Skip to content

Ngeblog dengan bijak

17 November 2011

Blog (menurut saya) adalah salah satu sarana untuk membuat catatan pribadi yang bisa (atau boleh) dibaca oleh orang terdekat atau oleh masyarakat luas. Karena pada intinya blog adalah tempat berbagi kepada seluruh khalayak ramai. Jadi jika ada sebuah blog tapi tertutup hanya untuk pribadi, sangat bertentangan dengan semangat blog itu sendiri untuk berbagi. Apa yang dibagi? Tentunya hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang berharga untuk dibagi dan diberitakan kepada masyarakat di dunia maya. Kalau yang dibagi adalah keburukan bagaimana?

Di sisi lain, blog bisa menjadi sarana media sosial untuk mewartakan suatu berita. Yang secara teknis berangkat dari personal, bisa berupa fakta maupun opini sehingga pembaca bisa menarik kesimpulan tersendiri. Keputusan untuk percaya atau tidak terhadap isi blog sudah menjadi tanggung jawab pembaca. Berita-berita di dalam blog tidak seperti media mainstream, bebas. Media mainstream terikat dengan etika jurnalistik serta metode pengambilan fakta yang bisa diverifikasi. Ribet memang, namun hasilnya adalah sebuah berita yang terpercaya (meskipun banyak ditemukan berita namun isinya gosip).

Tentang blog lagi, bagaimana kalau seumpama saya menulis keburukan? Misalnya saja Pabrik tempe tempat saya nguli, ternyata produksi tanggal sekian ada masalah pada pemancarnya, managernya sering marah-marah hingga memaki-maki dengan menunjuk punya otak apa tidak. Atau menceritakan rekan sebelah yang sering ngambil kopi persedian di laci saya. Saya bisa saja menceritakan itu semua, bahkan jika ada wartawan detik atau kompas yang datang mewawancarai pun hasilnya akan sama.

Tetapi apakah pantas saya bercerita seperti itu?
Tentang apa yang pantas dan tidak pantas untuk diungkapkan, itu sudah masuk ke dalam ranah pribadi sehingga penilaiannya bisa sangat subyektif. Anda bisa saja menjawab, batasnya adalah ada pembeda mana yang untuk konsumsi khalayak dan mana yang untuk internal. Jawaban normatif yang tidak sama parameternya bagi setiap orang. Tak jarang harus kita telaah kasus demi kasus.

Jadi di mana permasalahannya? Yaitu cara dan saluran pemaparan. Apapun posisi saya, baik rumah, di kampung maupun di pabrik, sebaiknya berlaku bijak dalam menceritakan hal-hal keburukan kepada dunia luar. Termasuk hal bijak adalah tidak menuliskannya di blog karena keburukan adalah masalah internal yang harus dibenahi di dalam, bukan diumbar.

Update : blog yang sempat menghebohkan itu sudah dihapus. Info dari detikinet

22 Komentar leave one →
  1. 17 November 2011 17:57

    Buka segel dulu sam🙂

    mandor
    sampeyan memang layak untuk dapat nomer satu

  2. 17 November 2011 17:59

    kalau menurut saya ngeblog itu harus nulis jujur tapi gak kejujuren.

    mandor
    menulis itu memang harus jujur, tapi kalau kejujuren itu dalam bahasa saya adalah berterus terang. Tidak semua permasalahan itu dijelaskan ke khalayak ramai kan. Tidak semua kejadian itu harus dijelaskan ke semua orang, ada kalanya hanya perlu internal saja yang tahu

  3. 17 November 2011 18:01

    blog buatku adalah sarana penyalur hasrat menulis hehehe.. Tentunya sarana menjalin persahabatan..

    mandor
    hasrat penyalur untuk menulis dan menjalin persahabatan, bukan mengumbar keburukan dan kebencian kan

  4. 17 November 2011 20:12

    kurasa sebaiknya menulis yang tidak mengungkap aib, atau menimbulkan kebencian dan perpecahan

    mandor
    iya benar, menulis dan ngeblog kebaikan semua.

    • wahyu asyari m permalink
      18 November 2011 02:42

      setuju😉

      mandor
      memang benar, menulis bukan untuk mempertontonkan keburukan

  5. 17 November 2011 20:50

    Oyawdah.. tulisan tentang kekurangkerenan nak Leman yg ada di LJ, biar nanti bundo hapus saja.

    tetapi keyword Ib** Sus*** banyak mengarahkan pengunjung ke LJ loh..😛

    mandor
    jiahahaha lha kok saya malah disangkut pautkan dalam ladangjiwa. Tapi tenang, saya sudah tahu ladangjiwa itu isinya baik-baik semua kok.
    Keyword ituh, sudah di halaman depan mbah google, pantes saja banyak yang nyasar

  6. 18 November 2011 14:35

    setuju Pak Mandor….
    karena membuka aib sendiri atau orang lain, apa gunanya coba ??
    malahan banyak mudharat dr pada manfaatnya , ya kan??

    lebih baik ngeblog ya utk fun aja, jgn terbebani , yang ikhlas saja🙂
    salam

    mandor
    Membuka aib sendiri atau orang lain mungkin akan menjatuhkan, namun jatuh itu hanya sebentar. Malah efeknya bisa berbalik kepada penulis sendiri. Penulisnya akan kehilangan kredibilitasnya karena pemberitaan buruk yang ditulisnya

    Benar sekali bunda, ngeblog itu yang fun saja

  7. 18 November 2011 15:36

    Akang pikir jika postingan kita membuka aib orang malah akan merugikan kita sendiri sebab pembacanya juga masih banyak yang mempunyai nalar yang baik dengan membedakan berita yang berisi fakta atau hanya sebuah bualan..

    mandor
    yap, pembaca sekarang sudah bisa menyaring informasi yang dibacanya. Kalaupun berita yang ditulisnya benar, penulisnya pun akan kehilangan pembaca karena hanya menulis keburukan dan aib saja

  8. 18 November 2011 16:08

    Ngeblog buat saya adalah ngisi hari2 biar gak boring😀

    mandor
    yaaa … ngeblog untuk refresh isi pikiran agar tidak ruwet hihihi

  9. 18 November 2011 20:41

    Nek blog saya isinya banyak dobosan pengantar tidur, Le Ndor, jadi kira-kira masuk golongan yang buruk tidak?:mrgreen:

    mandor
    apapun isinya yang penting tidak mengumbar keburukan di masyarakat, tidak masalah tho
    Jadi kalau dobosan pengantar tidur akan memberikan manfaat yaitu mempercepat tidu akan lebih bagus xixixi

  10. 18 November 2011 22:58

    wah..aku udh ngeblog dengan bijak blom ya???

    mandor
    pastinya dong sudah bijak.
    Kita harus senantiasa menjaga agar setiap tulisan yang kita luncurkan tidak mengumbar keburukan

  11. 19 November 2011 00:46

    Betul, menulis di blog juga mengemban tanggung jawab karena orang akan membacanya. sembarangan menulis juga bisa dosa

    mandor
    bahkan pada kasus-kasus tertentu, tulisan kita akan diminta pertanggung jawaban kepada pihak-pihak yang berkepentingan apabila hal-hal yang kita tulis menyinggung.
    Jadi tetap harus bijak dalam menulis

  12. 19 November 2011 06:19

    hmm.. betul ndor.. setuju!

    mandor
    wokeh … mari menulis dengan bijak

  13. 20 November 2011 10:32

    Saya rasa kita bisa saja memaparkannya tetapi dengan cara lain dan tidak terang2an menyebut lokasi atau kejadian. Ya, sekedar untuk mengungkapkan perasaan saja, misalnya dengan sebuah cerita atau puisi.

    mandor
    pemaparan yang terselubung merupakan salah satu jalan bijak. Agar tulisan kita menjadi pelajaran bagi yang lain namun tidak menunjuk orang atau suatu organisasi.
    Pemaparan secara gamblang hanya untuk mereka yang berkepentingan, bukan untuk umum.

  14. 21 November 2011 14:51

    Hmm…mudah2an saya sudah mengikuti mas mandor untuk ngeblog dg bijak..

    mandor
    mari ngeblog dengan bijak bersama-sama

  15. 23 November 2011 21:30

    Tentang apa yang pantas dan tidak pantas untuk diungkapkan, itu sudah masuk ke dalam ranah pribadi sehingga penilaiannya bisa sangat subyektif

    Saya suka kalimat diatas Mas Sus …

    Dan percaya atau tidak … justru karena subjectif itu … kita semua bisa melihat mana yang layak / pantas untuk kita ikuti … dan mana yang tidak layak … mana yang “dewasa” sehingga kita bisa banyak belajar … dan mana yang tidak …

    Menurut saya menceritakan keburukan itu … boleh-boleh saja … asal dengan cara yang baik tentu saja … (yang baik adalah … yang menghargai “urusan internal” … menghargai other’s dignity … beretika … dan berfakta …

    I like this post mas sus …

    Salam saya

    mandor
    Dan karena subyektif itulah saya lebih bisa memutuskan apakah berita itu layak atau tidak, meskipun secar fakta isinya benar.
    Memang untuk urusan keburukan, lebih baik diceritakan kepada orang-orang yang berkepentingan saja, mereka-mereka yang mampu mengambil tindakan untuk perbaikan sehingga keburukan bisa segera teratasi. Keburukan tidak diumbar ke khalayak umum

  16. 24 November 2011 11:46

    karena dengan ngeblog berarti kita juga membawa serta tak hanya diri kita tapi juga nama keluarga, agama, bangsa dan negara..kalo ngeblognya tidak memperhatikan etika ngeblog seperti yg mas mandor tuliskan diatas hasilnya ya kacau dan buat nama baik juga berkeping2…salam mas.

    mandor
    ada banyak hal yang membuat kita harus bijak dalam ngeblog, menulis, menyampaikan sesuatu. Seperti yang mbak puteri tuliskan di atas. Semoga kita bisa menjalani ngeblog dengan bijak

  17. 24 November 2011 22:44

    etika geblog seperti halnya etika bergaul di dunia nyata😀, belajar dari internetsehat.org. kemarin memang sempat ada kabar kurang sedap ttg perusahaan merah itu ya, tp syukur ga sampe jd HL di media tipi

    mandor
    saya sembat membaca isinya sebelum blog tersebut dihapus.
    Tapi meskipun blog itu isinya benar, lalu apa untungnya?
    Saya tidak habis pikir
    Semoga kita semua bisa menjadi bijak dalam menulis di dunia maya ini

  18. 29 November 2011 12:17

    blog, menurut saya, sebagai alternatif bagi-bagi isi pemikiran. sedangkan intisari dari menulis adalah membagikan sesuatu yang berpeluang memberi manfaat kepada orang lain.🙂

    mandor
    iya, itu adalah salah satu tujuan dari ngeblog.
    Jangan sampai karena emosi sesaat kemudian malah menjerumuskan kita kepada hal-hal yang malah merendahkan diri sendiri

  19. 30 November 2011 19:11

    kalo ndak salah sudah ada hukum dalam media blog. jadi kalau kita terlanjur dianggap mencemarkan nama baik sebuah pihak perorangan ataupun perusahaan, harus bersedia bertanggungjawab. toh ngeblog itu sebenernye ngajarin kita untuk menulis dengan baik dan positif agar bisa diterima dan dimanfaatkan pembaca.🙂

    mandor
    naah kalau sudah ada aturannya maka harus berhati-hati agar tidak terkena dampaknya. Memang benar bahwa ngeblog itu mengajarkan kita kepada sosialisasi yang baik kepada dunia maya yang sebenarnya berisi orang juga

  20. 3 Desember 2011 10:17

    Menulis itu berbagi kebaikan, walaupun satu paragraf,…

    mandor
    benar mas, bahwa menulis itu sejatinya adalah berbagi. Maka apa-apa yang dibagi itu tentunya adalah hal yang baik

  21. 10 Januari 2012 23:12

    dipilah dan dipilih …
    mana yang layak dan tidak layak untuk diwartakan

    mandor
    iya benar, berita apapun yang ditulis maka penulis akan mempertanggung jawabkan apa yang telah ditulisnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: