Skip to content

Kerinduan

2 September 2011

Ketika malam menjelang bawakan temaram
Mata ini terganjal tak ingin terpejam
Tubuh sudah menanggung rasa lelah seakan tak peduli
Bayangmu terhampar merona
Serasa kau hadir bercengkrama
Suaramu …
terdengar jelas meski kautitipkan pada desir angin

Ingin kutepis bayangmu namun aku tak kuasa
Gurat wajahmu terpacar rembulan
Terselimuti kelembutan
yang membawa wanginya daun malam
Membawakanku setangkai mawar dengan setitik embun di atasnya
Ah, rupanya kau tahu bahwa aku bukanlah orang yang romantis

Kaubawa ku terbang ke negeri seberang
Berkelana pada salju dan keheningan
Berteman dengan daun-daun yang sudah kehilangan hijaunya, berguguran
Menikmati aroma padang sakura bermekaran

Angin malam, desirnya takkan memudarkan cerita kita

Kau ajak aku berkelana ke ujung-ujung bintang
Seperti kala itu kau meyakinkanku
“Lihatlah ka, bintang-bintang itu
Meskipun cahayanya redup, tapi sangup terangi hatimu”

Terlena ku di hamparan bintang gemerlap, kerinduan
Mataku terpejam dalam angan-angan
Kau menjauh, bersembunyi diantara kilaunya bintang malam
Memaksaku mengejarmu yang semakin menjauh, menghilang
Mengapa kau menghilang, Bidadariku, Kekasihku

Selepas mencarimu dalam kesunyian bintang dan remang rembulan
Dimana kau berada

Saat sepi datang, gelisah
Ingin rasanya kuhempaskan
Rasa merindu
Kasih mesra yang tiada pernah berakhir

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: