Skip to content

Roman Agustus

2 September 2011

Kembali ke kota asal, jejak-jejak roda bis Arimbi yang menggilas aspal sudah tidak berbekas lagi. Aku sudah kembali ke kampus dan memulai kesibukan-kesibukan yang ada. Teman-teman memberi selamat atas kedatanganku setelah dari kota di ujung barat pulau jawa ini. Laporan harus segera dibuat dan diserahkan kepada pihak kampus.
Tantangan selanjutnya adalah segera menyelesaikan tugas akhir. Bagi sebagian orang, tugas akhir merupakan hal terberat dalam rangkaian belajar yang dijalani dalam kehidupan kampus. Sebagian orang tersebut diantaranya adalah aku. Selama 1 semester kemarin aku belum juga menemukan judul yang bisa aku kerjakan. Benar-benar menguras waktu dan tenaga untuk sebuah judul tugas akhir dan sampai sekarang masih belum membuahkan hasil sedikitpun.
Pulang dari kampus aku meihat-lihat lagi laporan yang sudah dicoret-coret oleh dosen untuk dilakukan perbaikan. Sesampai di rumah kertas-kertas hasil laporan dan revisi berada di mana-mana, berserakan menunggu pembetulan.
Hari beranjak malam, siang hari ini aku rasanya sibuk sekali. Aku mencoba merebahkan diri di kasur. Hapeku berbunyi sebuah SMS masuk.
21.35 from : +62812xxx79xx
Hai drmu dsna ap kbrny hr ini

Nomor asing yang tidak terdaftar di dalam daftar nama. Tidak biasanya aku mendapatkan pesan yang tidak dikenal. Aku adalah orang yang tidak mudah memberikan nomer hape kepada sembarang orang. Hanya orang-orang yang aku kenal betul yang tahu nomerku. AKu balas seperti biasa aku menjawab nomer yang tidak dikenal.

21.36 Aku
Mohon maaf, ini siapa? nomer ini tidak pernah terdaftar dalam hapeku.

21.36 from : +62812xxx79xx
Tnyata bnr ketakutanku km sdh melupakan aku

Aku berpikir keras untuk yang satu ini. SMS dari nomer yang yang tidak pernah kukenal namun dia merasa kenal denganku. Teman sekolah, rasanya kok tidak mungkin karena hari-hari ini aku sudah jarang beredar. Memang beberapa kali aku bareng beberapa teman untuk konsultasi masalah judul namun rasanya tidak ada yang pernah memperdulikan tentang kabarku, teman-teman biasanya langsung tanya pada pokok permasalahan, judul buku, perpustakaan, referensi dan sebagainya. Tapi yang ini, benar-benar misterius.
Aku terdiam beberapa saat, ragu untuk membalas SMS yang kedua ini, takut salah. Lima detik berjalan, satu menit sudah berlalu hingga sepuluh menit Aku tak kunjung menemukan kata-kata untuk membalas SMS itu. Takut salah. Meskipun menggunakan nomer kartu dari provider yang sama, untuk telepon langsung aku tidak berani karena jatuhnya akan mahal. Tahu sendiri kan harga pulsa yang ada 50ribu dan 100rb saja.

22.05 aku
Aku baik-baik saja. masih sibuk ngerjain tugas, capek.

22.09 from : +62812xxx79xx
Ya sdh ka maap klo ganggu kpn2 aj sms lg kerjain dl tgsny dgn baik ak hny ingin km berhasil

Seketika aku tersentak dengan balasan SMS ini. Aku tahu, hanya ada 1 orang yang menyebutku dengan sebutan “ka”, yang berarti “kaka”. Ya, ini pasti dia. Perempuan Desir Angin yang berada jauh di sana yang selalu hadir dalam bayangan dan mimpi-mimpiku setiap hari. Dia yang selalu menemani semangatku setiap hari. Hari-hariku selalu merindukannya sejak perpisahan itu.

Memang aku tidak pernah menyimpan nomer dia, betapa bodohnya aku. Begitu tega aku tidak mengenali dia, membiarkan dia menunggu balasan SMS selama 30 menit tanpa ada konfirmasi sama sekali. Saat ini tanganku sedang bergetar, dadaku bergemuruh tidak karuan, apa yang harus aku katakan, kata apa yang harus aku balaskan melalui SMS ini. Tidak biasanya aku terbekap dalam kata seperti ini. Puisi-puisi yang biasanya meluncur dengan mudahnya kini seolah kehilangan kata. Bingung!

Entahlah, ada apa dengan perasaanku saat ini. Cinta? Ah, aku tidak pernah mengucapkan kata itu ketika bertemu dengannya waktu itu. Dia juga tidak berkata apapun tentang cinta. Hanya aku yakin kami memiliki hati dan perasaan yang sama ketika bertemu, merasa tenang, merasa senang, merasa melindungi dan terlidungi. Rasa bahagia yang tak ingin segera berakhir.
Namun aku dan dia dan tidak pernah berbicara cinta. Apakah aku terjebak dalam cinta pandangan pertama dan cinta sesaat? Atau apakah aku terlalu optimis bahwa dia mencintaiku? Apakah sekarang dia mencintaiku setelah sekian waktu tidak bertemu? Aku jadi takut, jadi penakut untuk menghadapi sesuatu bernama kenyataan pahit.
Meskipun dada ini berdebar senang namun takut, aku berusaha untuk bersikap sewajarnya.

22.11 aku
ka.. kamu adalah … maafkan aku, Aku tdk pernah tahu nomermu, jadi aku bingung. Maafkan aku ya, jgn cemberut gitu dong

22.12 from : +62812xxx79xx
Jd klo aku gak sms dl km gak akan prnh hubungi aku sm skli

Ini dia pasti sedang ngambek, dijawab apapun pasti salah. Harus benar-benar menjaga ego kali ini. jangan sampai aku mencari pembenaran sendiri kalau tidak mau kehilangan. dengan hati-hati aku menuliskan kata-kata pada hape.

22.13 aku
iya iya aku yang salah. maafkan aku ya. Naah gitu dong senyum, kalo cemberut terus nanti bakalan dirubung nyamuk lho. Jgn marah lagi ya.

22.13 from : +62812xxx79xx
gk ush ngerayu ak gk suka

22.14 aku
iya maapkan aku, waktu itu kenapa gak kepikiran nyimpen nomermu ya. lihat tuh nyamuknya lgsg kabur sekaligus kecoaknya, pd tkt ada yang marah.

22.19 from : +62812xxx79xx
ak kan kngn ka msk dtunggu2 gk prnh ad kbr kupkr sbk trs jd aku gk mau ganggu

22.21 aku
yeee … ada yang kangen nih ye, ntar ada yang marah lho

22.21 from : +62812xxx79xx
TAU AH!

22.23 aku
Yah, ngambek lagi de

22.26 from : +62812xxx79xx
kaka sih org kngn aj gk blh ya ud kngnku kusmpn sndr aj gk ush diomongin nnt kn jg ilang2 sndr

Rupanya hatinya sudah luluh, tidak sekeras yang tadi. Jangan sampai aku berbuat kesalahan sekecil apapun kali ini kalau tidak mau kehilangan dia.

22.27 aku
iya iya maap, masak belum 1 menit sudah ngambek 2 kali begini. maafin kaka ya. Lagi ngapain sekarang ?

22.29 from : +62812xxx79xx
Ini br plg krj lg snt ddpn pntu smbl mnm js jrk Kaka dah mkn blm

Dalam ingatanku, letak kontarakannya berada di lantai dua. Di depan pintu terbentang atap-atap rumah tetangga sehingga bisa melihat langit yang luas.

22.30 aku
capek banget hari ini, aku belum makan malam ini. Nanti saja makan kalau tidak kebablasan tidur.

22.31 from : +62812xxx79xx
km ini pny mag kok mlh gk doyan mkn dl wkt km dsni skt mag ak jg yg bingung mkn dl gih biar gk skt

22.33 aku
iya iya aku makan sebentar lagi

22.40 call : +62812xxx79xx

Sebuah call dari dia, aku tahu dengan menggunakan pasti akan memakan biaya yang banyak, makanya aku sengaja tidak angkat. Dia pun pasti mengerti alasan kenapa aku tidak mengangkatnya. Biayanya mahal, dan aku tidak ingin dia membuang pulsa hanya untuk menelponku dalam jarak yang jauh seperti ini.
22.42 from : +62812xxx79xx
trm dong tlpku ka

Kali ini aku terima teleponnya.
22.43 Call : +62812xxx79xx
”lihat ke at” tuut

22.44 Call : +62812xxx79xx
”Ada bintang jat” tuut

Aha, dia mencoba mencuri-curi waktu rupanya. Telepon sebelum 2 detik kan tidak dikenakan biaya, aku tersenyum sendiri.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: