Skip to content

Hatimu untukku

2 September 2011

Dan kau pun tahu
Seorang lelaki tidak akan menangis, tetapi hatinya tetap berdarah
Jarak membentang dan waktu ringkih berjalan, memang terasa berat
Kubisikkan kepada angin yang berdesir
Hatimu untukku, itu sudah cukup

————————————————-

Sebait penggalan saat perpisahan dengan dia untuk Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait

Masih kepada perempuan desir angin Aku percaya, kau juga percaya bahwa semua yang pernah kita impikan akan terwujud. Rangkaian peristiwa ini harus kita jalani bukan untuk melemahkan melainkan agar kita menjadi lebih kuat nantinya.

One Comment leave one →
  1. 15 September 2011 00:09

    puisi yang singkat dan padat

    mandor
    memang kontes itu hanya untuk puisi satu bait

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: