Skip to content

Pemberitahuan

19 November 2014

Beberapa kawan nyasar ke blog yang ini. Mungkin karena avatar saya mengharuskan menggunakan wordpress.

Ada kendala yang sangat mengganggu ketika saya harus menulis di sini. Ya, platform wordpress terlihat berantakan ketika akan diisi, saya gak tahu kenapa.

Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mohon untuk meluncur ke sini saja
lemandore.blogspot.com

Terima kasih
mandor

Melihat setan

20 Juli 2012

“Temenan koen?” Tanyaku gak percaya

“Iyo!” Jawabnya “Aku kepingin ketemu setan, kepingin ndelok setan!” Jawabnya menegaskan dengan mata berapi-api.

“Wes, ancene awakmu gendheng.”

“Gelem melok tah ora?!”
Baca selanjutnya…

Beban kerja

9 Juli 2012

Dulu, dulu sekali waktu saya masih sekolah SD selalu mendapatkan sebuah cerita tentang cita-cita rekan-rekan sepermainan. Cita-cita dan angan-angan yang memungkinkan nantinya bisa bebas dari segala tuntutan untuk sibuk bekerja.
“Nanti kalau sudah besar jadilah PNS karena PNS itu ada pensiunnya.”
“Pensiun di usia tua artinya tidak bekerja di masa tua, mendapatkan uang gratis yang mengalir terus tanpa harus capek-capek bekerja.”
Bahwa kata pensiun, atau uang mengalir tanpa harus bekerja menjadi sebuah bayangan yang menggiurkan. Tidak seperti simbok dan simbah yang masih sibuk ngurusi sawahnya. Sudah tua, yang harusnya beristirahat di rumah namun masih tetap gigih turun ke sawah merawat tanaman.

Baca selanjutnya…

Pulang

13 Juni 2012

Sudah di awal juni rupanya, kiranya aku sudah terlalu lama berada di kota ini. Tujuan awal datang ke kota ini tidak lain adalah ingin bertemu dengan dia, Perempuan Desir Angin. Seseorang yang telah tersangkut di hati sejak pertemuan pertama kali kota ini, di Simpang 5 Carita. Rasa ini selalu mengaduk hati antara cinta dan takut kehilangan.
Maka kedatanganku ke kota ini sekarang jelas sekali kalau mencari-cari alasan saja. Pengen ketemu tapi dengan modal menyalahkan orang. Siapa lagi kalau bukan Ray. Ahh sudahlah, yang penting sekarang aku harus memenangkan hatinya. Karena bagaimanapun juga Perempuan Desir Angin sudah mengambil hatiku. Aku tak bisa berpaling lagi dengan yang lain. Bahkan kedatangan Ray kepadanya tidak menyurutkanku.
Sekarang … aku harus berpisah lagi?
Baca selanjutnya…

Rinai Juni

5 Juni 2012

Hujan rinai penghujung-ujung awal Juni
Mengantarku ke depan lambaian
Kaki melangkah sungguh berat
Untuk kembali ke kota

Gadis cantik itu
Menunggu dengan perasaan sedih
Berteman dengan hujan, menungguku lewat
Menghadangku tetapi tidak
Senyummu memberiku jalan, namun tidak rela

Kejarlah mataharimu ka
Karena di sini sedang hujan
Dan aku, engkau, dan dia … masih tersangkut
Aku takut menghambatmu berlari

Kutitipkan suara-suara cinta kepada air
Yang akan luruh di sini maupun di kotamu nanti
Bahwa aku tetap mengharap untuk bertemu kembali

———————————-
Aku memang harus kembali, untuk meneruskan sekolahku say. Kugenggam tanganmu kali ini, kamu pasti tahu artinya.
Bisikanmu, berdesir bersama angin sebelum hujan datang. Aku akan bersiap mendengarkan alunanmu dari sana. Agar rindu kita bisa saling terobati.

Kerja Keras

30 Mei 2012

Sebuah kemampuan, jika tidak digunakan maka tidak tidak akan tampak manfaatnya.

Setelah sekian lama tertidur dalam kegiatan tulis menulis, akhirnya wangsit itu datang juga.
Pekerjaan yang bertubi-tubi terus datang silih berganti. Dulu yang dihadapi berkutat antara power point, kontrol, mesih dan AutoCad, sekarang harus berubah haluan ke excel, management, system, ERP. Sebuah perpindahan yang sangat drastis yang memaksa saya untuk bekerja keras, bekerja lebih keras hingga menemukan cara sendiri untuk bisa mempercepat pekerjaannya.

Saya berpikir dalam hati, ternyata kerja keras itu membawa dampak yang luar biasa. Pekerjaan terselesaikan lebih cepat, permasalahan lebih mudah, transaksi lebih cepat, keuntungan lebih banyak, perputaran dana lebih cepat.
Baca selanjutnya…