Skip to content

Sang penerus

24 Oktober 2011

Sejak disebut-sebut sebagai penerus Steve Jobs oleh media internasional, dia jadi seperti orang bingung. Ya iya toh, bingung mau ngapain. Padahal kalau benar-benar dibandingkan, ada banyak lho persamaannya. Kalau tidak percaya, coba dekatkan kedua foto orang yang dimaksud dengan foto Steve Jobs, pasti akan banyak persamaannya daripada perbedaannya. Bahkan kalau diadakan kuis “temukan 10 perbedaan” mungkin anda akan kesulitan menemukannya.

Sudah bukan rahasia lagi, sehari-harinya di bekerja sebagai mandor pada sebuah pabrik tercinta yang memproduksi tempe. Sepele memang, tempe memang tidak bukan barang wah atau barang elit, tapi filosofi yang ada di dalam pabrik membuatnya berkembang begitu cepat melampaui nilai produk yang dihasilkan. Maka jangan dilihat dari mandornya, tapi lihat dulu apa yang dikerjakannya. Bayangkan, harga tempe berapa sih? Tapi sekali dia ngomong, ratusan karyawan bisa melakukan perubahan yang fleksibel sesuai dengan keinginannya. Sebuah contoh, perintahnya hanya sederhana “Kurangi pemborosan!” maka dalam waktu 1 bulan, pembiayaan bisa berkurang hingga 50% dari bulan kemarin.

Di sela-sela kesibukannya sebagai Mandor pada sebuah pabrik, dia juga menyamar sebagai sales. Datang dari toko satu ke toko yang lain, pakai topi dan berkeringat dengan wajah merah padam hanya untuk menawarkan “produk baru”. Sedikit pendiam, beberapa orang baru yang ditemuinya memberikan kesan begitu. Bicaranya sedikit sekali,
namun kalau dia berbicara, semua orang mendengarkan.

Orang baru tidak akan menyangka bahwa di balik wajah merah hitam yang terbakar matahari ini adalah sebuah pribadi yang luar biasa.

Bagi orang yang sudah mengenalnya, rekan kerja, customer langganan, pelatih olahraga, maupun mereka yang belajar jadi sales akan segera maklum dengan julukan yang disematkan kepadanya. Julukannya adalah “The two million Rupiahs man“, Manusia dua juta rupiah. Julukan ini muncul kira-kira awal Juli di status jejaring sosialnya. Selidik punya selidik ternyata julukan itu ada maknanya. Menurut sumber yang dapat dipercaya bahwa julukan itu berarti harga yang harus dibayar ketika
orang bersalaman dengannya. Hmm, benar-benar orang yang berkarakter, saya kira. Lha bagaimana tidak, setiap orang harus menyiapkan sebuah dana sebesar itu hanya untuk bersalaman dengannya. Setelah selesai bersalaman, harus siap juga dengan pertanyaan berikutnya yang juga sangat sulit untuk dijawab “Barang dikirim kemana?”. Nah loo.

Sepertinya rupiah bukan masalah bagi dia. Prinsipnya adalah “Hari ini aku butuh berapa? Jadi berapa orang yang harus kutemui untuk mendapatkan rupiah sebesar itu.” Cukup simple juga. Saya katakan sekali lagi bahwa dia memang berkarakter.

Menurut kabar terbaru -saya masih belum yakin benar tidaknya- bahwa sekarang julukannya sudah meningkat menjadi “The Five million rupiahs man.” Ups, saya saja hampir ngakak dengan julukan baru itu. Kok gak sekalian manusia enam juta rupiah saja, biar menyaingi film lawas “The six million DOllar Man” hahaha. Kemudian Bionic Woman muncul sebagai pemeran kedua dalam lakon tersebut.

Selain itu pada weekend, sering dia diminta untuk memberikan training tentang pabrik. Seluk beluk industri dan manufacturing beserta proses yang ada di dalamnya. Seperti halnya training ISO 9001, ISO 14001 dan OHSAS 18001, Auditor proses, Manufacturing process, Six Sixma, lean manufacturing, QC 7 tools, Maintenance, TQM, Just In Time, Kanban System dan lain sebagainya. Kalau yang menyelenggarakan adalah korporat bisnis maka akan ada harga untuk itu namun jika diminta untuk gratisan, memang bener-bener kebangetan! Hahaha, paling tidak dikasih teh botol atau sirup gitu kek, masak tetep garing-garingan. Gratis hanya khusus untuk orang lokal dan UKM. Setelah training, masing-masing peserta harus membuat project perbaikan setelah training dilakukan, dan harus dilaporkan. Ini demi perkembangan kompetensi dan kemampuan peserta orang Indonesia serta industri lokal di Indonesia.

Pengalamannya tidak seperti yang terlihat pada wajahnya ini.

Jadi, Dia memang benar-benar layak menjadi penerus Steve Jobs. Apakah anda masih meragukannya?

Lihat saja nanti
(gambar dicomot dari media international, perkara ijin gambar, itu bisa diatur)

12 Komentar leave one →
  1. 24 Oktober 2011 16:56

    wah keren bener ya orang ini

    mandor
    saya sampe tidak bisa mengenalinya hihihihi

  2. 24 Oktober 2011 17:42

    nak Leman, setelah lihat gambar tempe di belakangnya.. saya malah yakin..!

    meskipun genduk protes urusan bibir, tapi toh selama ini nak Leman hanya perlu jabatan tangan untuk menghasilkan rupiah.. =))

    mandor
    genduk mana sih, lha wong hasil karya kok dikritisi. harusnya kan disanjung tuh.
    Perkara jabat tangan itu sudah ada yang ngatur. Hari ini berjabat tangan dengan siapa besok dengan siapa. Kalau tidak ada yang ngatur, bisa bahaya

  3. MacZilla permalink
    24 Oktober 2011 17:58

    Kalo itu bukan issue, Jelas tidak ragu.. secara karakter dan pengalaman yang sudah dijalani…
    **besok-besok bakal jadi anggota parlemen juga ya, hawong setiap salaman nyelipin amplop.. Hehehe (bisa diatur…. salaman)

    mandor
    Anggota parlemen pabrik tempe?
    Karena setiap terjadi salaman artinya terjadi kesepakatan penjualan, artinya ya dirimu harus bayar!!!

  4. wahyu asyari m permalink
    26 Oktober 2011 08:52

    gelek, buat salaman aja bayar?🙂
    hihi

    mandor
    mau coba … nanti bisa saya atur ketemuannya😀

  5. 26 Oktober 2011 11:19

    untungnya gak minta foto bareng juga,, gak bisa bayangin berapa harus nyelipin amplop biar bisa pamer cabe didepan kamera sama si five millions man ini,, hahhahah…

    sukses terus bang…!!
    aku meluuuuuu

    mandor
    coba aja janjian ketemuan untuk sharing ilmu dan pengalaman
    Nanti kalau diminta untuk salaman, segera siapkan kemampuan anda untuk membayarnya

  6. 26 Oktober 2011 20:31

    Jadi penasaran pengen jabat tangan nih saya..😀
    mmmm, tapi masak kenalan aja juga musti pake amplop..??? :p

    mandor
    Jabat tangan dengan orang ini ya, janjian dulu dan persiapkan segala sesuatunya
    Kalau kenalan ya gak perlu amplop kok, langsung diberikan saja juga bisa
    (berikan namanya dan nomer hape maksudnya)

  7. 27 Oktober 2011 22:40

    Permisi… mampir nih.. Sambil bawa kabar, saya lagi ngadain writing contest:
    JLEB! Contest: Be Creative By Your Post!.

    Maaf kalo komennya menyimpang alias OOT. Tapi, please jangan di anggap spam ya.. JLEB! hehehe… *ngarep

    Salam JLEB!

    mandor
    Doakan saja saya bisa mengikutinya ya

    Danu Akbar.

  8. 29 Oktober 2011 11:28

    saya kok malah takut ya salaman dengan sang penerus itu.. recehan nih duit saya, apa dia mau dibayar 2 juta dengan recehan gopekan..😉

    mandor
    hahahaha kalau recehan bagaimana mbawanya ya?

  9. 29 Oktober 2011 11:28

    wkwkwk namaku kok jadi pelatihe Arsenal iki saaam..

    mandor
    lha … sakjane ki tenanan pelatih arsenal po piya?

  10. 29 Oktober 2011 11:29

    twing.. kalau ini bener asli wis namanya

    mandor
    wekkekekekek langsung berubah

  11. 31 Oktober 2011 13:24

    Wuaduh, nek salaman harus bayar aku tak dadah a la putri Indonesa aja deh:mrgreen:

    mandor
    mangkanya, mari menjadi orang yang pantas untuk dibayar segitu. Semoga kita tidak selamanya jadi kuli pabrik.

  12. 1 November 2011 08:22

    ..
    wah hebat sekali orang itu, jadi pengen ketemu dan menimba ilmu darinya.. ^^
    ..

    mandor
    kalau mau ketemu, saya bisa kok mengatur jadwal pertemuan dengannya … Mau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: