Skip to content

Tentang Audit

11 November 2011

Melanjutkan tentang audit yang sempat terpotong kemarin. Apa itu audit? Terima kasih atas jawaban teman-teman yang rela berbagi rasa dengan saya. Bahwa audit itu ternyata seperti yang kita bayangkan selama ini, bahwa ternyata audit itu menyibukkan dan menjengkelkan, membuat stress atau bahkan membuat kita tidak bisa tidur kalau gagal, karena hasil audit akan menentukan masa depan perusahaan. Pokoknya macam-macamlah rasa audit itu.

Saya coba mengutip definisi audit menurut ISO 19011 : 2002

Audit didefinisikan sebagai proses yang sistematis, independen dan terdokumentasi untuk mendapatkan bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menetapkan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi.
Audit dapat juga diterjemahkan sebagai suatu positive reinforcement (kritik yang membangun) terhadap Auditee untuk selalu melakukan continues improvement (perbaikan yang terus menerus).

Nah, tambah mbulet tho, kalimat dan pilihan katanya hanya hanya bisa dimengerti oleh dewa kayangan. Rakyat jelata seperti saya belum sampai ke arah pemikiran itu. Maka saya ambil secara gampangnya saja definisi di atas sebagai berikut : Audit adalah suatu proses untuk mendapatkan bukti-bukti pemenuhan terhadap persyaratan / peraturan yang telah ditetapkan.

Persyaratan apa? peraturan siapa?
Ya itu tergantung siapa auditornya. Jika yang datang adalah auditor pajak, maka perusahaan harus menyiapkan segala bukti-bukti yang mendukung bahwa perusahaan telah menyelesaikan semua pembayaran pajak serta dokumen-dokumen yang memenuhi peraturan-peraturan tentang perpajakan.
Jika yang datang adalah auditor sekuritas atau IT, maka segala bukti prosedur tentang keamanan data harus disediakan, pemenuhan terhadap prosedur keamanan data harus ada.
Jika yang datang adalah auditor dari customer, maka
perusahaan harus menunjukkan segala bukti bahwa apa yang dilakukan di dalam perusahaannya telah mengikuti semua persyaratan untuk menjadi supliernya. Segala peraturan-peraturan dari customer telah dilaksanakan dengan menunjukkan bukti-bukti nyata di lapangan.

Jenis-jenis Audit
Dari beberapa audit yang dilakukan ada beberapa jenis audit. Melihat dari auditor maka audit bisa dibedakan sebagai berikut :

– Audit pihak pertama. Audit ini dikenal sebagai Internal audit. Audit ini dilakukan oleh perusahaan itu sendiri untuk mengevaluasi sejauh mana proses pemenuhan terhadap persyaratan audit. Biasanya anggota dari internal audit ini berasal dari lintas departemen untuk menjaga independensi dalam proses internal audit.
– Audit pihak kedua. Audit yang dilakukan oleh pihak luar atau eksternal audit. Audit ini dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Misalnya audit dari customer terhadap supliernya, customer punya peraturan-peraturan sendiri yang harus dipatuhi untuk menjaga kualitas produk yang akan dibelinya.
– Audit pihak ketiga. Audit ini dilakukan oleh badan atau organisasi dari luar perusahaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan perusahaan. Biasanya perusahaan membutuhkan auditor pihak ketiga ini melakukan sertifikasi terhadap sistem yang dilakukan di perusahaannya agar produknya bisa diterima oleh pasar. Contoh audit ini adalah Audit mutu ISO 9001, Audit kebijakan lingkungan ISO 14001, Audit Kesehatan dan Keselamatan kerja OHSAS 18001, Audit oleh Akuntan publik, dan lain sebagainya.

Sebagai tambahan dalam pengetahuan tentang audit ini, ada beberapa definisi yang perlu diketahui, antara lain :
1. Kriteria Audit. Yaitu kumpulan kebijakan, prosedur atau persyaratan yang dipakai sebagai acuan dalam melakukan audit. Kriteria audit ini dipakai sebagai pegangan auditor maupun auditee dalam melakukan proses audit agar pertanyaan tidak melenceng kemana-mana.
2. Bukti Audit. Yaitu segala bentuk catatan, pernyataan suatu fakta atau informasi lain yang relevan dengan kriteria audit dan dapat diverifikasi, dapat dipertanggung jawabakan hasilnya. Bukti Audit ini dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif.
3. Temuan Audit. Yaitu hasil dari evaluasi bukti audit yang terkumpul terhadap kriteria audit yang ternyata tidak terdapat pemenuhan kriteria audit atau tidak bisa diverifikasi hasilnya.
4. Temuan Major. Yaitu hasil evaluasi yang mengindikasikan bahwa suatu kegagalan sistem sehingga menyebabkan sistem tidak berjalan. Karena sistem tidak berjalan maka persyaratan-persyaratan yang ada dalam kriteria otomatis tidak bisa diverifikasi.
5. Temuan Minor. Segala bentuk hasil evaluasi yang mengindikasikan adanya ketidaksesuaian terhadap kriteria namun tidak menyebabkan kegagalan sistem. Temuan minor harus segera dilakukan perbaikan karena akan bisa menyebabkan kegagalan sistem jika tidak segera diambil tindakan.
6. Temuan observasi. Sebuah saran dari auditor agar dilakukan perbaikan. Temuan observasi mempunyai potensi yang mengarah kepada kondisi temuan minor jika lengah terhadap kontrolnya.
7. Konklusi Audit. Yaitu hasil audit yang diberikan oleh tim Audit setelah mempertimbangkan bukti Audit dan semua temuan Audit.

Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat dan tidak pusing.

6 Komentar leave one →
  1. 11 November 2011 16:36

    nak Leman, yang bikin pusing itu justru fotonya..

    mandor
    sengaja dibikin gitu xixixixi

  2. wahyu asyari m permalink
    12 November 2011 01:33

    waaw, fotonya ngeblurr

    mandor
    harus ngeblur, kalau tidak saya nanti malah ketularan

  3. 13 November 2011 20:35

    waduh mas… mumet…
    ditambah lagi dengan fotonya yang blur ituuuuh…

    anyway, bicara soal audit… belum lama ini salah satu instansi tempat saya kerja juga di-audit untuk sertifikat ISO.. liat persiapan temen2 saya.. saya ikut mumet mas… harus detil begituuu.. tp ya demi pelayanan prima itu harus dijalani…

    mandor
    memang untuk urusan yang satu ini persiapan data-data yang harus diperlukan sangat detail, ribet banget. Namun demi mendapatkan pengakuan dan order dari customer, apapun dilakukan

  4. 15 November 2011 15:43

    Jelas saya pusing, karena kantor juga akan diaudit dalam waktu dekat huwaaaaa……
    Ditambah lagi fotonya bikin mabuk😦

    mandor
    fotonya sebagai perangsang artikel agar langsung mumet mbacanya

  5. 16 November 2011 22:02

    hm, audit bikin pusing juga nih nyiapin segala berkasnya

    mandor
    memang benar, persiapan untuk audit itu lebih berat daripada proses audit itu sendiri

  6. 29 November 2011 13:33

    thanx infonya

    mandor
    terima kasih telah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: