Skip to content

Tugas Akhir Tahun

5 September 2011

Muhasabah Akhir Tahun Pencapaian Diri Tahun 2010 Dengan Analisis SWOT

Abstrak
Bulan Desember adalah bulan terakhir pada suatu tahun. Pada bulan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan penghitungan dalam bentuk apapun. Penghitungan pada akhir tahun seperti ini lebih dikenal sebagai muhasabah. Penghitungan kontemplatif tentang apa-apa yang telah dilakukan pada sepanjang tahun sebelumnya dan penghitungan pada tahun mendatang,tentunya penghitungan-penghitungan baik sebelum dan sesudah bulan Desember bisa secara kualitatif maupun kuantitatif. Penghitungan dalam kurun pembeda waktu tersebut secara definisi bisa diringkas menjadi evaluasi dan perencanaan.
Kata kunci : muhasabah, kuantitatif, kualitatif, evaluasi, perencanaan

1. Pendahuluan

1.1 Latar belakang
Setiap orang selalu melangkah dari waktu ke waktu, baik disadari atau tidak perjalanan waktu telah menyita seluruh kegiatan yang telah dilakukan masing-masing orang. Mereka yang telah melakukan sesuatu dan bekerja keras dan mereka yang hanya bermalas-malasan dengan kehidupannya mempunyai komentar yang sama terhadap waktu, “Tanpa terasa Desember sudah tiba” atau “Tahu-tahu desember sudah hadir, saya belum melakukan apa-apa”. Bahwasannya setiap orang akan tergilas dengan waktu dan berkurang kesempatan umurnya, berkurang tenaganya, konsekuensi logisnya adalah manusia akan terus merugi[1], hanya orang-orang yang berbuat baiklah yang akan sejajar dengan waktu. Kondisi berputarnya waktu baik disadari ataupun tidak mengantarkan masing-masing orang menjadi seperti saat ini sebagai wujud apa-apa yang telah dilakukannya pada waktu-waktu sebelumnya.

1.2 Batasan masalah
Penghitungan akhir tahun tentang apa-apa yang telah dilakukan itu sangat beragam. Mulai dari perusahaan besar, organisasi, warung-warung kecil dan usaha rumah tangga hingga pada penghitungan diri sendiri. Karena luasnya permasalahan yang ada maka sesuai dengan literatur yang didapat[2] bahwa penghitungan atau muhasabah difokuskan pada 1. Blogging, 2. Karier atau pekerjaannya, 3. Kehidupan pribadi lainnya misalnya pendidikan,dll.
Oleh karena setiap orang mempunyai masalah dan kegiatan masing-masing, maka yang diamati hanya pada kisaran diri saya, penulis. Penulis sebagai subyek dan obyek pengkajian berikut dengan latar belakang yang ada pada dirinya. Rentang waktu yang dijadikan obyek analisis adalahtahun 2010 dan pembahasan rencana di tahun 2011. Batasan ini dibuat agar batasan tidak meluas kepada hal-hal di luar yang telah ditentukan.

1.3 Rumusan masalah
Kondisi penulis yang begitu kompleks sepanjang kehidupan ngeblog, pekerjaan dan kehidupan pribadi memang tidak mungkin dituangkan seluruhnya dalam kata-kata. Meskipun dalam batasan masalah sudah dikategorikan dengan baik, namun dengan kompleksnya masalah yang ada jadi rumit jika hanya terlintas di kepala. Oleh karena itu harus dituliskan tentang kata “kompleks” sehingga bisa dilakukan penghitungan, muhasabah terhadap diri pribadi penulis.
Tulisan ini ditujukan untuk menunjukkan adanya hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui bahkan oleh diri saya sendiri sehingga bisa dilakukan tindak lanjut atas apa yang telah ada tertulis nantinya.

1.4 Tujuan penulisan
Mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa-apa yang dialami sepanjang tahun sebelumnya sehingga menjadikan bahan evaluasi untuk menentukan rencana – rencana strategis yang harus dilakukan di tahun depan. Itupun kalau strateginya realistis, kalau strateginya masih di awang-awang maka akan menjadi tujuan di tahun depannya lagi (maksa).

1.5 Manfaat penulisan
Diharapkan dengan adanya tulisan ini mampu menjadi penyemangat hidup bagi penulis dan memunculkan pengembangan diri dari pendekatan kegiatan ngeblog, kondisi pekerjaan dan kehidupan pribadi. Bagi mereka-mereka yang mempunyai permasalahan yang sama dengan kondisi penulis saat ini bisa menggunakan cara-cara yang mirip sehingga pemecahan masalah yang ada tidak terlalu berlarut-larut.
Selain itu semoga dengan adanya tulisan ini teman-teman pembaca bisa mengingatkan saya kalau-kalau ada hal-hal yang menyimpang dari saya sehingga terciptanya hubungan yang mesra dan saling mengingatkan.

2. Dasar Teori

2.1 Bermuhasabah
Bermuhasabah artinya menghitung, terutama yang berkaitan dengan kuantitatif hingga kualitatif. Bermuhasabah sering dipakai untuk menghitung diri sendiri terhadap apa-apa yang telah dilakukan atau diperolehnya.
Melakukan muhasabah dengan cara apapun diperbolehkan. Memang pada awalnya muhasabah terhadapa diri sendiri tidak mempunyai standar yang jelas, maksudnya adalah masing-masing orang tidak mempunyai patokan yang sama sehingga penilaian menjadi beragam dari berbagai pandangan. Menurut Nart[3] dalam melakukan penghitungan sebisa mungkin didasarkan pada pencapaian target yang telah ditentukan pada awal melakukan setting. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian pada akhir periode penghitungan.
Ada banyak cara dan alat untuk melakukan muhasabah. Alat-alat uji tersebut harus disesuaikan dengan masalah yang sedang dihadapi. Alat uji yang canggih dan analisa mendalam belum tentu cocok dengan kondisi yang dirasakan masing-masing orang karena masing-masing orang mempunyai keunikan sendiri-sendiri dan bisa memilih alat uji yang cocok dengan dirinya. Atau bahkan membuat sendiri alat uji yang benar-benar menggambarkan tentang dirinya.
Seperti yang telah dikemukakan oleh sohibul hajat bahwa muhasabah disarankan menggunakan SWOT karena di dalam analisis SWOT akan mengemukakan apa-apa yang ada di dalam diri.

2.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah salah satu cara untuk menggambarkan dan memetakan kondisi yang ada serta mengevaluasi suatu masalah yang timbul. SWOT sendiri adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats[4]. Dalam memetakan kondisi SWOT dibuatkan dalam bentuk matrik segi empat dengan masing- masing kolom yang menggambarkan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Kalau tidak
memungkinkan untuk membuat matrik maka ada jalan lain yaitu dengan menuliskan pointmasing-masing SWOT dengan penjelasan seperlunya.
Selanjutnya setelah didapatkan keseluruhan point SWOT maka bisa ditentukan strategi – strategi yang terbentuk dari matrik SWOT. Strategi-strategi yang dimaksud adalah sebagai berikut :
Strategi SO : strategi pencapaian, mengejar peluang yang cocok untuk kekuatan diri.
Strategi WO : strategi pertumbuhan, mengatasi kelemahan diri untuk mengejar peluang.
Strategi ST : strategi bertahan, mengidentifikasi cara-cara diri dengan kekuatan yang dimiliki untuk mengurangi kerentanan terhadap ancaman dari luar.
strategi WT : strategi Diversifikasi, membuat rencana lain untuk menutupi kelemahan diri yang sangat rentan terhadap ancaman dari luar.
Seperti halnya penulisan SWOT, penentuan strategi masing-masing bisa dituliskan dengan poit-point dibawahnya dengan menggambarkan kondisi yang ingin dicapai berdasarkan apa-apa yang ada pada diri dan seluruh kondisi yang ada sekarang.

3. Mandor Tempe, dibalik nama yang tertera

3.1 Kondisi aktual
Sesuai dengan anjuran dari sohibul hajat, kriteria yang diajukan adalah 1. Blogging, 2. Karier atau pekerjaannya, 3. Kehidupan pribadi lainnya misalnya pendidikan,dll. sedangkan isi dari blog ini hampir berisi dari ketiga macam tersebut.
Sebelum melanjutkan membaca artikel, mohon dijawab pertanyaan saya : Ketika nama blog tidak sama dengan isi tulisannya, ketika pikiran tertipu dengan nama blog dan membaca artikel yang tidak diharapkan. Apa yang anda pikirkan? Dijawab dalam hati masing-masing saja, kalaupun ada yang berkenan menjawab di kolom komentar tentang blog ini silakan, akan saya jadikan bahan intersopeksi.
Banyak sekali yang mempertanyakan apa hubungannya antara tempe, elektronik, Mbok Djum dan desir angin. Memang kondisi seperti ini serasa kabur dan pembaca lebih mengarah kepada pragmatis saja yaitu menikmati tulisan yang ada tanpa ada pertanyaan lebih lanjut yang kritis. Saya memaklumi kondisi seperti ini, ada hal-hal yang tidak terkuak secara gamblang, tapi … bukankah di situ seninya tulisan di sini? Saya hanya berharap semoga pembaca tidak kapok dan mau berkunjung kembali ke sini.

3.1.1 Blogging
Perjalanan blogging saya hingga saat ini sudah berjalan selama setahun (ditambah bonus beberapa bulan). Jumlah artikel yang termuat sebanyak 84 buah yang terbagi dalam 8 kategori. Kategori dengan tulisan terbanyak ada pada “sehari-hari” sedangkan kategori yang denan isi paling sedikit adalah kategori “instrument”. Memang jumlah tulisan pada masing-masing kategori tidak berimbang karena masih harus memikirkan kata-kata yang pas pada para pembaca. Jumlah artikel yang termuat ada 84 artikel dengan 2266 komentar yang masuk.

“Kalau dihitung rata-rata maka satu artikel telah dikomentari berapa anak-anak?”

“Iya benar, Eh, tadi saya dengar ada yang bilang tiga ribu komentar, itu salah ya.”

Komentar sejumlah itu terhitung masih sedikit dalam perjalanan ngeblog saya yang masih berumur setahun ini.
Statistik pengunjung juga tidak begitu semarak, masih pada kisaran 100 – 150 pengunjung per harinya, itupun termasuk kunjungan saya sendiri yang hampir seperempatnya karena harus melakukan bersih-bersih di rumah sendiri (ngaku). Tidak ada yang terlalu istimewa dalam deretan statistik pengunjung dalam kegiatan ngeblog saya.

3.1.2 Pekerjaan
Tentang pekerjaan yang saya lakukan saat ini sudah beberapa kali di sebut bahwa dengan menjabat sebagai mandor di pabrik ini, saya berkewajiban untuk menjaga kelangsungan produksi. Semua masalah yang terjadi pada proses menjadi tanggung jawab saya. target-target produksi telah ditetapkan pada awal tahun oleh yang punya pabrik dan saya berkewajiban untuk mengkoordinasikan seluruh jajaran terkait demi tercapainya tujuan pabrik secara umum terlebih kepada tujuan khusus produksi.
Tidak jarang kejadian-kejadian yang terkait dengan pabrik saya tuliskan karena memang blog ini menyediakan cerita-cerita sisi pabrik dengan segala hal yang terjadi di dalamnya. Ada kalanya saya meminta pendapat kepada para pembaca, ada kalanya juga saya berbagi tentang kejadian yang aneh, unik bahkan kegiatan yang umum. Ada kalanya juga saya menuliskan apa-apa yang saya punyai di otak dan di dalam hardisk ini. Semuanya saya tuliskan dalam rangka berbagi.

3.1.3 Kehidupan
Kehidupan pribadi, eemm… Saya rasa hanya sebagian kecil kehidupan pribadi yang saya tulis. Artikel saya yang satu ini mungkin hanya sekilas munculnya. Bahkan beberapa sahabat sudah bisa menebak, yup benar, tentang Perempuan Desir angin. Kisah seribu satu rasa hati yang mengisi setiap sudutnya, melenakan pelaku dan pembacanya. Kisah romantis berbalut keindahan, berbicara tentang cinta yang tak pernah terucap.
Memang artikel tentang Perempuan Desir Angin terkesan metafora dan banyak bumbunya di setiap cerita namun semoga saja sahabat bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Bahkan mungkin terbesit di benak pembaca apakah cerita tentang Perempuan Desir Angin ini nyata atau fiksi? Saya tidak menjawab apapun.
Bagi yang ingin mengetahui kisah selanjutnya, Apakah yang akan terjadi pada saya, Perempuan Desir Angin, dan sahabat-sahabat lainnya silakan mengikuti kelanjutan ceritanya. Harapan saya semoga tidak bosan dengan cerita itu.

Becerita tentang isi blog dan pekerjaan saya sehari-hari, sekilas saya berikan gambaran kondisi lingkungan dimana tulisan ini dibuat. Bagi saya yang paling berkesan adalah komen-komen yang masuk. Banyak diantara pembaca langsung terserang pusing mendadak karena membaca postingan teknis, terserang penyakit ramudengitis yang artinya penyakit tidak mudheng / tidak mengerti, terpesona dengan roman cinta dan tertawa bersama dengan kondisi yang ada. Saya akui saya sangat menghargai komen-komen yang mengomentari postingan yang ada, maka sebagai rasa hormat saya sebisa mungkin saya membalas setiap komen yang masuk, apapun kondisinya.

3.2 Isi yang termuat
3.2.1 Tentang pabrik
Beberapa sahabat mengetahui pabrik tempat saya nguli saat ini, namun bagi rekan-rekan yang belum tahu silakan bertanya kepada yang sudah tahu. Sudah barang tentu, pabrik tempe tempat saya nguli ini selalu memberikan saya inspirasi untuk menulis, menulis tentang keseharian dan seluruh kejadian yang ada di pabrik ini. tentang sistem yang sedang berjalan, tentang manajemen yang dipakai, tentang ilmu proses yang digunakan, tentang mesin-mesin yang dibutuhkan dan lain sebagainya.
Hal-hal yang membuat saya senang adalah beberapa diantara pembaca mampu menyelesaikan membaca hingga akhir dan bertanya tentang sesuatu hal yang tidak dimengertinya.
Selain itu kesenangan saya ada pada mereka-mereka yang meminta saran saya untuk menjelaskan sesuatu. Beberapa diantaranya sedang mengerjakan skripsi, melakukan project perbaikan atau sedang melakukan penelitian. Alhamdulillah saya bisa membantu memberikan jalan permasalahan yang dihadapi. Sebuah kebahagiaan yang tak ternilai manakala seseorang mengabarkan keberhasilannya secara onlen dalam menyelesaikan skripsinya, projectnya dan penelitiannya.

3.2.2 Leader
Mengurus barang, instrumen, sistem, dan anak-anak sejumlah itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Saya pasti membutuhkan beberapa leader untuk membantu mengatur agar proses berjalan sesuai dengan yang hiharapkan. Beberapa nama leader pernah muncul seperti Tono. Bahkan pernah saya menuliskan salah seorang anak saya bernama Ara, sekarang sudah diangkat menjadi salah satu leader, selamat ya.
Pengetahuan tentang manajemen yang solid sangat dibutuhkan dalam pengelolaan proses. Perlu kesabaran menghadapi masalah-masalah yang terjadi, mengambil keputusan yang tepat dan bersikap santun. Sungguh hal yang tidak mudah. Saya tanamkan kepada leader bahwa sisi humaniora dalam diri seorang pemimpin merupakan salah satu penyebab berhasilnya kepemimpinan.

3.2.3 Tentang warung Barokah
Pertanyaan saya, dimanakah sahabat menghabiskan waktu istirahat siang anda? banyak pilihan kegiatan dan tempat kunjungan. Kalau saya memilih warung makan untuk mengisi perut yang sudah kosong. Warung ini, setiap siang saya selalu mampir ke sana untuk makan siang. Tujuannya memang itu, istirahat siang dan makan untuk menambah tenaga disamping bersosialisasi dengan buruh pabrik tetangga dan penjual-penjual di sepanjang jalan. Ada banyak sekali pelajaran yang bisa diambil.

3.2.4 Mbok Djum
Tidak disangkal lagi, beliau adalah inspirasi saya dalam melakukan pekerjaan yang sedang saya jalani. Mbok DJum pemilik warung Barokah yang setiap hari melayani buruh pabrik seperti saya ternyata tidak sekedar pemilik warung biasa. Pengalaman kehidupan yang pernah dijalaninya diutarakan oleh beliau tanpa merasa menggurui. Mungkin bagi beliau adalah percakapan biasa namun bagi saya adalah pelajaran kehidupan yang membumi yang bisa diterapkan di segala kondisi baik di pabrik maupun kehidupan sehari-hari.

3.2.5 Sunarti a.k.a Nart
Aha, bercerita tentang Nart ini tidak akan ada habisnya. Nart adalah salah seorang pembantu di warung mbok Djum namun mempunyai kelebihan yang sangat menonjol dibanding dengan yang lainnya. seorang wanita yang cerdas dan enerjik, bekerja di warung mbok Djum untuk membiayai sekolahnya, yup, dia adalah seorang mahasiswi, saya tidak tahu persis sekarang dia mengambil jurusan apa namun kalau sedang berbicara tentang data statistik saya langsung dibuat pusing tujuh keliling. Beruntung saya punya teman cerdas seperti Nart ini, beberapa pekerjaan saya dari pabrik saya konsultasikan kepadanya dan langsung dapat solusinya. Meskipun ada beberapa pertanyaan besar yang masih menggantung namun itu bisa ditanyakan di lain kesempatan.

4. Muhasabah

Tahun 2010 akan segera berakhir, hal ini menandakan saya harus bersiap-siap dengan evaluasi. Menghitung apa-apa yang telah saya lakukan di satu tahun kemarin dan mencoba untuk merumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun depan.
Pencapaian karir dan pekerjaan selama 1 tahun kemarin ternyata masih tidak berubah, hingga kini masih memegang status sebagai mandor. Namun yang namanya belajar tidak akan pernah berhenti sampai di sini. Waktu terus berjalan, belajar tetap berlanjut.
Pencapaian posting dalam dunia blogging selama 1 tahun kemarin (ditambah bebera bulan sebelumnya) masih memprihatinkan, hanya 84 postingan saja. Hal ini memacu saya untuk lebih banyak lagi dalam menulis, berkarya dan berbagi melalui media blog.
Tentang kehidupan pribadi adalah aktualisasi diri. Aktualisasi diri bisa dilakukan jika ada hubungan dengan orang lain. Ekspresi dan aktualisasi itu ditujukan untuk peningkatan diri yang dinilai oleh orang lain. Namun sayangnya selama setahun ini ternyata teman saya hannya bertambah 3% saja.

Muhasabah diri yang didasarkan dengan metode SWOT dirumuskan sebagai berikut:

Kekuatan :
– Pencapaian indeks KPI tahun ini 4.2 dalam indeks 5.0
– Ilmu dan berbagai macam training yang telah didapatkan dengan dibiayai oleh perusahaan
– Penerapan ilmu langsung di lapangan/proses sehingga bisa mengetahui permasalahan yang terjadi. Mengetahui perbedaan antara teori dan praktek serta analisis dan perbaikan yang dilakukan.
– Ide-ide menulis sudah bertumpuk di otak siap untuk dikeluarkan. Kategori yang ada dipertahankan dan bersiap untuk menambah kategori baru yaitu kualitas
– Komentator dalam tiap postingan saya selalu di atas 3000 komentar (GLODAK)
– Desir angin, love never ending

Kelemahan :
– Kemampuan dalam menjelaskan yang masih terlalu rumit
– Sering menjadi penyebab timbulnya sakit pusing mendadak dan ramudengitis
– Kurangnya bersosialisasi
– Tidak punya jaringan internet di rumah, maklumlah masih kuli pabrik

Peluang :
– Kemungkinan meningkatkan karir dengan konsisten menulis teknis
– Menjadi trainer untuk seluruh hal yang telah saya pelajari : SCM, ISO 9001, Quality Engginering, QMS, Industrial engineering,EMS,Continuous Improvement dll.
– Adanya berbagai kontes menulis dan blogging yang bermanfaat dan menghasilkan
– Menulis buku

Ancaman :
– Terbongkarnya diri saya yang ternyata hanya seorang kuli pabrik
– Gaptek dengan setting blog. Jika wordpress tutup dan Matt memutuskan untuk berhenti maka tulisan saya musnah
– Hiatus

Melihat analisis SWOT di atas,saya berpikir sejenak mengumpulkan kekuatan. Memahami segala yang ada pada kondisi sekarang untuk merumuskan apa-apa yang akan dilakukan pada tahun depan. Maka disusunlah strategi-strategi yang akan dilakukan di tahun 2011. Strategi masing-masing sebagai berikut :

Strategi pencapaian
1. Segera meningkatkan kemampuan dan keahlian.
karena pekerjaan ini membutuhkan orang yang mempunyai passion yang lebih. Orang yang lebih mengerti terhadap suatu bidang akan mengendalikan keadaan. Seperti halnya saya, menjadi orang lebih tahu akan membawa kepada keuntungan tersendiri disamping pendapatan materi.

2. Berbagi ilmu dengan cara apapun
Ilmu yang ada di otak ini segera dikeluarkan karena terlalu lama mengendap. Ilmu itu kalau hanya disimpan di otak lama-lama akan menguap [7] oleh karena itu harus segera diikat dengan dituliskan baik di blog, di power point, di pdf di doc, atau di media-media yang lain.

3. Menulis lebih banyak untuk mengasah kepekaan dan pengayaan kata-kata
Memang tidak dipungkiri keinginan saya untuk menulis lebih banyak hanya sekedar keinginan saja kalau tidak segera ditindak lanjuti. Tahun ke depan harus mempunyai target menulis sebuah buku. Namanya juga target, tercapai maupun tidak itu masalah nanti.

Strategi pertumbuhan
1. Mencatat semua bentuk ilmu
selalu membawa buku catatan ke sumber-sumber ilmu. entah itu di seminar-seminar, pelatihan, teknik perbaikan dan penyelesaian bahkan ke warung Mbok Djum atau ucapan-ucapan Nart yang cerdas itu.

2. Membaca kembali, mengulang kembali
Seringkali saya abai terhadap apa yang telah kudapatkan. Hal-hal sepele seperti pelajaran SMA dulu sekarang sudah tidak mampu lagi untuk memikirkannya lagi padahal kalau benar-benar dikerjakan pasti bisa. Membaca kembali adalah salah satu jalan untuk refreshing otak agar tidak pikun.

3. Menjadi sahabat yang baik bagi semua orang
Bersosialisasi dengan teman-teman yang telah diketahui. Mencoba hal-hal baru, perkumpulan baru yang mendorong peningkatan relasi sehingga bisa lebih dikenal di berbagai kalangan. Sebisa mungkin berkenalan dengan om trainier sehingga bisa ditarik menjadi trainer *ngarep dot com.
Menjadi sahabat sejati Perempuan Desir Angin, merajut sulir-sulir cinta dalam kehidupan.

Strategi bertahan
1. Menulis lebih banyak.
Menulis lebih banyak akan semakin mengajarkan saya untuk bisa koreksi hasil tulisan sendiri. Kalau saya sendiri pusing membacanya apalagi orang lain.

2.Menambah relasi
Kopdar. tidak ada komentar lain.

3. Berusaha mendapatkan jaringan internet di rumah
Salah satunya adalah dengan mengikuti kontes KUMAT yang diadakan oleh pakde. Saya berharap besar untuk mendapatkan modem tersebut agar jaringan internet di rumah bisa lancar jaya.

Strategi diversifikasi
1. Jangan hiatus
Sebuah kata yang harus saya jaga agar tidak tertular oleh teman-teman saya terdahulu

2. Membuat karya baru
Untuk menutupi kekurangan dan kebuntuan otak, maka harus ada akrobat karya baru yang bisa mendefinisikan, mengaktualisasikan diri saya dimanapun berada.

5. Penutup

5.1 Kesimpulan
– Ternyata mengulang masa-masa membuat paper seperti ini sangat susah, patut dicoba bagi yang merasa tertantang monggo silakan.
– Gambaran tentang diri penulis sedikit terkuak sehingga bisa menentukan arah untuk tahun depan. Bermanfaat atau tidaknya mari kita lihat hasilnya tahun depan.
– Apa-apa yang tertulis di atas sebisa mungkin dilaksanakan terutama oleh penulis untuk pengembangan di masa mendatang.

5.2 Saran
Dengan strategi-strategi yang telah dipaparkan oleh penulis di atas semoga bisa bermanfaat terutama bagi penulis sendiri dan pada para pembaca pada umummnya. Kepada para pembaca yang mempunyai problem yang sama atau mirip seperti di atas semoga bisa terbantu. Untuk saran dan kritik bisa disampaikan pada kolom komentar di bawah untuk perbaikan penulisan di lain kesempatan.
Penentuan strategi dan target terlihat terlalu muluk sehingga diragukan kemampuannnya ntuk mencapai. Alih-alih tercapainya tujuan malah yang ada rasa minder karena terlalu tingginya target yang ditentukan.

“Yo ben!”

Penulisan ruwet seperti ini menyebabkan pembaca langsung skip dan tidak tertarik menuntaskannya.

“apa tidak takut ditinggalkan pembaca?”

“Oo, kalau itu sih tidak masalah bagi saya, yang penting saya punya satu pembaca khusus yaitu sang Juri hehehe “

“Ternyata ikut-ikutan KUMAT [5] juga”

“Bukan ikut-ikutan, tapi ikut beneran!”

Catatan kaki
[1] QS. Surat Al Ashr. Demi waktu, sesungguhnya orang-orang dalam keadaan merugi kecuali orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berbuat baik.
[2] KUMAT pada http://abdulcholik.com/2010/11/16/kontes-unggulan-muhasabah-akhir-tahun
[3] Nart “Evaluasi dan plan untuk ke depan harus ada patokan penghitungan. Perbandingan pencapaian dengan plan di awal menunjukkan performa dari kinerja dalam suatu kurun waktu tertentu”
[4] Karena bahasan analisis SWOT sudah pernah saya tuliskan, maka sebagai dasar teori akan saya singkat saja. Sebagai pendalaman silakan menuju ke postingan ini.
[5] Paper ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: