Skip to content

Kusadari

2 September 2011

Pertemuan kita biasa saja. Sebagai seorang yang baru datang di kota yang panas itu aku memberanikan diri untuk membuka pembicaraan. Keadaan jalan raya, pasar, pusat perbelanjaan, hingga nge-band bareng menjadi pembicaraan kita waktu itu. Saling bercerita tentang kota asal masing-masing, aku yang masih sekolah dan kau yang bekerja. Rasa persahabatan dan tetangga senasib kontrakan yang mendasari pertemuan kita waktu itu.

Seringnya bertemu memberanikan diriku untuk mengajakmu makan malam, nasi goreng pinggir jalan tentunya. Dilanjutkan dengan berjalan di area simpang Krakatau, malam itu. Tidak ada rasa lain, hanya persahabatan, rasa ingin melindungi, bercengkrama bersama, tertawa cekikikan gak jelas.

Tanpa terasa waktu 1 bulan berlalu, aku harus menyudahi tugas sekolah ini, pulang ke kota asal untuk melaporkan tugas sekolah ini. Dari atas bis Arimbi, kulihat matamu berkaca-kaca, wajahmu sembab. Waktu yang kita jalani terlalu terlalu berharga untuk dilupakan.

Aku juga kehilangan, mengapa harus berpisah seperti ini? mengapa rasa ini muncul ketika kita saat berpisah?

Namun rasa egoisku menjadikanku menyembunyikan rasa yang menggelora di hati. Rupanya aku sudah jatuh cinta ternyata. Cinta yang banyak dibicarakan orang itu sedang melandaku ketika bis ini berangkat membawaku. Kulihat jam tanganku, 2 agustus pukul 4 sore.

Kejadian 6 tahun yang lalu.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: