Skip to content

Analisis SWOT

5 September 2011

Kali ini saya akan berbagi tetang salah satu metode analisis yang digunakan di perusahaan. Dengan membaca judul yang tertera mungkin sahabat sudah bisa menebak apa yang akan saya tuliskan.

Untuk menggambarkan suatu masalah, ada sebuah metode yang dinamakan analisis SWOT. Teknik analisis ini dibuat oleh Albert Humphrey. Beliau memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan – perusahaan Fortune 500.

Analisis SWOT adalah salah satu cara untuk menggambarkan dan memetakan kondisi yang ada serta mengevaluasi suatu masalah yang timbul. SWOT sendiri adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats.

Analisis ini paling sering digunakan dalam evaluasi kegiatan organisasi maupun perusahaan yang sedang berjalan untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para penggunanya, analisis ini hanya alat yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang terjadi, yang sedang dihadapi oleh perusahaan dan bukan sebagai pemecah masalah. Analisis ini juga bukan sebuah hal ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang sedang dihadapi.

Dalam penggunaannya, analisis SWOT akan menempatkan masing-masing situasi dan kondisi sebagai faktor input yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing – masing. Hasil analisis biasanya adalah arahan atau rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang ada sambil mengeliminasi kekurangan serta menghindari ancaman.

Penggunaan analisis ini akan membantu melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Berikut penjelasan dan beberapa contoh pada masing-masing kategori

Strengths (kekuatan)

kekuatan sebuah organisasi  atau perusahaan adalah sumber daya dan kemampuan yang dimiliki yang dapat digunakan untuk mengembangkan keunggulan kompetitif. Contoh kekuatan:
– Hak milik atas kekayaan intelektual
– Merek dan teknologi yang up to date
– Reputasi yang baik kepada para pelanggan
– Kemudahan penggunaan
– Produk yang unik dan berbada dari kompetitor
– Akses eksklusif ke sumber daya alam kelas tinggi
– Akses yang menguntungkan ke jaringan distribusi
– Kontrol dan pengaturan penjualan end user / konsumen
– Produk yang tahan lama, kualitas dan kehandalan yang terjamin
– Performa produk yang baik dibandingkan produk kompetitor
– Ketersediaan spare produksi.
– Karyawan memiliki pengalaman dengan end user / konsumen
– Memiliki daftar pelanggan yang tetap
– Kemampuan pengiriman langsung
– Inovasi produk yang berkelanjutan
– Proses dan Teknologi Informasi yang handal
– Komitmen manajemen dan percaya diri.

Weakness (kelemahan)

Tidak adanya kekuatan pada bagian tertentu bisa dilihat sebagai kelemahan. Berikut contoh yang dapat dianggap sebagai kelemahan:
– Kurangnya pengetahuan marketing
– Nama merek dan brand yang lemah
– Struktur biaya tinggi
– Produk yang mirip dengan produk kompetitor
– Kualitas produk yang buruk
– Daftar pelanggan tidak / belum diuji
– Kesenjangan untuk sektor tertentu
– Menjadi pemain baru yang kecil
– Tidak berpengalaman dalam pemasaran
– Tidak bisa menyediakan untuk pengguna di luar negeri
– Terbatasnya anggaran.
– Tidak memiliki rencana rinci
– Proses dan sistem yang baru
– Manajemen pengelolaan belum memadai

Dalam beberapa kasus, kelemahan mungkin merupakan sisi lain dari suatu kekuatan. Ambil kasus di perusahaan memiliki kapasitas produksi dalam jumlah besar. Ketika kapasitas yang besar ini dianggap sebagai kekuatan oleh pesaing, mungkin juga dianggap sebagai kelemahan jika investasi yang besar dalam kapasitas manufaktur menyebabkan perusahaan tidak bisa melakukan reaksi cepat terhadap perubahan lingkungan strategis.

Opportunities (peluang)

Analisis eksternal dapat mengungkapkan peluang baru untuk keuntungan dan pertumbuhan. Contoh peluang sebagai berikut:
– Tak terpenuhi kebutuhan pelanggan oleh kompetitor
– Kedatangan teknologi baru
– Pelonggaran peraturan
– Penghapusan hambatan perdagangan internasional
– Penggabungan perusahaan atau aliansi
– Pasar yang berkembang
– Segmen pasar yg baru dan pasar internasional
– Pengembangan produk baru
– kompetitor memiliki produk yang buruk
– Profit margin membaik
– Mendukung bisnis inti
– Mendapatkan pemasok yang lebih baik

Threats (ancaman)

Perubahan eksternal juga dapat memberikan ancaman bagi perusahaan. Contoh ancaman sebagai berikut:
– Pergeseran selera konsumen
– Munculnya produk pengganti
– Peratutan baru / diperkenalkannya pajak tambahan
– Hambatan perdagangan meningkat
– Kompetitor baru di area yg sama
– Persaingan harga dengan kompetitor
– Kompetitor mengeluarkan produk baru yang lebih inovatif
– Kompetitor memegang pangsa pasar terbesar
– Permintaan pasar sangat musiman
– Kemungkinan publisitas negatif.
– Rentan terhadap serangan reaktif oleh pesaing utama.

SWOT Matrix

Sebuah perusahaan seharusnya tidak selalu mengejar peluang untuk mendapatkan keuntungan namun mengembangkan keunggulan dengan mengidentifikasi kesesuaian antara kekuatan perusahaan dan peluang yang akan datang. Dalam beberapa kasus, perusahaan dapat mengatasi kelemahan dalam rangka mempersiapkan diri untuk mengejar kesempatan yang menarik.
Untuk mengembangkan strategi yang mempertimbangkan profil SWOT, matriks faktor-faktor berikut dapat dibangun. Matriks SWOT adalah sebagai berikut:

Strategi SO : strategi pencapaian, mengejar peluang yang cocok untuk kekuatan perusahaan.
Strategi WO : strategi pertumbuhan, mengatasi kelemahan untuk mengejar peluang.
Strategi ST : strategi bertahan, mengidentifikasi cara-cara perusahaan dengan kekuatan yang dimiliki untuk mengurangi kerentanan terhadap ancaman eksternal.
strategi WT : strategi Diversifikasi, membuat rencana lain untuk menutupi kelemahan perusahaan yang sangat rentan terhadap ancaman eksternal.

Pembuatan analisis SWOT harus realistis dalam menjabarkan kekuatan dan kelemahan internal. Kelemahan yang disembunyikan atau kekuatan yang tidak tertulis akan membuat strategi menjadi sia-sia. Analisis harus didasarkan pada kondisi yang sedang terjadi sekarang dan bukan situasi yang seharusnya terjadi. Pembuatan analisis dibuat dengan menghindari area yang tidak jelas untuk memudahkan membedakan antara kekuatan dan kelemahan.

Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat.

2 Komentar leave one →
  1. 15 September 2011 00:08

    apakah analisis cocok juga buat usaha bisnis online..?
    seperti saya
    terimak kasih atas info artikelnya.

    mandor
    wow … coba saja.
    Analisis ini memaparkan kelebihan dan kekurangan, anda sendiri yang menentukan langkah selanjutnya

  2. 6 Mei 2012 15:07

    blog ini seperti modul kuliah saya😀

    mandor
    hahahaha saya harus belajar lagi, kuliah lagi agar bisa menulis begini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: