Skip to content

KRA (KPI 2)

2 September 2011

Postingan kali ini bersifat terapan. Bisa jadi apa yang saya paparkan berbeda dengan teori maupun pelaksanaan di tempat sahabat, tetapi masih dalam lingkup pengukuran performance. Kalau sekiranya ada kesalahan mohon dimaafkan, kalau ada kekurangan mohon ditambahkan, kalau ada kejanggalan mohon dibenarkan, kalau ada perbedaan mari kita diskusikan bersama, sharing ilmu di sini bersama.

Seperti yang sudah ditebak oleh kyai Guskar (sungkem kepada beliau) bahwa bahasan kali ini adalah KRA, lanjutan dari postingan tentang KPI kemarin. Mungkin di organisasi atau perusahaan ada perbedaan menyebutkannya. Ada yang menyebutnya KRA dan Balance Scorecard untuk perusahaan, ada yang menyebutnya KPI, Kompetensi Spencer, DP3 untuk penilaian individu. Mari kita bahas bersama.

Sebagai pedoman awal saya berikan tujuan dari pabrik tempe tempat saya mburuh sebagai berikut: Menjadi produsen tempe nomer 1 di Dunia.

KRA kepanjangan dari Key Result Area. Suatu parameter hasil penjabaran masing-masing departemen terhadap tujuan dan misi yang telah dicanangkan oleh Top manajemen. KRA akan dijabarkan menjadi KPA (Key Performance Area) dan KPI (Key Performance Indicator). KPA dan KPI akan dijalankan oleh PIC yang berkompeten di bidangnya untuk keberhasilan tujuan Top manajemen yang telah ditetapkan. Dalam pembuatan KRA terbagi menjadi 4 sub bagian yaitu : Mission, Value, Performance, Innovation. Sebenarnya pembagian ini tergantung organisasi atau perusahaan masing-masing, M, V, P, I hanya memudahkan pemetaan pembuatan KRA.
Masing-masing sub bagian dijelaskan sebagai berikut berdasarkan ilustrasi tujuan di atas (disertakan pula contoh yang dilihat dari sisi produksi) :
Mision : Parameter yang mengontrol tercapainya tujuan dari top manajemen. Contoh : KRA dari departemen saya : Menurunkan biaya per unit hingga Rp.2500,-
Value : Parameter yang mengontrol tentang peningkatan nilai bagi customer. Contoh Menurunkan klaim tempe bosok hingga 1500 ppm
Performance : Parameter yang menggambarkan kemampuan dari departemen maupun PIC secara langsung. Contoh : mencapai rasio kerja produksi sebesar 80%
Innovation : Parameter yang mengambarkan tentang kemampuan melakukan perbaikan dan ide strategis untuk peningkatan kinerja. Contoh : Project perbaikan yang berhasil dilaksanakan dalam setahun.
Dengan pembagian M, V, P, I tersebut akan memudahkan individu menentukan KPI sebagai tanggung jawab yang akan dikerjakannya selama setahun ke depan.

Untuk departemen lain, bisa memperhitungkan strategi serta angka-angka pengukuran yang menunjukkan bahwa dengan tercapainya angka tersebut akan mengantarkan tujuan yang telah dicetuskan oleh Top Manajemen. Sebagai contoh produksi di atas, untuk menjadi pabrik tempe nomer 1 di dunia, melalui hasil perhitungan didapat bahwa pabrik ini harus bisa menghasilkan produksi sebanyak 750 juta ton. Atau dilihat dari sisi marketing misalnya, pabrik ini harus bisa melakukan penjualan sebesar (misalnya) 18T dalam setahun. Atau dari sisi engineering, penyediaan mesin dan sparepart selalu tepat waktu serta menurunkan breakdown mesin hingga dibawah 5%, dan lain sebagainya.

Berikut saya juga contohkan penerapan KRA, KPA dan KPI untuk HR Department
Tujuan HR Department : Meningkatkan produktivitas sebesar 20% dalam semua kegiatan

KRA 1 : REKRUTMEN/ SELEKSI
KPA : Rekrutmen
KPI -> mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kekosongan sebesar 30%
KPI -> mengurangi biaya rekrut sebesar 30%

KRA 2 : MANAJEMEN TEMPAT KERJA
KPA : Pembayaran buruh omset
KPI -> mengurangi perputaran tenaga kerja sebesar 20%
KPI -> membuat patokan total biaya HR eksternal.

KRA 3 : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KPA : kecelakaan kerja
KPI -> mengurangi kecelakaan kerja sebesar 10%

KRA 4 : STRUKTUR DAN KEMAMPUAN
KPA : TRAINING
KPI -> semua karyawan harus menerima sedikitnya 4 hari pelatihan.

4 KPA di atas adalah contoh penerapannya di bidang HR manajemen,silakan dibuatkan tabel seperti punya saya. Tidak menutup kemungkinan untuk departemen lain dibuat KRA, KPA, KPI serta pembagiannya sesuai dengan M, V, P, I.
Nah, sampai di sini sudah bisa? bi … bi … bingung😄

Pada intinya setiap tahun kita harus mengevaluasi diri terhadap apa yang kita lakukan, apa yang kita lakukan setahun yang lalu, sudah sampai dimana kita sekarang, target apa yang akan dicapai tahun depan. Tentunya rencana-rencana yang dibuat harus bisa diukur untuk menentukan keberhasilan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: