Skip to content

BOM

2 September 2011

Ketika terdengar kata BOM, dalam benak sampeyan-sampeyan apa? Seperti yang sudah bisa ditebak apa yang sampeyan pikirkan itu, saya tidak mau membayangkannya lagi, ngeri. Kali ini saya membicarakan BOM yang lain yang tidak ada hubungannya dengan persepsi selama ini.
Saya harap kita belajar bersama, yang namanya belajar bersama ya kalau saya salah mohon segera dikoreksi agar hasil dari tulisan ini bisa secara utuh sebagai pembelajaran bersama. Mari kita mulai.
BOM dalam lingkungan pabrik adalah singkatan dari Bill of Material. Dari singkatannya saja mungkin anda sudah bisa menebak apa yang akan dibicarakan pada artikel ini. Dalam kehidupan sehari hari istilah BOM itu serupa dengan formula bahan atau resep atau bahkan list penyusun. Nah, sudah dapat gambarannya kan.

Secara definisi, Bill of Material (BOM) merupakan daftar dari semua material, parts, dan sub-assemblies, serta kuantitas dari masing-masing yang dibutuhkan untuk dicampur, dirakit atau untuk memproduksi satu unit produk. Dalam struktur BOM juga ditunjukkan cara komponen-komponen itu dicampur atau dirakit menjadi suatu produk selama proses produksi. Struktur produk typical menunjukkan bahan baku yang dikonversi ke dalam komponen-komponen, kemudian komponen-komponen itu digabung untuk membentuk sub-assemblies, sub-assemblies saling bergabung membentuk assemblies, dan seterusnya sampai membentuk produk akhir. Dengan demikian BOM juga dapat digunakan sebagai standar susunan komponen produk untuk digunakan lebih lanjut.


Gambar 1 : Contoh standar susunan komponen produk

Jenis BOM
Secara umum BOM dapat dibedakan menjadi 3 jenis antara lain :

1. Engineering Bills of Materials (ENG BOM), Jenis BOM ini adalah BOM yang dikerjakan oleh bagian Desain Engineering (dalam bahasa pabrik biasanya disebut Research and Development atau RND). Pada beberapa struktur produk, BOM jenis ini belum boleh digunakan. Pada BOM jenis ini dimungkinkan adanya hubungan secara otomatis antara sistem Material Requirements Planning (MRP) dengan sistem Computer Aided Design (CAD) untuk dapat memperoleh data yang diperlukan dalam produksi. Dengan cara ini, kesalahan yang terjadi saat proses transkrip data lebih dapat dieliminasi, dan akurasi data BOM lebih terjamin.

2. Production Bills of Materials (MFG BOM), jenis BOM ini digunakan saat MRP diluncurkan dan saat proses produksi. BOM ini dikeluarkan oleh bagian design engineering ketika sudah fix terhadap material yang dibutuhkan serta hasil riset yang diinginkan. BOM ini merupakan hasil final ENG BOM yang sudah dilakukan uji coba oleh pihak Desain Engineering dan sudah dipastikan pemakaian materialnya. Namun dalam proses produksi tidak menutup kemungkinan terdapat perubahan yang dilakukan pada waktu mendatang agar produk menjadi sempurna di tangan customer.

3. Planning Bills of Material (PLAN BOM), merupakan BOM yang digunakan untuk perancangan produk di masa mendatang. Produk ini merupakan produk pengembangan dengan berbagai jenis pilihan customer. BOM ini memiliki penggunaan yang lebih spesifik dalam master scheduling. Selain itu juga digunakan untuk membuat planned orders untuk mewakilkan produk-produk yang akan datang dan dihubungkan dengan spesifikasi lain pada data yang telah ada.

Struktur BOM
Selain itu BOM juga bisa dibedakan berdasarkan strukturnya sebagai berikut:

A. Struktur standar (pyramid structure), di mana lebih banyak sub-assemblies daripada produk akhir, lebih banyak komponen daripada sub-assemblies (berbentuk segitiga dengan puncak adalah produk akhir, bagian tengah adalah assemblies, bagian bawah atau dasar adalah komponen dan bahan baku).

B. Struktur modular, dimana sub-assemblies atau modules lebih sedikit daripada produk akhir (berbentuk dua buah segitiga dengan dua puncak yang bertemu di tengah, dengan bagian atas adalah produk akhir, bagian tengah adalah assemblies, dan bagian bawah adalah komponen atau bahan baku). BOM jenis ini pada umunya digunakan untuk produk mobil dan komputer.

C. Struktur inverted, di mana lebih sedikit sub-assemblies dibandingkan produk akhir, lebih sedikit komponen dan bahan baku dibandingkan sub-assemblies (berbentuk segitiga terbalik, dengan bagian atas adalah produk akhir, bagian tengah adalah assemblies, dan bagian bawah adalah komponen dan bahan baku). BOM jenis ini pada umumnya digunakan untuk produk minyak, kertas, dan gelas.


Gambar 2 : perbedaan struktur BOM

Pembuatan Bill of Materials
Dalam pembuatan Bill of Materials, ada beberapa informasi yang disertakan. Item informasi yang saya sampaikan ini tidak mutlak, bisa disesuaikan menurut tempat kerja masing-masing. Beberapa informasi yang disertakan dalam sebuah BOM sebagai berikut:

Level
Pembuatan suatu produk yang membutuhkan tahapan-tahapan proses pasti ada urutan pengerjaan. Dalam urutan pengerjaan inilah level material diberikan. Dalam BOM, level tertinggi (angka yang paling besar) adalah material atau komponen yang dikerjakan terlebih dahulu. Untuk produk yang proses pengerjaannya singkat (produk jadi dikerjakan dalam 5 menit), level material atau komponen tidak terlalu menjadi masalah namun untuk pengerjaan yang membutuhkan waktu yang yang panjang, level akan sangat berpengaruh terhadap penyediaan material. Penyediaan material disesuaikan berdasarkan MRP (Material Required Plan) sehingga tidak terjadi penumpukan stok karena masih menunggu proses sebelumnya. Lihat pada gambar 1, angka dengan warna biru di atas adalah level dari material yang akan dirakit.

Part Number
Material bisa saja ditulis sesuai dengan namanya. Misalnya kedelai, ragi, daun pisang, tusuk bambu, dan lain sebagainya. Penyebutan nama memang bagus buat pembaca karena langsung bisa dimengerti tetapi tidak mudah bagi sistem. Sistem akan sangat kesulitan membaca definisi. Sebagai contoh : Kedelai dengan protein 40%, lemak 18%, Fe 93,9 ppm, Cu 28,7 ppm dan Zn 80,5 ppm . Sistem akan sangat kesulitan menterjemahkan material tersebut ke dalam transaksi maupun interaksi antar program, yang ada malah sistem malah menjadi ribet. Untuk itulah dibuatkan part number untuk menyederhanakannya.

Beberapa cara dalam penentuan Part number sebagai berikut :

RANDOM. Dalam pemberian identitas, nomer yang digunakan hanya sebagai pengenal, bukan sebagai penjelas (descriptor). Nomer tidak menjelaskan lebih jauh mengenai satu komponen. Contoh : 897543 (bilangan random) untuk komponen spion sepeda motor

SIGNIFICANT. Adalah bentuk nomer yang dapat juga menjelaskan informasi khusus mengenai material tertentu, seperti sumber material (source), bahan, bentuk dan deskripsi.

Contoh significant :
Part Number : 89-4-2-28-143
Jenis item       : 89 = Tape Radio Cassete
Tipe/jenis       : 4    = Minicompo
Tipe LCD          : 2    = Digital
Warna               : 28  = Black
Tuts                   : 142 = 142 buah

Kekurangan model significant ini adalah harus dilakukan pengubahan jika material tersebut karakteristiknya diubah atau ingin ditambahkan variabel lain.

SEMISIGNIFICANT. Model penomeran ini menggabungkan 2 model di atas. Beberapa digit pertama menjelaskan mengenai material tersebut, sementara digit berikutnya berupa angka random.

Contoh Semisignificant
Part Number : 2300KPG054A-F
Jenis Item                     : 2        = Komponen electrical
Group komponen       : 300  = PCB
Lokasi pembuatan     : K        = Kota asal
Jenis bahan                   : P        = Phenol (FR-1)
Ketebalan                       : G        = 1.6 mm
Serial                                : 054   = nomer random
Keterangan lain           : A        = desain revisi 0
Regulasi                          : -F       = Pb free

Penamaan dengan model semisignificant ini akan memudahkan semua departemen dalam mengidentifikasi suatu material. Bagi yang tidak mau pusing, cukup menyebutkan nomer partnya saja, bagi yang sudah hafal dengan keterangan yang terkandung dalam part number akan lebih mudah dalam mengidentifikasi masalah yang terjadi.

Deskripsi
Material yang telah ditentukan dan tercantum di dalam BOM harus dideskripsikan dalam bagian ini. Deskripsi akan mempermudah bagian pembelian utuk menyediakan material yang dibutuhkan. Bagian pembelian akan mencari suplier yang bisa menyediakan material yang sesuai dengan deskripsi yang disebutkan dalam BOM. Dalam bagian deskripsi ini bisa dituliskan keterangan Kedelai dengan protein 40%, lemak 18%, Fe 93,9 ppm, Cu 28,7 ppm dan Zn 80,5 ppm.

Spec designator
Spec designator ini hampi mirip dengan deskripsi. Spec designator adalah definisi menurut pembuat BOM (Biasanya dari Desain Engineering atau RnD). Spec designator biasanya masih berbentuk ilmiah sehingga masih sulit untuk dipahami karena masih dalam bahasa teknik, oleh karena itu penjelasan lebih lanjut ditampilkan dalam “deskripsi” di atas agar semua bagian departemen bisa mengetahui spesifikasi secara umum dari barang yang diperlukan.

Satuan
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa BOM adalah material-material yang dibutuhkan untuk membuat 1 jenis produk. Satuan ini meskipun sepele namun sangat penting dalam pembuatan rencana produksi dan rencana pembelian barang. Contoh, dalam industri sepatu dibutuhkan lem sebanyak 5 miligram untuk 1 pasang sepatu. Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata suplier menjual lem tidak dalam satuan gram atau Kg melainkan dalam satuan botol. Setelah dihitung ternyata 1 botol bisa mengelem sebanyak 80 pasang sepatu. Maka secara otomatis di dalam BOM untuk satuan lem harus dalam bentuk botol.

Item type
Item type ini sangat berhubungan dengan sistem. Bagi yang pernah mendengar ERP atau bahkan SAP akan segera memahami item type ini. Item type ini merupakan keterangan dari kondisi material tersebut. Apakah material tersebut berstatus komponen, raw materials, sub-assemblies atau bahkan berbentuk phantom. Mohon maaf saya tidak menjelaskan bagian ini karena bahasan ERP maupun SAP sangat luas dan tidak mungkin dituliskan di sini.

Serial no
Penentuan pengolahan dan pemasangan material diberikan sebuah nomer seri. Untuk produk dengan material yang jumlahnya sedikit, nomer seri ini tidak terlalu memusingkan namun untuk produk yang jumlah materialnya ratusan akan membutuhkan urutan-urutan pemasangan tertentu. Sebuah tempe yang hanya membutuhkan kedelai dan dicetak sedemikian rupa tidak terlalu menyulitkan. Lain halnya jika kedelai yang ini harus dipasang di sini, kedelai yang itu dipasang di tengah, kedelai yang manis dipasang di pojok, kedelai yang kuning dipasang di bawah, apalagi jika menggunakan robot SMT maka nomer seri komponen mutlak dibutuhkan untuk memperlancar proses produksi dan mempermudah tracing masalah yang terjadi.

Qty
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa BOM adalah jumlah yang diperlukan untuk membuat 1 produk maka Qty ini harus secara aktual. Qty ini berkaitan dengan satuan yang dituliskan di atas. Jika satuan berbentuk botol (kasus sepatu di atas) maka Qty lem yang diperlukan dihitung sebagai 1/80 atau 0,0125. Contoh lain, tali sepatu dalam satuan EA maka Qty tali sepatu yang diperlukan adalah 2.

Price
harga ini mengacu pada qty yang diperlukan per 1 produk. Jika harga lem dalam 1 botol Rp 56.000 maka di dalam price dituliskan sebesar Rp 700 saja. Price ini berguna pada bagian keuangan agar mempersiapkan dana pembelian pada suatu rencana produksi yang telah digulirkan.

Sekian postingan kali ini. bagaimana dengan produk anda, apakah sudah mempunyai BOM?

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: