerjanya hanya duduk sambil merokok dan nonton TV tapi urusan gaji semua pada ribut minta naik.. bangkrut bandar’e😛

    mandor
    nah ya itu mangkanya sekarang pemilik pabrik dan jajaran manajemen sedang pusing, kerjaan apa lagi yang harus diberikan kepada semua karyawannya agar bisa menutupi biaya kenaikan gaji itu. Makanya siap-siap mendapatkan kerjaan tambahan ya

  4. 7 Januari 2012 14:54

    selamat tahun baru ya ^^
    sempatkan mampir ke website kami:D

    mandor
    terima kasih atas ucapannya
    semoga saya punya kesempatan untuk berkunjung ke website nya

  5. 7 Januari 2012 15:21

    Jadi pgn ketemu sm Mbok Djum nih mas mandor..

    mandor
    kapan-kapan kita mampir makan bareng di warung mbok Djum

  6. 7 Januari 2012 16:34

    wow lihat foto tugu monas jadi pengen ke jakarta😉
    Salam saja buat pak Mandor dan Keluarga, Selamat tahun baru dan semangat baru🙂

    mandor
    Kalau maen ke sana jangan lupa saya diajak ya kang

  7. 7 Januari 2012 16:44

    Selamat Tahun Baru…
    Semoga Ibuk2 kita dan keluarga kita selalu dalam lindungannya

    mandor
    terima kasih pak Mars, semoga orang tua kita dalam lindungan Allah di dunia maupun akhirat

  8. 7 Januari 2012 19:18

    untung Pak Mandor cuma keselek sebutir nasi,
    coba kalau keselek nya sepiring …..hahahaha.. 😀😀😀
    ( gak kebayang…)

    baiklah, jadi besok2 Pak Mandor harus lebih rajin dan inovatif lagi ya….
    (mewakili Mbok Djum)😛
    salam

    mandor
    waduh … kalau keselek satu piring bisa gawat bunda, bisa kenyang perutnya

    mbok Djum kayaknya mau ngomong gitu tapi mengapa saya yang lemot ya

  9. 7 Januari 2012 20:08

    Salam saja buat pak Mandor dan Keluarga, Selamat tahun baru dan semangat baru

    mandor
    terima kasih atas kunjungannya ya

  10. 7 Januari 2012 21:30

    Wah tahun baru memang seharusnya gaji baru, Mas..
    *curcol*

    mandor
    mau saya juga begitu. Apalagi kalau pekerjaannya menjadi lebih enak dan dikurangi hahahaha

    • 8 Januari 2012 06:07

      Sepakat dengan mas Gie *cur-cret*

      mandor
      saya juga setuju kalau yang enak-enak begitu😀

  11. 7 Januari 2012 23:11

    tahun baru..semangat baru… tapi tidak dengan galau yang baru…

    mandor
    Kalau galau baru, semoga galau yang lama sudah terlewati hihihi, kalau galau lama tidak terselesaikan, bisa numpuk dong masalahnya

  12. 8 Januari 2012 00:06

    walah, sudah kangen banget ngobrol sama mbok jum, mas mandor. semoga di tahun 2012, mbok masih bisa terus memberikan pencerahan dalam suasana santai di warungnya. semoga semangat kita ndak pernah luntur, mas mandor.

    mandor
    Sebenarnya saya itu yang males mencatat apa-apa tentang obrolan saya dengan mbok Djum. Ada banyak sekali hal-hal yang mendasar yang bisa diaplikasikan di masyarakat yang membumi yang belum sempat saya tuliskan.
    Semoga di tahun yang baru ini saya bisa lebih giat menuliskannya, terima kasih pak

  13. 8 Januari 2012 00:51

    selamat atas kenaikan gajinya…
    di traktir ngga nolak…heheheh…

    emang, kalau udah menyangkut masalah uang (naik gajih), suka lupa sama sebab dan akibat dari kenaikan gaji itu sendiri…heheheh… ^_^

    mandor
    nah ya itu yang sedang memusingkan pemilik pabrik dan jajaran manajemen.
    Semoga kita bisa bersiap dengan apa-apa yang akan terjadi di tahun 2012 ini
    Kalau traktiran? mampir yuk ke warung mbok Djum

  14. 8 Januari 2012 11:09

    baru tau klo pabrik tiap akhir tahun ngasih gajinya pada ditambahin….belum pernah kerja di pabrik..pak mandorrr..

    mandor
    biasanya gaji para karyawan itu bertambah manakala hari raya dan akhir tahun. Untuk memberikan semangat karyawan agar lebih mencintai pabrik … katanya sih.

  15. 8 Januari 2012 17:06

    Gaji naik tanggung jawab nambah🙂

    Udah emang kaya gitu, dari sekarang ayo meintis bisnis aja Bang daripada mikir apa tahun depan perusahaan masih bisa gaji kita, karena bulan October lalu saya sempat kepikiran seperti ini saat perusahaan seperti dalam keadaan kritis bahkan sempat mau kabur tapikok ya gak etis banget dan alhamdulillah bisa membantunya pulih sampai sekarang…ternyata tanggung jawab yang membuat seseorang itu bertahan bahkan saat teman2nya liburan harus ngantor…

    salut buat bang mandor :0

    mandor
    Memang semua perusahaan mempunyai pola yang sama seperti itu. Tanggung jawab atau loyalitas itu dibentuk karena pabrik sudah memilih orang-orang yang sanggup untuk melakukannya.
    Makanya selain kerja di pabrik, saya juga mempersiapkan sebuah bisnis yang semoga saja menghasilkan.

  16. 8 Januari 2012 18:53

    ini mbok djum sekolah di mana sih?
    kok pinter amat?
    jangan2 dia mata2 pemilik pabrik
    dikasi lahan buat jualan eh pura2 jualan gitu😀
    coba tanyaen … jangan2 saya benar hehehe

    salam buat mbok Djum eh si mbok yang baru dari kampung aja deh ehehehe

    mandor
    Mbok Djum setahu saya sekolahnya adalah universitas kehidupan. Makanya segala hal yang menyangkut pekerjaan kehidupan sudah dihafal, apalagi untuk urusan pabrik, tidak ada masalah bagi beliau.
    Usul yang baik itu mbak Nike, jangan-jangan mbok Djum itu malah ada hubungannya dengan pabrik … halah

  17. 9 Januari 2012 15:10

    mbok Djum pinter ya mas🙂

    mandor
    eh mbak ely berkunnjung dari jauh rela ke tempat saya
    Terima kasih mbak … terima kasih atas kunjungannya ke tempat saya ini

  18. 10 Januari 2012 13:05

    Di pabrik tempat saya kerja blom ada kenaikan gaji tuh, Le’. Malah pabriknya mau dipindahin ke negeri jiran. Katanya di sana apa-apa murah. Biaya listrik murah, beli lahan murah trus bangun gedung sendiri, di sini malah sewa. Belom lagi punglinya.

    Kayaknya analisa Mbok Djum bener. Saya sedih deh. Saya pindah ke pabrik Le Mandor aja boleh gak?

    Jangan lupa ikut Saweran Kecebong ya, Le’🙂
    Pliiiisss…………………….

    mandor
    mungkin itu merupakan salah satu kekurangan di tempat kita. Ribet sekali ngurus pendirian pabrik oleh orang luar. Padahal itu kan demi memberikan pekerjaan untuk orang lokal. Analisa mbok Djum sudah bisa menebak apa-apa yang mungkin terjadi setelah suatu kejadian berlalu, makanya saya banyak belajar.

    Semoga saya bisa ikutan jadi kecebong, sedang bertapa untuk cari kelucuan

  19. 10 Januari 2012 22:47

    gaji naik … tuntutan produksi juga harus naik … target! target!
    enak nggak enak ya? hehehe

    mandor
    enak gak enak itu sudah menjadi sebuah tuntutan bekerja di pabrik
    Tetap semangat

  20. 11 Januari 2012 10:52

    Mas, nasi sebutir bisa bikin keselek ya?😀 hihi
    btw robot ijo? Hihi kadang aku sering kesulitan kalo pake gadget terlalu canggih >.<

    Perenungan yg bagus mas, mestinya memacu kita untuk terus kreatif

    mandor
    mbak eka belum pernah keselek nasi sebutir ya … coba deh
    Gaya hidup kadang melenakan kok mbak, penggunaan robot ijo kadang tidak lebih sebagai telepon dan mengirikan SMS doang hahaha

    Kapan mbak eka kerja sama orang? minta naik gaji gak ya ?

  21. 12 Januari 2012 13:56

    Bang Mandor..kemana aja..
    Selamet Taon Baru Ya..
    Semoga cepat naik gaji..
    Loh..loh..
    Biiar traktiran..

    mandor
    saya masih tetap di sini aja
    Lhaa ini masih dalam rangka perjuangan naik gaji sudah ditodong traktiran

  22. 13 Januari 2012 14:33

    Itulah yang kurang disadari sebagian karyawan. Menuntut naik gaji bombastis, tapi dikasih target kerja malah ngedumel😦

    16-19 libur gak, Le’Ndor? Beberapa teman di pabrik diliburkan, ada juga yang malah disuruh masuk sebelum jam 6😀 Semoga cepat selesai ya…

    mandor
    padahal ada tambahan biaya tentu kompensasinya. Pabrik kan tidak mau rugi, makanya target biasanya langsung dinaikkan.
    Menurut kabar sih tanggal itu diliburkan, hanya untuk anak-anak. Saya … harus masuk pastinya.

  23. 16 Januari 2012 08:48

    Wah… kenaikan gaji, berarti harus dibarengi dengan kenaikan kinerja ya…🙂

    mandor
    memang sebenarnya itulah yang terjadi, namun tidak banyak disadari oleh orang
    Pengennya yang enak-enak aja, Naik gaji trus kerjanya santai

  24. 6 Februari 2012 11:05

    Tahun baru semangat baru:D

    mandor
    Alhamdulillah tambah semangat jika gajinya naik hahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: