Skip to content

Bertamu

5 September 2011

Bertamu itu ya bertamu.

Tidak ada maksud lain yang dibawa selain silaturahim antar kerabat, saudara, tetangga dan rekan. Membicarakan apa-apa yang sedang hangat terjadi di lingkungan sekitar. Seperti layaknya ngobrol biasa antar teman namun tidak berada di pinggir jalan. Ini tempatnya di ruang tamu rumah kita atau rumah orang yang dikunjungi. Ya, bertamu seperti maksud yang terkandung dalam kata itu.

Saya tidak tahu apakah bertamu ini termasuk dalam kategori budaya atau tidak. (sekilas terdengar bahwa korupsi sudah masuk dalam kategori budaya, sungguh berat tugas departemen kebudayaan kita). Terlihat masa sekarang sudah jarang sekali ditemui kegiatan bertamu, seakan-akan tidak pernah dilakukan kegiatan ini sejauh mata kita memandang. Kalau bertamu itu dianggap sebagai budaya, maka sudah barang tentu budaya tersebut hampir punah sekarang.

Sebuah pertanyaan kecil dari saya. Apa yang terlintas dalam benak anda ketika ada seseorang bertamu ke rumah? Yup, sebagian besar menjawab “orang ini maunya apa?” atau “ada perlu apa?”. Karena dalam keseharian kita sekarang sudah begitu. Kita hanya akan bertamu kalau ada maunya. Mau minta tolong, pinjam uang, pinjam mobil, iuran wajib warga, minta sumbangan, atau mau ngajak anaknya nonton bioskop. Hanya pada saat-saat seperti itulah kita berhadapan di ruang tamu tidak lebih. Mungkin ada beberapa sih yang masih rela menyempatkan diri bertamu seperti pada ketua partai, tokoh masyarakat atau ke rumah pak Kyai. Alhamdulillah mereka masih mentradisikan bertamu itu.

Dulu sewaktu kecil, ketika liburan sekolah saya selalu ditempatkan di rumah mbahkung. tentunya saya mengetahui kegiatan kegiatan mbahkung dalam kesehariannya, salah satunya adalah kegiatan bertamu ini. Hampir setiap hari selalu saja ada tamu di rumah. Kalau sedang tidak ada tamu, mbahkunglah yang berangkat ke rumah tetangga untuk bertamu. Membicarakan apa saja yang terjadi, harga sayur, pupuk, tetangga itu menikah dengan siapa, yang di sebelahnya sudah punya cucu, sawah dalam kondisi basah, kelapa sedang berbuah lebat, tahlilan di rumah pak nganu malam jumat legi, pokoknya macam-macamlah yang dibicarakan. Hingga pernah saya tertidur sewaktu ikut mbahkung bertamu. Lha wong bertamunya saja sampai lampu petromaxnya kehabisan minyak gas, jam setengah 12 malam baru pulang.

Sekarang pas lagi ada momentum, yaitu lebaran. Saya yakin
di setiap meja ruang tamu pasti ada makanan kecil. Makanan itu tidak lain adalah untuk menghormati tamu yang hadir bukan? (jangan dijawab bukan ya). Pertanyaan saya yang kedua, sudahkah anda bertamu? menikmati hidangan yang telah disediakan dan mengobrol dengan mereka-mereka. Kok rasa-rasanya saya sangsi, pasti sebagian besar hanya salaman sedikit, basa-basi duduk sebentar dan kemudian segera beranjak ke tempat lain tanpa sempat membuka toples dan kaleng makanan itu.
Kalau saya dulu, ketika bertamu saat lebaran di rumah mbahkung, benar-benar silaturahim. Kalau belum makan nasi atau ketupat tuan rumah, jangan harap bisa pulang. Alhasil, sampai rumah langsung kenyang. Tapi itu dulu, yang selalu terbentur lagu lama nostalgia “kan jaman sudah berbeda sekarang, tidak bisa disamakan lagi.”

Saya merindukan suasana bertamu. Mengunjungi teman, tetangga dan berhadapan di ruang tamu sambil ngobrol di ruang tamu seperti yang dilakukan mbahkung kala itu. Sebuah tantangan bagi saya juga anda.

Jika ketika anda bertamu kemudian mendapatkan pertanyaan “Ada perlu apa anda ke mari?” berarti anda gagal bertamu.

Berani coba?

Selamat Idul Fitri dan nikmati saat-saat bertamu anda.

49 Komentar leave one →
  1. Vyan RH permalink
    5 September 2011 19:36

    Aku sekarang bertamu ke tempat mas Mandore.. disuguhi sirop Marjan dan pisang goreng…😀

    mandor
    Tinggalpilih saja suguhan yang disediakan. Mau minum sirup apa beverages ? (saya ndak nyebut merek lho, hanya menampilkan saja di atas itu hihihihi)

  2. 5 September 2011 19:54

    Dalam suasana lebaran seperti ini hampir tak pernah ada pertanyaan “ada perlu apa Anda kemari?” karena si pemilik rumah sudah tahu bahwa kedatangan tamunya itu ya untuk bertamu alias silaturrahmi.

    mandor
    benar sekali, mumpung masa-masa lebaran ini adalah momentum untuk bertamu maka nikmatilah selagi tidak ada pertanyaan itu
    Silaturrahim antar tetangga dan sanak saudara memang penting

    • 5 September 2011 20:10

      kalo bertamu ke rumah paman Gober pasti ditanya kek gitu deh😆

      mandor
      hahaha apa jangan-jangan mau berkunjung ke rumah uangnya itu … mungkin minjem uang😀

  3. 5 September 2011 20:45

    kayaknya kalo kita datangnya pas lebaran ngga ada tuan rumah yang nanya seperti itu…ada juga para tamunya yang nanya….ada kue apa nech? hehehhe

    mandor
    halah … ini tamunya malah minta macem-macem. Ada kue apa nasi sama baksonya gitu kek😀

  4. 5 September 2011 21:01

    🙂 yuk bertamu….

    mandor
    mari bertamu ke rumah saya, makanan dan kue sudah siap sedia kok

  5. 5 September 2011 21:30

    rumah yang indah adalah yang selalu meriah dengan silaturrahmi.. bila tidak, maka ia tak ubahnya kuburan saja.. begitu kira² kata khalil ghibran.

    hmm, benar itu nak Leman
    datang bertamu adalah sebuah tantangan,
    makanya saya datang kesini memenuhinya
    **tp gak nemu kripik tempe malang, hiks

    mandor
    sungguh menyenangkan apabila sebuah rumah selalu sibuk dalam melayani tamu karena masing-masing tamu membawa rejeki sendiri-sendiri masuk ke dalam rumah
    Tempe malangnya masih belum dipesan😛

  6. 5 September 2011 22:41

    Jika ketika anda bertamu kemudian mendapatkan pertanyaan “Ada perlu apa anda ke mari?” berarti anda gagal bertamu.

    Saya tersenyum Mas Sus …
    Mengapa tersenyum ?
    Sebab … I share the same feeling …
    Saya balikkan ke diri saya sendiri … saya kalau bertamu ke rumah orang … dan di waktu yang non lebaran … itu pasti ada maksudnya … meskipun hanya sekedar menyampaikan pesan dari orang lain kepada si empunya rumah …

    Salam saya mas Sus …
    Anyar ki ?🙂

    mandor
    tuuh kan bener, pasti om trainer kalau bertamu kalau ada maunya thok😀
    Makanya tamu-tamu sekarang kok sudah jarang sekali ditemui karena persepsi kita sudah dibentuk seperti itu.

    Ini blog baru om, saya mohon dukungannya😀

  7. 5 September 2011 23:02

    Lho…? Ini blog baru toh?❓

    Maap lahir batin yo, Mas.🙂

    mandor
    kelihatannya bagaimana?
    Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan yang pernah saya perbuat di waktu yang lalu ya

  8. 5 September 2011 23:33

    Gambar suguhan makanan yang menggiurkan, tapi ngomong-ngomong ketupat sebagai maskot Lebarannya dah abis ya Pak..

    Salam Kenal, Maaf lahir batin…

    mandor
    Kalau ketupat ya tinggal ke meja makan saja, ayo silakan ke dalam😀

  9. 6 September 2011 03:09

    Saya relakan menempuh ombak bergelombang ria demi bertamu di hari lebaran ini ke rumah para tetangga nun jauh disana. Bertamu yang sekali setahun ini sungguh nikmat. Ditempat saya bertamu dihari lebaran itu disuguhi makanan enak. Salam.

    mandor
    Alhamdulillah masih mau bertamu meskipun menempuh gelombang ombak yang jauh di sana
    Apalagi ketika bertamu mendapatkan makanan yang tidak ada di tempat kerja hihihihihi sungguh menggiurkan

  10. 6 September 2011 05:19

    saya malah ndak bisa membayangkan kalau bertamu akan mendapatkan pertanyaan semacam itu, mas mandor, sehingga ndak pernah punya nyali utk mencoba, hehe … selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. semoga berkah dan rahmah senantiasa tercurah buat mas mandor dan keluarga.

    mandor
    saya yakin kalau pak Sawali yang bertamu tidak akan mendapatkan pertanyaan seperti itu karena pak Sawali sudah terbiasa bertamu ke rumah orang
    Selamat Idul Fitri juga, mohon maaf lahir batin

  11. 6 September 2011 07:57

    Ikut bertamu di blog (agak) baru

    mandor
    kok pakai (agak) pak Mars, ini kan masih baru, masih kinyis-kinyis …

  12. 6 September 2011 08:14

    Bertamu itu silaturahmi, dan itu adalah ibadah..🙂

    mandor
    benar sekali mas Gie, sayangnya kadang di waktu lain, kegiatan bertamu itu masih dicurigai dengan pertanyaan di atas

  13. 6 September 2011 08:45

    Mohon maaf lahir-batin. Meski terlambat beberapa hari, bukalah pintu maaf untuk saya,
    nb: itu merk barang2nya keliatan.. hehe

    mandor
    mohon maaf lahir dan batin juga
    Merek-merek di atas, saya tidak menyebutnya kok hihihihi (ngeles)

  14. 6 September 2011 09:34

    Kalo di Jayapura sini, bertamu disaat hari raya masih sangat kental😀
    Beda banget saat saya natal di Solo dulu, disana malah pada berlibur ke objek2 wisata😀

    mandor
    seharusnya seperti itu. Bertamu menambah keakraban antar sesama warga kampung

  15. 6 September 2011 15:25

    Syukur alhamdulillah tak ada yang tanya seperti itu. Biasanya sih ditanya “Tumben dolan?”
    Sama saja, ya? hehe

    mandor
    hahahahaha … setali tiga uang alias sama saja

  16. 6 September 2011 17:22

    menurut saya, bertamu juga budaya di saat lebaran, budaya yg baik (^_^)

    mandor
    budaya ya. silaturrahim yang harus dilestarikan kalau begitu

    • 9 September 2011 14:38

      yes, dan semoga lestari terus😀

      mandor
      Mari kita budayakan terus

  17. 6 September 2011 23:54

    Saya bertamu ke blog ini juga sebagai balasan dari kunjungan mas mador, jadi tetap ada maksunya juga toh. Sebagai kunjungan balasan he3x

    mandor
    jadi kesimpulannya gimana? Berarti bertamu itu mempunyai maksud silaturrahim ya. Kunjungan balasan termasuk silaturahim kan …

  18. 7 September 2011 06:27

    bertamu.. yup, kebiasaan ini makin sering dilakukan pas lebaran.. yang jelas, biasanya kalo bertamu pas lebaran.. jaraang ada yang bilang atau nanyain : mau apa dateng kesini?. yang ada ditanyain : mau minum apa?. hehehe.. kecuali kalo tuh orang keseringann bertamu minjem duit atau bikin masalah😛

    betewe, mumpung masih suasana lebaran mau ngucapin maaf lahir batin.. maap-maap kalo selama ini banyak salah komen atau tindakan yang kurang menyenangkan

    mandor
    mumpung masih dalam suasana lebaran ini memang kegiatan bertamu sering dilakukan tanpa ada prasangka yang aneh-aneh, tanpa ada prasangka “selalu ada butuhnya”. Namun di kesempatan lain, bertamu masih menyisakan tanda tanya yang besar. Adakah bertamu yang tidak ada keperluannya selain silaturahim?

    Mohon maaf lahir batin juga ya

  19. 7 September 2011 09:18

    hehehe, dadi isin mocone….

    apalagi di jkt…sama tetangga depan rumah aja ga kenal😦

    mandor
    lhaa ini pasti sudah sangat parah individualisnya … kalau ada rumah tetangga kebakaran bakalan cuek aja itu hihihi (nakut-nakutin)

  20. 7 September 2011 10:40

    salam lekom
    saya mau bertamu ini mana orangnya?
    *celingakcelinguk*

    mandor
    waalaikum salam kajol
    Silakan mampir, mari masuk. monggo disambi suguhannya

  21. 7 September 2011 19:12

    jadi pingin bertamu ke tempat mas nya nih :p

    mandor
    mari silakan mampir ke rumah saya
    Gak papa kok gak bakalan ditanya “ada perlu apa”

  22. 7 September 2011 23:30

    budaya nonggo wis hampir punah sam di negeri ini.. tapi kalau sampean mau bernosatalgia dengan budaya itu, saya sarankan ke desa-desa terpencil saja macam Ranu Pane di kaki Semeru.. saya sudah merasakan kok, meski udara dingin di sana, tapi terasa hangat karena budaya nonggo penduduknya..

    sam minal aidzin ya.. mohon maaf lahir batin kalau ayas ada khilaf sama umak.. hehehe

    salam Aremania saaaaam…

    mandor
    Alhamdulillah nonggo sik dianggep budaya yo.
    Memang bertamu makin jarang dilakukan, bahkan dalam masa-masa lebaran ini pun serasa hanya basa-basi saja. Rasa-rasanya kegiatan bertamu itu hanya ada di pelosok daerah-daerah yang masih guyub rukun. mbahkung saya berada di Tumpang-Karanganyar-Wajak (kab Malang), itu masih terhitung kaki semeru gak ya?

    Aremania salam satu jiwa

    • 8 September 2011 02:18

      Mas Lozz bilang itu nonggo ya…kok saya malah suka sebel kalau Bunda itu kadang suka nonggo😀 [soalnya arti nonggo berbeda ditempatku]

      mandor
      Nonggo kata dasarnya adalah Tonggo (Tetangga) dalam bahasa Jawa. Nonggo dalam artian bebas adalah bertamu, silaturrahim. Bukan begitu masLozz

  23. 8 September 2011 02:15

    Kayanya moment paling tepat emang pas lebaran ya Mas, bertamu tanpa ada maksud kecuali bersilaturahmi🙂

    Saya nggak kepikiran sih…. karena saya emang suka iseng sj mampir ke tempat teman, atau bibi jika begitu ada waktu…..

    mandor
    alhamdulillah kalau masih ada yang melestarikan kegiatan bertamu tanpa ada maksud tersembunyi. Bertamu itu adalah silaturahim mempererat hubungan, tanpa embel-embel apapun ya.

  24. 8 September 2011 08:03

    Hehe… Kalo nggak pada momen yang pas (semacam lebaran), mungkin tuan rumah bakal mikir “TUMBEEENNN”😀

    Masih suasana lebaran nih, mohon maafkan segala salah dan khilaf saya ya…🙂

    mandor
    naahh itu juga salah satu gelagat pemikiran orang sekarang. Kegiatan bertamu sudah merupakan hal yang aneh kan ?!

  25. 8 September 2011 09:02

    Bertamu pada saat-saat istimewa adalah silaturahmi….
    menurut saya ada bedanya bertamu dengan silaturahmi.🙂

    mandor
    bertamu pada saat biasa-biasa adalah menyambung kekerabatan, mempererat hubungan antar tetangga (menurut saya itu adalah silaturahim juga). Kalau kita berbeda istilah, monggo saja saya tidak memaksa😀

  26. 8 September 2011 09:03

    kalo saya ijin bertamu kesini yah mas…
    gak usah ditanya tujuannya apa…
    mau menyapa aja..hehehe….🙂
    salam..mohon maaf lahir batin juga yah mas..

    mandor
    Woo tenang, saya dengan senang hati menerima tamu-tamu saya yang berkenan berkunjung.
    Monggo silakan datang

  27. 8 September 2011 11:36

    saya pengen tapi ketan aja , wah keknya saya paling seneng tuh . bisa di krim ga ke kawanlama 95. Minta tolong sebarkan tentang artikel PENGOBATAN NABI.

    mandor
    Tape ketannya hanya ada di rumah. Kalau dikirim liwat email gimana hihiihihihi …

  28. 8 September 2011 15:03

    Lhoh, kayaknya kemaren aku udah bertamu, kok belum meninggalkan jejak ya.. lupa bangggggg.. maap.. hehehe…
    yang paling menyenangkan dari bertamu adalah melihat senyum ramah sang tuan rumah.. menentramkan..🙂

    Tape Ketannya gak dikirim kerumah bang? tak tunggu lho

    mandor
    Sang tuan rumah sudah bersiap memberikan senyuman paling manis untuk tamu yang satu ini.
    Ngomong-ngomong tape ketan item itu hanya ada di meja ruang tamu, tidak dikirimkan hahahahaha

  29. 8 September 2011 17:05

    Di kampung saya tradisi bertamu hingga larut malam sekedar ngobrol ngarol ngidul seperti saat Bang Mandor cilik dan MbahKung itu masih ada sampai sekarang. Dan kalo lebaran, emang harus makan nasi atau lontong di rumah yang di tamui. Kalo nggak mau makan, tuan rumah bakal muntab, tersungging.

    Tapi kalo di tempat tinggal saya sekarang (Pulau Bintan), bertamu saat lebaran hanya sampai didepan pintu, salaman, habis tu pamit ke rumah sebelah, dan seterusnya..😀

    mandor
    ya seperti itulah yang saya rasakan sekarang ini.
    Nostalgia bertamu yang sangat jarang sekali saya rasakan di kota tempat saya nguli sekarang.
    Apa saya balik saja ke kampung ya #halah#

  30. 8 September 2011 19:20

    hii salam kenal iya dari vira ..🙂
    jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
    wah bagus juga iya blog ka2 … ^_^ good luck iya…..

    mandor
    salam kenal juga, Terima kasih sudah mampir ke sini

  31. 9 September 2011 14:29

    Horeeee… rumah baru yaa? Isih mambu cat iki…. Kapan slametane, Bos?
    Met Idul Fitri, Pak Ndor, kumaafkan dikau lahir dan batin (lho?)😆

    Sekarang ndak ada lagi budaya bertamu gitu, Pak Ndor. Kalo Lebaran bermaaf-maafannya di jalanan sehabis sholat Ied. Semua orang kompleks bertemu dan bersalam-salaman di jalanan, setelah itu semua ngabur tak berbekas berkunjung ke sanak family.
    😀

    mandor
    rumah baru setelah lebaran, makanya saya mohon maaf sebanyak-banyaknya terhadap segala kesalahan yang saya perbuat.
    Semoga berkenan
    Mulai saat ini kita budayakan bertamu antar sesama

  32. 9 September 2011 17:19

    Iya kalo toh kita bertamu disuguhi paling-paling dengan aqua gelas, sebuah generalisasi yang menyedihkan..😦

    mandor
    makanya itu, sepertinya kegiatan bertamu lebih diasumsikan sebagai permintaan tolong.

  33. 9 September 2011 17:44

    saya juga rindu bertamu..sudah lama sekali saya ga melakukannya.. saya mau bertamu ahh

    mandor
    silakan kalau mau bertamu di sini. Ada suguhannya silakan dicicipi

  34. 9 September 2011 22:04

    bertamu ke sobatku, kangen rasanya karna udah lama gak bersua..hehe🙂

    *jadi kangen jg dgn masa2 kecil yg penuh kerukunan dan kehangatan antar sodara, kerabat, serta teman*

    mandor
    Horee tempatku yang baru ini dikunjungi oleh teman lama yang sudah jarang sekali bersua

  35. 10 September 2011 12:28

    Selamat siang …

    mandor
    selamat siang juga

  36. 10 September 2011 12:29

    kunjungan pertamax …

    mandor
    terima kasih telah berkunjung

  37. 10 September 2011 12:30

    kunjungan pertama ..

    mandor
    silakan dinikmati suguhannya di sini

  38. 11 September 2011 21:31

    akuuu belum pernah bertamu disini yakkk

    h..ha…ha..ha. yang paling parah adalah waktu ada yagn nelpon bilang gini..
    “lo dirumah gak,,gw mau kerumah..”
    trus di jawab
    ” mau ngapain..ada perlu apa,,berapa lama.”
    (*Tuan rumah yang buruk yakkk

    (*duduk manis nunggu cemilan..

    mandor
    lhaa ini malah kok kesannya gak seneng rumahnya didatengin orang.
    Padahal kalau orangnya dateng bawa coklat gimana hayooo

  39. 13 September 2011 19:10

    para bijak bilang, bersilahturahim itu memperbanyak dan panjang rizki, jadi sebagian masih ada yang mempertahankan ketulusan didalamnya.

    mandor
    ya ya ya .. sebagian ya
    Saya kira di kota besar macam saya ini, sebagian yang bertamu itu sangat jarang sekali dilakukan lho

  40. 15 September 2011 00:13

    bertamu, saya saat ini bertamu dalam blog Anda, Webblog anda menarik perhatiaan saya untuk membaca beberapa postingan Anda. Saya akan mengunjungi lain kali tiap ada Artikel dari Anda.
    Wasalam

    mandor
    terima kasih telah berkunjung ke tempat saya yang aneh ini
    Semoga jangan bosan ya

  41. Jampang permalink
    25 September 2011 11:39

    Ini memang artikel yang – pas dibutuhkan, pas ketemu !! – Aku memang sedang merindukan suasana ketika kecil dulu. Orang tua kita dulu banyak kehadiran tamu di rumah, entah untuk silaturahim atawa kongkow2 – baik itu sodara, tetangga atawa tamu bisnis mereka. Itu dulu, ternyata – ketika aku mau cari referensi … ketemu artikel ini, kesimpulannya, bahwa hasil pengamatan kita betul-betul persis sama dan sebangun. Penyebabnya, bisa terjadi karena perobahan jaman, pola masyarakat memakai waktu keseharian dan masuknya teknologi informasi ke dalam rumah dan keluarga … Jaman orang tua kita dulu – hidup keseharian dan dunia internet dan handphone belum ada. Semua masih sistem manual, untuk bicara dengan orang lain, kita harus menemui fisiknya, mengunjungi ke rumahnya dan menghadirkan fisik kita ke ruang tamu mereka sambil bercengkrama tentang masalah masing-masing. Sekarang semua sudah bisa hadir di dalam rumah kita sendiri – bahkan untuk berjalan-jalan keliling dunia, kita bisa lakukan dari dalam rumah saja.

    Itulah sebabnya, budaya bertamu ke rumah pihak lain, sudah bisa dikatakan sudah jarang, kalo belum boleh dikatakan sudah hilang sama sekali …

    Sekarang ini, ruang tamu kita ada di dunia online – yakni, situs web pribadi .. itulah ruang tamu gaya modern – tidak ada lagi pertemuan fisik kalo tidak dibutuhkan, dan bisa kita lakukan kalo memang ada urgensinya untuk itu … Alias, kita sudah mengetahui kepentingan sang tamu – bahkan sebelum kita ketemu fisik dengan mereka.

    Apakah perubahan gaya hidup semacam itu merupakan tuntutan zaman? Semua masih mengalami perubahan … tentunya!

    Terima kasih, salam … (saya permisi dulu, ya – terima kasih kue dan minumannya – maap ngerepotin)

    mandor
    whaaa komen sampeyan malah lebih bernas daripada postingan saya ini
    Terima kasih telah menambah ulasan tentang bertamu ini, saya tidak akan menambah lagi karena saya tercerahkan dengan hasil analisis sampeyan itu

  42. 25 September 2011 12:19

    iya, memang sekarang untuk bertamu langsung ke rumah nya udah jarang. kan udeh ade OL-OL an, jadi mungkin disitu untuk silaturahminya. thanks
    kunjungan siang hari minggu neh Gan.

    mandor
    mungkin salah satu penyebabnya itu ya. Kemudahan teknologi untuk menghadirkan sosok dalam ranah maya

  43. 25 September 2011 12:20

    tok..tok
    bertamu neh Gan kunjungan siang hari (minggu).
    salam all.
    cekidot deh😉

    mandor
    monggo silakan masuk, semoga tidak kapok datang lagi ke sini

  44. 30 September 2011 13:11

    dengan cara bertamu,kita bisa mempererat ukhuwah islamiyah..

    mandor
    alhamdulillah memang begitu adanya, Orang-orang tua di desa saya itu melakukannya dengan keyakinan seperti itu

  45. 1 Oktober 2011 01:16

    Salam
    Salam Para Blogger

    BUTIK BUSANA MUSLIMAH INDONESIA MODERN mau Ijin dulu neh ke Adminnya untuk Promisi Kami.

    Wasalam
    Semoga Menjadi Amal Kebaikan Untuk Adminnya..hehe😉

    mandor
    monggo silakan berpromo di tempat saya ini
    semoga tidak kapok ke sini lagi ya

  46. 10 Oktober 2011 20:27

    aku mertamu disini paling buncit aka belakangan,
    gpp khan ya Le Mandore?
    asal jangan disuruh nyuci piring dan bebenah bekas tamu2 yg dah duluan😦
    salam

    mandor
    Bundaaaa kangennn
    Terima kasih atas doanya bunda, semoga Tuhan mengabulkan doa-doa baik kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: