Skip to content

Maintenance (1)

30 Desember 2011


Pasti sudah banyak mendengar tentang maintenance, apalagi rekan-rekan yang bergerak dalam bidang permesinan dan perawatan sudah tidak asing lagi dengan apa yang akan saya bicarakan kali ini.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam bidang industri, maka secara langsung pekerjaan maintenance sangat penting. Pada awal tumbuhnya industri pekerjaan maintenance terhadap mesin dan peralatan tidak mendapat perhatian yang layak.
Kerusakan yang terjadi pada mesin dan peralatan produksi berakibat pada berhentinya sebagian alat produksi sehingga berakibat pada terhambatnya proses produksi secara keseluruhan karena proses merupakan kesatuan yang saling terkait.

Dalam konsep umum tentang maintenance, pekerjaan bidang ini ada 3 bagian yang sederhana dan mendasar.
1. Membersihkan
Pekerjaan pertama adalah membersihkan. Membersihkan ini berarti menghilangkan kotoran atau debu yang menempel pada mesin. Kotoran dan debu ini menyebabkan kOndensasi uap air pada permukaan peralatan yang akan berlanjut pada timbulnya titik-titik air. Air inilah yang menjadi awal mula proses dari berkaratnya mesin. Jika dibiarkan semakin lama, karatnya akan semakin menyebar dan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada mesin.
Pekerjaan membersihkan ini pada umumnya diabaikan orang karena dianggap tidak penting namun bisa berakibat fatal karena kecerobohannya tersebut.

Dalam pekerjaan membersihkan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
– cara melakukan pembersihan yang benar
– waktu dan periode pembersihan dilakukan
– alat – alat yang digunakan serta alat bantu yang menunjang pekerjaan yang diutuhkan
– hal-hal yang harus dihindari dalam melakukan pekerjaan tersebut

2. Memeriksa
Memeriksa atau kegiatan kontrol pada setiap bagian yang dianggap berperan vital pada jalannya suatu mesin. Bahkan beberapa mesin kritis harus dijaga dan diperiksa secara teratur dengan periode yang telah ditetapkan.
Penetapan periode ini melalui pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
– Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah didapatkan informasi tentang frekuensi kejadian. Pemeriksaan dilakukan seefisien mungkin tanpa menimbulkan resiko kerusakan atau penghentian pada unit mesin.
– Berdasarkan sifat operasinya, kerusakan dapat ditimbulkan setelah mesin beroperasi dalam jangka waktu tertentu.
– Berdasarkan buku manual atau rekomendasi dari pabrik pembuat unit mesin.

3. Memperbaiki
Pekerjaan maintenance selanjutnya adalah memperbaiki. Perbaikan dilakukan jika terdapat kerusakan – kerusakan pada bagian mesin dan instalasi sesuai dengan kebutuhan sehingga kondisi mesin dapat mencapai standar semula dengan usaha dan biaya yang wajar.

Dengan meningkatnya persaingan dalam bidang industri, semua kegiatan difokuskan kepada hal-hal yang menyangkut usaha-usaha untuk dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas dengan penggunaan biaya wajar. Kondisi seperti ini salah satu diantaranya adalah mengarah kepada peningkatan efektifitas maintenance peralatan dan mesin lebih dikenal dengan “planed maintenance”.

Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat
Photo : LG Chocolate content

One Comment leave one →
  1. 31 Desember 2011 12:30

    alhamdulillah… dapat ilmu….

    mandor
    alhamdulillah senang sekali bisa berbagi ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: