Skip to content

RoHS, perkenalan

1 September 2011

Dalam berkecimpung di dunia elektronik, termasuk pabrik tempe tempat saya menjadi mandor dikenal adanya peraturan RoHS. Istilah RoHS sendiri adalah singkatan dari The Restriction of Hazardous Substances Directive. Peraturan RoHS ini telah disepakati oleh negara-negara Eropa yang membatasi penggunaan substansi berbahaya tertentu pada peralatan listrik dan elektronik. Sebenarnya RoHS ini hanya sebagai pengarahan saja dan tidak mengikat namun tidak jarang dalam penerapannya beberapa perusahaan lebih mempersempit dan memperketat aturan yang diberikan RoHS.

RoHS dibuat bertujuan untuk menjaga kesehatan manusia dan lingkungan dengan memperketat pemakaian substansi berbahaya pada peralatan listrik dan elektronik. Kalau ditilik lebih lanjut, RoHS ini merupakan salah satu pelaksanaan dari Waste Electrical dan Electronic Equipment (WEEE) 2002/96/EC. RoHS ini sudah mulai aktif dari tanggal 1 Juli 2006.

Substansi berbahaya yang dibatasi penggunaannya dan batasan maksimum berdasarkan peraturan RoHS untuk material homogen adalah sebagai berikut :
1. Cd / Cadmium maksium 0.01 % weight (100 ppm)
2. Pb / Lead / Timbal        maksimum 0.1 % weight (1000 ppm)
3. Hg / Mercury / Raksa   maksimum 0.1 % weight (1000 ppm)
4. Cr +6 / Chromium Hexavalent maksimum 0.1 % weight (1000 ppm)
5. PBB (Polybhrominated Biphenyls)                 maksimum 0.1 % weight (1000 ppm)
6. PBDE (Polybhrominated Diphenyls Ether) maksimum 0.1 % weight (1000 ppm)
No. 1 – 4 merupakan logam berat sedangkan PBB dan PBDE merupakan senyawa bhrom

Penerapan pembatasan material di atas adalah peralatan listrik dan elektronik yang pengoperasiannya bergantung kepada medan elektronik dan arus listrik dengan menggunakan catu daya yang tidak melebihi 1000 volt AC dan 1500 volt DC. Selain itu penerapan RoHS juga berlaku kepada pembuat, penjual, distributor dan pendaur ulang dari produk peralatan elektrik, elektronika (Electrical and Electronics Equipment) yang mengandung substansi berbahaya.

Sebagai contoh, daftar peralatan yang harus mengacu peraturan RoHS
1. Peralatan Rumah Tangga besar. contoh : Lemari Es, Freezer, dll
2. Peralatan rumah Tangga kecil. contoh : toaster, mesin kopi, seterika, dll
3. IT dan Peralatan Telekomunikasi. contoh : CPU, mouse dll
4. Consumer Equipment. contoh: Radio, televisi, dll
5. Peralatan pencahayaan. contoh: fluorescent lamp, metal halide lamp, dll
6. Perkakas listrik dan elektronik.contoh :mesin jahit, mesin bor,dll
7. Peralatan olahraga dan mainan. contoh: video game, alat olah raga, dll
8. Automatic dispensers

Namun begitu RoHS tidak kaku dalam menerapkan aturan-aturan yang telah ada, beberapa hal memperbolehkan adanya pengecualian seperti contoh :
1. Mercury (Hg) pada lampu fluorescent tidak lebih dari 5 mg per lampu
2. Mercury (Hg) pada lampu fluorescent yang dipancarkan langsung untuk tujuan yang umum tidak boleh lebih :
halophosphate 10 mg
triphosphate dengan lifetime normal 5 mg
triphosphate dengan lifetime panjang 8 mg
3. Mercury (Hg) pada lampu fluorescent pancaran langsung untuk tujuan khusus
4. Mercury (Hg) pada lampu lain yang tidak secara jelas disebutkan pada pengecualian ini
5. Lead (Pb) pada tabung CRT, komponen elektronik dan tabung fluorescent.
6. Lead (Pb) sebagai campuran logam pada baja berat terdiri atas 0.35% lead, aluminium 0.4% lead berat dan sebagai campuran tembaga terdiri atas 4 % lead
7. Lead pada solder dengan titik lebur tinggi (campuran lead solder-tin terkandung 85% lead)
8. Lead pada solder untuk server, storage, dan storage array system (pengecualian hingga tahun 2010)
9. Lead pada solder peralatan infrastruktur jaringan untuk switching, pensinyalan dan transmisi sebagaimana sistem jaringan untuk komunikasi.
10. Lead pada electronic ceramic parts (contoh piezo electronics devices)
11. Cadmium (Cd) plating kecuali untuk aplikasi yang dilarang dalam peraturan 91/338/EEC pengembangan 76/769/EEC yang berhubungan dengan pembatasan pemasaran dan penggunaan substansi berbahaya tertentu
12. Hexavalent chromium (Cr +6) sebagai anti karat sistem pendingin baja karbon pada refrigerator/freezer

Dalam memasarkan produknya di pasar, produsen komponen elektronika sudah mendeklarasikan bahwa produknya telah memenuhi RoHS legislation. RoHS tidak mengharuskan produsen untuk menerapkan atau mencantumkan label tertentu yang diuji oleh pihak ketiga. Produsen dimintakan untuk menunjukkan langkah-langkah apa yang sangat beralasan dalam mematuhi aturan RoHS. Produsen juga diharapkan untuk melakukan pendekatan management material control, menerima declaration of compliance for materials, komponen dan part lain dari supplier.

Demikian sedikit sentuhan saya tentang RoHS, jika masih ada kekurangan saya mohon maaf. Maklum baru belajar nulis.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: