Skip to content

Dan tangkainya berduri

2 September 2011

Petang menjelang malam.
Selesai dengan tugas-tugas sekolah dan asistensi praktikum untuk hari ini. Di dalam kamar kuletakkan buku-buku tebal dan kertas-kertas hasil corat-coret praktikum yang sudah diajukan pada waktu asistensi tadi sore. Kurapikan kertas-kertas tugas yang perlu dan yang tidak perlu agar tidak menambah rasa capek di dalam kamar ini.
Kalender hari ini menunjukkan awal bulan, harusnya aku bersemangat menyambut hari. Tapi dalam masa-masa seperti ini bagitu tidak ada bedanya awal bulan dan akhir bulan, yang ada adalah keharusan untuk belajar agar cepat selesai.
Kuminum segelas air putih.
Sebuah telepon masuk. Eh, si dia yang telepon, Perempuan Desir Angin menelpon. Waduh, aku harus bilang apa untuk menjawabnya. Sepertinya aku masih grogi dengan si dia kalau pas bicara ataupun telepon. Aku lebih nyaman kalau berkomunikasi dengan SMS saja.
Makanya aku sering mengalihkan dengan kata-kata : sudah sering kubilang, kita berkomunikasi lewat SMS saja, kalau telepon antar hape kan mahal. Tapi memang dia susah untuk diajak kompromi, pengennya telepon untuk dengar suaraku.

Lama telepon berdering tidak aku angkat, akhirnya kuangkat juga

Halo?

Halo, kaka

Iya juga

Lagi ngapain?

Ini lagi istirahat

Kok teleponnya tidak diangkat, aku kan menunggu dari tadi?!

kan sudah kubilang berkali-kali, kalau pengen ngomong lewat SMS saja, jangan telepon. Harga pulsa telepon mahal” jawabku berargumentasi

Suasana terdiam sesaat tapi waktu telepon terus berjalan. Kondisi seperti ini sering terjadi, membiarkan waktu terus berjalan, pulsa terus berjalan tanpa ada percapakan sepatah katapun.

Hening. Hanya terdengar nafasnya dengan pikiran masing-masing.

Kubayangkan wajahnya saat-saat seperti ini, kalau ngambeg pasti pipinya pasti memerah. Dulu waktu sedang bersama juga begitu, kalau dia sedang ngambeg dan marah pipinya memerah… dan tambah cantik!

Iya, iya saya tahu. Tapi kan sayang uang yang begitu besar buat telepon seperti ini. Jarak kita jauh, telepon seperti ini pasti terkena roaming.” Jawabku melunak untuk memecah kesunyian.

Ya mumpung awal bulan habis gajian, kan uangnya masih longgar. Nanti kalau uangnya sudah cekak ya SMS an lagi aja

Ya sudah, hanya untuk kali ini aja ya telepon bulan ini. hari-hari selanjutnya SMS saja” jawabku

jadi besok gak boleh teleopn lagi? AKU NGAMBEG LAGI!!” bentaknya

e..e.. e masak ngambeg lagi sih?

Lagian … sekalinya telepon jawabannya begitu” jawabnya, terdengar dari sengaunya sepertinya dia sedang merajuk.

Ya sudah. Aku kan cuma mengingatkan kalau pulsa itu mahal. Kamu kan kerja sedangkan aku masih sekolah. Sayang uangnya kalau buat telepon aku sedangkan aku gak pernah telepon balik” jawabku menjelaskan

Tapi kan uang itu uang saya. Atau saya yang belikan pulsa biar kaka telp saya?

Heh, Janngaannn….

Waduh, gimana nih? kalau dia sampai membelikan aku pulsa, mau ditaruh dimana mukaku? Masih sekolah begini ada banyak fotokopian yang harus dikejar dan catetan yang disalin. Gak pernah mikir beli pulsa, makan 3 kali sehari saja sudah alhamdulillah. Tapi kalau pulsa, sebisa mungkin disisihkan untuk biaya itu.

eemm… Kaka kangen gak sama aku?

Naa, pertanyaan ini muncul? gawat ini. Pertanyaan sensi LDR (apa itu LDR, silakan tanya mbah google) sungguh membuatku tidak bisa berkata sepatah katapun. Pernah suatu kali aku ditanya seperti itu dan kujawab iya, mau tahu gak jawabannya apa? Dia berkata bahwa jawabanku kok hanya iya, gak ada yang lain. Sebenernya kangen gak sih? Atau memang sudah gak kangen lagi?
Nah lo, itu dijawab dengan kata “iya”, apalagi kalau njawab dengan kata “tidak” pasti akan lebih panjang lagi percakapan di telepon kala itu. Kali ini dia telepon dengan pertanyaan yang sama. Kalau ada diantara pembaca yang bisa membatuku untuk menjawab pertanyaan itu, silakan di sharing di sini ya. Untuk kali ini kujawab dengan diplomatis saja agar tidak terjadi ngambeg yang berikutnya.

Ah, kenapa kamu tanya seperti itu say?” jawabku diplomatis

Aku juga kangen, masak gak boleh telepon denger suaramu

Aha … ternyata dia hanya ingin menyampaikan perasaannya tetapi harus ada tedengnya sehingga terkesan harus aku yang memulai mengucapkannya.

Kaka tahu gak, kemarin aku latihan band dengan teman-teman lho. Nyanyi lagunya Dewa, Pas lagunya “kamulah satu-satunya” aku yang jadi vocalnya

Oh ya?

Iya!

Emang kamu bisa nyanyi?

Yee… suaraku kan gak fales fales amat

Sama siapa aja main band nya ?

Ada juna, ada Roni,ada ijal,ada Endi,ada Ada Eko, ada Ray, ada irma, ada yani.”

Banyak dong yang maen band nya

Iya, maennya bisa gantian, ruangan studionya luas banget.

Pulang jam berapa kemarin dari maen band?

Pulang jam sebelas

terdiam sesaat

Diantar sama Ray pakai motor

Entah kenapa di hatiku ada perasaan, perasaan yang aneh. Perasaan yang tidak pernah terasa sebelum ini. Biasanya dia bercerita tentang teman-temannya baik cowok maupun cewek tidak masalah denganku. Tapi kali ini, barusan dia menyebutkan sebuah nama. Ketika dia menyebutkan nama itu, di dalam dada ini darah terasa berdesir. Ada sesuatu tetapi entah apa itu.
Ahh… mungkin itu hanya perasaanku saja.

Ya sudah, yang penting kamu seneng aja gak papa” jawabku menenangkan

Aku mau cari makan dulu sama irma, sudah ditunggu di depan. Besok aku telepon lagi ya

Iya

Selamat beristirahat ya, belajar yang rajin

Klik, telepon ditutup di seberang sana. Aku masih gak bisa melupakan perasaan hati yang baru saja muncul itu.
Terdengar ketukan dari pintu.

Mau ikutan gak?

Kemana?

Biasa, nge band di Galaxy

Eem, nganu …” Aku garuk-garuk kepala

Sudah, kamu ikut saja. yang pegang Bass gak ada. Kamu harus ikut” Rifki langsung menarik tanganku keluar kamar tanpa menunggu persetujuanku.

lagunya harus ada Dewa-nya ya, judulnya Kosong” balasku cepat

***
di dalam keramaian aku masih merasa sepi
sendiri memikirkan kamu
kau genggam hatiku dan kau tuliskan namamu
kau tulis namamu

-dewa-

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: