Skip to content

Rejeki Salma

15 Oktober 2011
tags: , , ,

hari sabtu, weekend. sejenak untuk tidak memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan, aku mengajak anak-anak untuk jalan-jalan. Hari ini jalanan terlihat sepi karena sebagian besar buruh pabrik libur. Hanya beberapa terlihat rombongan bis jemputan karyawan yang lewat.
Udara begitu segar, terhindar dari kemacetan harian yang luar biasa. Mungkin hanya aku saja yang merasa begitu sebab memang setiap pagi hari kugilas jalanan, sedangkan anak-anak tidak. Akhirnya tidak ada pilihan lain, jalan-jalan tetep berlabuh di warung mbok Djum.

“Eh … ini ya yang namanya Finessa Mafalda itu.” Seru Nart

“Iya.”

“Ihiiyyy lucunya, kok tidak mirip bapaknya.”

Gubrakk

Seketika Nart datang mendekat, berusaha untuk mengambil Salma dari tanganku. Tanpa meminta persetujuanku pun Salma sudah berpindah tangan, dipegang sama Nart dan dibawa ke dalam, disusul dengan Za. Ibunya mau tidak mau ikut ke dalam bersama Nart yang menggendong Salma.

Ada sedikit protes dari Nart dan mbok Djum ketika saya menyebutkan nama Salma. Itu sebutan Salma tidak salah? Darimana asalnya? Teman-teman kan memanggilnya Nessa, Sassa, atau bahkan Fine. Tapi ini kok Salma? kalau dilihat dari singkatan kata, gak nyambung sama sekali. Darimana asalnya ya. Aku hanya tersenyum kecil dan segera menjawab bahwa panggilan rumahnya adalah Salma, monggo silakan bagi teman-teman yang lain memanggil dengan panggilan yang baik, Aku merelakan kok. Perkara panggilan dan nama serasa tidak nyambung, itu tidak ada masalah bagiku asal namanya baik bagi anakku.
Satu lagi, ada Za. Aku tidak pernah bercerita tentang Za. Za adalah kakak Salma yang sekarang sudah berumur 4 tahun.
Sekarang Za sebagai pelindung utama dari adiknya Salma. Apapun yang terjadi harus sepengetahuan
Za, kalau terlewat sedikit saja bakal protes.

Aku ngobrol dengan mbok Djum di depan.

“Bagaimana kondisi istri, sehat?”

“Sehat mbok, alhamdulilah. Sudah tidak ada keluhan lagi. Sekarang sudah bisa beraktifitas seperti biasanya.”

Sebuah kopi terhidang, mengepul dengan gagahnya karena baru saja dituangkan dari kompor. Kopi yang sudah dihafal takarannya oleh Mbok Djum.

“Wajahmu tampak berseri-seri dengan kehadiran anak kedua ini.”

“Alhamdulillah mbok, rejeki lancar. Laris manis.”

Aku menuangkan kopi ke cawan dan menunggu dingin. Sementara mbok Djum menyiapkan bubur ayam buat Za dan ibunya. Aku tidak tahu persis apakah mereka memesan bubur tersebut atau tidak, namun aku tidak mau berdebat tentang itu. Saya tahu mbok Djum punya intuisi yang kuat dengan bubur yang sedang dipersiapkannnya itu.

“Ya, yang namanya punya anak, otomatis rejeki bertambah.Bener kan mbok?” tanyaku sambil nyeruput kopi.

“Banyak anak banyak rejeki, kata orang. Masalahnya tidak semua orang mengerti dengan ucapan itu. Malah yang lebih parah adalah salah kaprah. Berharap peningkatan rejeki terhadap bertambahnya anak.”

“Tapi saya membuktikan sendiri kok mbok. Bahkan penjualan daganganku meningkat seiring dengan kelahirannya. Alhamdulillah.”

“Mungkin itu adalah kebetulan saja. Tapi yang pasti adalah setiap kelahiran itu sudah ditetapkan rejekinya. Maka ketika seorang anak lahir ke dunia maka rejeki yang diturunkan ke dunia juga akan bertambah menyertai kelahirannya.”

“Ngomong-ngomong, istilah banyak anak banyak rejeki itu salah kaprahnya dimana mbok?”

“Banyak orang berharap akan adanya perubahan terhadap kondisi ekonomi keluarganya dengan bertambahnya anak. Namun harapan itu tidak disertai dengan usaha untuk menjemput rejeki anak-anaknya. Jadi kondisi keluarga malah semakin sulit, bahkan sang anak malah mendapatkan rejekinya dari tangan orang lain. Bukan dari tangan orang tuanya.” Jawab mbok Djum menjelaskan

Aku hanya bisa manggut-manggut

“rejeki manusia itu sudah menjadi urusan Tuhan. Maka sebaik-baiknya orang tua adalah mereka yang mengambil peran Tuhan, yang berusaha mencukupkan rejeki anak-anaknya dengan tangan mereka sendiri.
Tidak menggantungkan kepada orang lain.”

“Bersyukurlah kamu masih diberikan kekuatan yang bisa kamu pergunakan untuk menjaga titipan anak kepadamu, mendidiknya, mencukupkan rejeki mereka serta menjadikan mereka pemimpin di atas muka bumi ini untuk mengajarkan hal-hal yang baik.”
“Terima kasih mbok.”

“Eh … selamat ulang tahun ya.”

“Ah, mbok Djum tahu aja.”

27 Komentar leave one →
  1. 16 Oktober 2011 10:27

    langsung bisa terbuka kok pak blognya🙂 btw fotonya buram ya

    mandor
    Disana cepet sekali ya aksesnya. Berarti masalah ada di saya kalo gitu
    Fotonya disengaja hanya bagian itu saja yang dilakukan editing

  2. 16 Oktober 2011 10:46

    Koment dulu, baca yang ulang tahun duluan😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    mandor
    iya … yang sedang ulang tahun mana ya xixixxixi

  3. 16 Oktober 2011 12:27

    jadi ceritanya ulang tahun yaa Pak?? selamat ulang tahun yaaaa😀

    mandor
    cerita ulang tahun hanya di akhir kata saja
    terima kasih atas ucapannya ya

  4. 16 Oktober 2011 21:08

    Ikut senang deh…😳

    mandor
    ikut senang apanya sop?

  5. 17 Oktober 2011 11:21

    Yup, tiap anak memang punya rejeki masing2. Tapi klo punya banyak anak gara2 pengen tambah rejeki, kasihan bumi dong. Tiap manusia kan juga bawa sampahnya masing2

    mandor
    lhaa itu yang penting. Banyak orang yang salah kaprah mengartikan kalimat sakti itu

  6. 17 Oktober 2011 11:29

    Alhamdulillat, selamt ya…

    *fotonya kabur mas*

    mandor
    terima kasih, terima kasih
    Fotonya memang disengaja dilakukan editing begitu karena ada foto keluarga

  7. 17 Oktober 2011 12:50

    Kunjungan pertama nih, Bang Mandor. Ruang tamunya cantik, Bang. Hehehe, ngga nyambung sama postingan, ya? Salam kenal…🙂

    mandor
    selamat berkunjung di blog saya ini, terima kasih atas kunjungannya ya
    Ruang tamunya cantik? tanya mbok Djum gih biar tahu resepnya gimana mbikin cantik

  8. 17 Oktober 2011 12:54

    Iiiiihh, lucu-lucu banget gadisnya, Pak Ndor. Wah, jadi ceritanya serumah paling ganteng nih? Uhuk…uhuk….

    Met ultah ya, Pak Ndor…panjang umur dan sukses selalu….

    (nunggu traktirannya)

    mandor
    lha kan sudah dibilang kalau aku adalah orang paling ganteng wkkqkqkkq
    Terima kasih atas doanya ya sist Cho. Traktirannya harus datang ke rumah sendiri

  9. 17 Oktober 2011 13:16

    selamat ulang tahun ya…semoga umurnya berkah dan sehat selalu. amin

    mandor
    terima kasih atas doanya ya

  10. 17 Oktober 2011 16:02

    waaa…. Pak Mandor ultah tho?
    Selamat ulang tahun ya Pak Mandor
    semoga selalu sehat dan hanya yg terbaik utk Pak Mandor dan keluarga dari Allah swt ,aamiin
    ( kapan makan2nya plus tumpeng nasi kuningnya? )😛
    salam

    mandor
    ulang tahun saya tidak pernah dirayakan bunda.
    Hanya kemarin pas bertepatan dengan slametan Salma, jadi ya bareng-bareng aja pestanya

  11. 17 Oktober 2011 17:21

    nambah umur.. tambah sering diaudit sama Salma.

    mandor
    Alhamdulillah, auditnya sebenar lagi diteruskan

  12. 17 Oktober 2011 17:26

    selamat ya

    mandor
    terima kasih kembali

  13. Irfan Handi permalink
    17 Oktober 2011 19:16

    Semoga rejekinya tetap lancar dan tentunya berkah. Amin.

    mandor
    alhamdulillah rejeki semakin lancar ketika usaha saya bertambah

  14. 17 Oktober 2011 20:35

    sy suka dengan penggalan kalimat ini “Bersyukurlah kamu masih diberikan kekuatan yang bisa kamu pergunakan untuk menjaga titipan anak kepadamu, mendidiknya, mencukupkan rejeki mereka serta menjadikan mereka pemimpin di atas muka bumi ini untuk mengajarkan hal-hal yang baik.”
    salam kenal ya🙂

    mandor
    sekali-kali kita mampir bareng ke warung mbok Djum. Beliau punya banyak sekali untaian kata mutiara yang bisa dipetik.

    Salam kenal kembali, senang berkenalan dengan anda

  15. 18 Oktober 2011 08:10

    iya tuh, padahal program KB itu baik untuk pertumbuhan ekonomi sebuah keluarga. Bahkan untuk kemajuan bangsa.

    mandor
    alhamdulillah … rejeki saya lancar jaya

  16. 18 Oktober 2011 19:14

    kunjungan pertama nih pak…
    btw selamat ulang tahun.. dan semoga bisa terus merayakan dengan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat… insya allah rejeki anaknya juga tambah besar🙂

    mandor
    terima kasih atas ucapannya ya
    saya sangat tersanjung sekali.
    Semoga doa-doa baik selalu dikabulkan olehNya

  17. 18 Oktober 2011 19:22

    ya ampunn
    lemandore toh mandor tempe *keplak zidat, kemana aja saya selama ini ya? :(*

    apa kabar mbok djum mas mandor?😀

    mandor
    kabar baik mbak Nike, saya sudah pindah alamat kali ini
    Semoga tidak bosan main di sini

  18. 18 Oktober 2011 19:25

    *balik lagi*
    weits .. mbok djum keren yah mpe hapal haul pelanggannya
    kayaknya saya mesti blajajr sama mbok djum niy soal yg satu ini
    karena saya masih sering melupakan ultah pelanggan😀

    itu anaknya mas? kok cantik? Beda banget sama bapaknya😀 *iyalah … wedhok yo ayu mosok kayak bapaknya kereng nanti elek yo hahahahaha*

    mandor
    Sebagai pengelola warung ada hal-hal kecil yang menjadikan beliau selalu dikangeni oleh pelanggannya. termasuk hal haul itu.
    hahaha iya, bener juga, anak wedok gak bakalan sama dengan bapaknya hihihi

  19. 19 Oktober 2011 09:48

    oh ternyata pak mandor anaknya udah 2 yachh….umurnya hampir sama ama anak2ku….

    met ulang tahun yachh…smoga sekelaurga selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT…amiin

    mandor
    alhamdulillah anak saya sudah 2, cantik cantik

  20. 20 Oktober 2011 09:56

    Allah membuka pintu pintu rezeki kepada Orang orang yang mau berusaha , alhamdulillah bertambahnya anaka menambah semangat anggota keluarga yang lain dan menambah kecerian Selamat Pak mandor

    mandor
    alhamdulillah Allah maha pembuka rejeki dalam segala hal
    Siapa yang berusaha mencapai keridhoanNya, maka apapun kebutuhannya akan dipenuhi bersama datangnya Ridho dariNya

  21. 20 Oktober 2011 12:41

    Mbok Djum datang, sambil ngobrol-ngobrol lagi🙂

    semoga sehat kang mandor

    mandor
    selamat datang mbok Djum, selalu ada kehangatan di sini

  22. 21 Oktober 2011 00:53

    jadi ingat dengan nama keponakan saya “salma” yang selalu memberikan “hoki” buat ortunya.

    mandor
    Nama memang hoki dan membawa rejeki
    Apalagi rejeki yang diusakan adalah rejeki baik
    Terima kasih pak Sawali atas kunjungannya

  23. 21 Oktober 2011 01:38

    wuaaaa unyu unyunyaaaa😀

    mandor
    mau gendong ya … sini …

  24. 22 Oktober 2011 14:52

    mas mandor baru ulang tahun rupanya ya
    saya telat ke mana2 nih, selamat ulang tahun

    mandor
    alhamdulillah saya ulang tahun pas hari itu. Senang sekali mendapatkan ucapan dari tante monda

  25. 24 Oktober 2011 15:32

    Wah..telat ni ngucapin ultahnya😀
    Oh..ya, fotonya ngeblur mas😀
    Sengaja atau nggak disengaja nih? Xixixix…😀

    mandor
    Ucapan selamat tidak ada kata terlambat mas
    Senang sekali masih ada yang memperhatikan keseharian saya, terima kasih ya
    Fotonya memang sengaja dibikin gitu, biar tidak kelihatan xixixixi

  26. 24 Oktober 2011 15:47

    Potonya tidak jelas pak🙂
    hehe..tp seperti itu saja udah cantik ya

    mandor
    kalau jelas malah lebih gawat (halah)

  27. 3 November 2011 23:08

    komentar telat: Finessa Mafalda panggilan rumahnya Salma, sipp, Damai,🙂

    mandor
    terima kasih atas ucapannya ya
    Semoga doa yang diucapkan terkabul oleh Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: