<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lé Mandoré</title>
	<atom:link href="http://lemandore.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lemandore.wordpress.com</link>
	<description>Dibalik pabrik ada cerita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 11:43:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lemandore.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lé Mandoré</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lemandore.wordpress.com/osd.xml" title="Lé Mandoré" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lemandore.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cinta segitiga</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2012/02/15/cinta-segitiga/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2012/02/15/cinta-segitiga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 10:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desir angin]]></category>
		<category><![CDATA[cafe]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[desir angin]]></category>
		<category><![CDATA[kerinduan]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[pengakuan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan desir angin]]></category>
		<category><![CDATA[ray]]></category>
		<category><![CDATA[segitiga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Masih dalam aroma cinta, saya lanjutkan kembali cerita Perempuan Desir Angin.  Jika sahabat tidak nyambung dengan cerita ini, monggo diklik saja kategori Desir Angin itu, ceritanya berurutan kok. Termasuk puisinya. Monggo sebelum membaca, disiapkan dulu teh dan kopinya. Ceritanya sedikit membutuhkan waktu untuk membacanya. Selamat menikmati. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Jalan raya hanya lengang. Melintas satu dua motor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=221&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih dalam aroma cinta, saya lanjutkan kembali cerita Perempuan Desir Angin.  Jika sahabat tidak nyambung dengan cerita ini, monggo diklik saja kategori Desir Angin itu, ceritanya berurutan kok. Termasuk puisinya.</p>
<p>Monggo sebelum membaca, disiapkan dulu teh dan kopinya. Ceritanya sedikit membutuhkan waktu untuk membacanya. Selamat menikmati.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Jalan raya hanya lengang. Melintas satu dua motor disusul dengan sepeda ontel yang dikendarai oleh orang tua. Sebuah warung rokok di seberang jalan, sang empunya keluar membawa ember berisi air. Rupanya dia menyiram jalan raya dengan air bekas. Terlihat asap menguap dari atas aspal yang tersiram. Rupanya matahari telah memanggangnya selama siang ini.<br />
Jalan ini termasuk mulus namun sepi kendaraan melintas. Sepertinya termasuk kelas jalan 3A sehingga jarang dilalui oleh kendaraan besar. Lurus ke depan sekitar 50 meter sudah keluar ke jalan raya yang lebih besar, jalan raya antar propinsi. Sebagaimana diketahui, kota ini adalah kota industri baja. Jalan besar itu sudah penuh dengan mobil panjang berisi balok besi dan lempengan baja. Disusul dengan bis-bis Antar Lintas Sumatra dan angkot-angkot yang ikut menyesaki jalan. Sore menjelang, menurunkan tensi panasnya yang sedari siang membakar kota. Daun-daun kering pohon beringin lepas dari batangnya, terbang melintir di tiup angin untuk kemudian jatuh di pinggir jalan.<br />
Kakiku kini sudah berada di pinggir jalan raya antar propinsi. Bersama Perempuan Desir Angin yang berada di sampingku, menikmati suasana sore bertabur kemilau sinar matahari.<br />
<span id="more-221"></span><br />
&#8220;Mau makan di mana ka?&#8221;</p>
<p>&#8220;Harusnya kau lah yang lebih tahu kota ini, masak tanya sama aku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah iya, aku lupa.&#8221; Senyumnya menyungging, renyah. Wajahnya cerah. Perempuan ini begitu cantik, terlalu cantik buatku. Siapapun itu tak akan pernah rela melepaskan sebuah senyuman dan wajah cerah seperti ini, termasuk aku. </p>
<p>&#8220;Kalau begitu, kita makan di dalam mall itu saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Heh?! jangan. Harganya pasti mahal&#8221; Sergahku. </p>
<p>&#8220;Kalau begitu kita cari yang lain saja&#8221; dia berjalan dengan cepat. mau tidak mau aku menyusulnya. Tiba-tiba dia masuk ke sebuah pintu kaca. Akupun juga mengikutinya masuk. Sebuah cafe, serasa sejuk di dalam. Seorang perempuan berseragam menyambut kedatangan Perempuan Desir Angin dengan wajah cerah. Dari wajahnya, perempuan berseragam itu menyiratkan mereka saling kenal, atau paling tidak sering bertemu. Itu artinya, perempuan desir angin sudah menjadi langganan cafe ini. Sedangkan aku sendiri disambut oleh seorang cowok berseragam yang sama juga. Rupanya cafe ini memberikan kenyamanan lebih bagi para pengunjungnya.<br />
Perempuan Desir Angin memilih meja, akupun mengikutinya. Wajahnya riang. Aku duduk di hadapannya, masih dengan wajah terheran-heran dengan suasana cafe ini. Sungguh, baru kali ini aku merasakan masuk cafe. Seumur-umur aku tidak pernah, untuk sekolah aja harus kerja keras. Nah ini, memasuki cafe dengan begitu mudahnya. Ahh, dia mungkin sedang seneng hatinya kepadaku.</p>
<p>&#8220;Mau makan apa?&#8221; Tanyanya</p>
<p>&#8220;eemm &#8230; &#8220;</p>
<p>&#8220;Biar aku yang pilih deh.&#8221;</p>
<p>&#8220;heh??&#8221;</p>
<p>&#8220;Udaah, gak usah nolak ya.&#8221;</p>
<p>Perempuan desir angin berbicara sedikit kepada pelayan berseragam di sampingnya. Pelayan itu tersenyum tanda dia mengerti, kemudian mohon diri.<br />
Tidak berapa lama, pesanan datang. Sebuah nasi panas, ikan goreng dengan posisi bersayap, sayur kangkung beraroma laut, sup kuah yang isinya belum kuketahui. Hmm benar-benar lezat. Kali ini aku akan memakan sesuatu yang belum pernah kubayangkan sebelumnya. Aku ragu mau memakannya, mau menikmati makanan yang ada di meja rasanya tidak tega. Tidak tega bahwa dia yang mbayar. Namun perempuan desir angin sudah memulai makan. </p>
<p>&#8220;Ayolah ka, kapan lagi kita bisa makan bareng. Kan kesempatan seperti ini jarang sekali.&#8221;</p>
<p>Kini aku benar-benar memakannya. Suasana sudah cair.</p>
<p>&#8220;Sekarang ceritakan tentang Ray&#8221;</p>
<p>&#8220;Emm &#8230; gak mau&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Takut kaka marah&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke, saya janji tidak marah&#8221;</p>
<p>&#8220;janji ya&#8221;</p>
<p>&#8220;iya!&#8221; jawabku sambil memandang matanya lekat-lekat. Namun di dalam hati, jawaban itu masih ada rasa bimbang, mengambang. </p>
<p>Di sela-sela makan, dia mulai bercerita.</p>
<p>&#8220;Ray. Pertama kali kenal ketika aku bekerja di Grand Mall. Bukan di kota ini, tapi di pinggiran Jakarta sana. Dia datang dengan sebentuk wajah yang kuat. Rahangnya kuat, begitu mempesona. Siapa sih perempuan yang tidak mau dengannya. Sosok yang tegas, sorot matanya itu membuat perempuan yakin akan terlindungi jika berjalan di sampingnya.<br />
Dia sering menjemputku sepulang kerja, meskipun dia bawa motor dan diparkir di mall, dia tetap menawarkan untuk naik angkot karena aku terbiasa pulang naik angkot. Dia sering mengantarku pulang naik angkot, dia sering mampir ke kontrakan, makan nasi goreng bareng. Dalam seminggu dia menyempatkan bertemu denganku paling tidak 4 sampai 5 kali. Aku sih seneng-seneng aja. Di depan teman-temanku, aku berani ngomong &#8220;sudah ada yang ngajak jalan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kamu mencintainya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tuuh kan, kaka. Mulai lagi deh.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke oke, gak papa, teruskan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Setiap kali mengantarku pulang, aku selalu minta naik angkot. Selama di angkot, dia selalu memegang tanganku.&#8221; </p>
<p>Wajahku berubah, air muka berubah. Terlihat sekali aku tidak setuju dengan apa yang baru saja dia ucapkan.</p>
<p>&#8220;Memegang tanganku saja Ka. Hanya itu kok&#8221;. sambil memandangku dengan matanya yang bening untuk meyakinkan.</p>
<p>&#8220;Dia adalah seorang pengusaha, atau setidak-tidaknya bersemangat untuk mendirikan sebuah usaha. Aku tidak pernah tahu usahanya seperti apa, tapi beberapa kali kudengar ketika dia sedang telepon sering menyebut nyebut onderdil motor dan mobil. Kupikir dia seorang sales onderdil, atau bahkan punya sebuah bengkel sendiri. Perjalanan antar kota yang dia lakukan selalu diberitahukan kepadaku. Tapi dia masih menyempatkan diri untuk mengunjungiku.<br />
Terkadang di waktu senggang dan tidak ada yang diomongkan, aku membuka-buka buku catatan yang selalu dibawanya, Di buku catatannya di halaman pertama tertulis The power of dream. Kekuatan dari mimpi-mimpi yang diidamkan. Sepertinya sebuah penyemangat yang bagus&#8221;. </p>
<p>Perempuan Desir Angin menampakkan wajah yang cerah ketika menyebutkan The power of dream. Rasanya aku pernah dengar, seperti slogan sebuah merek motor terkenal. Ah, sudahlah, bagaimanapun slogan itu telah menginspirasi seorang ray untuk menjadi seorang pengusaha.</p>
<p>&#8220;Dia menderita kanker otak. Katanya sih sudah stadium 4. Di sela-sela waktu jalan-jalan ke taman kota, dia sempat mengatakan hal itu. Tidak jarang dia mengeluhkan sakit di kepalanya. Sakit yang amat sangat. Bahkan pernah suatu kali dia pingsan di dalam angkot. Bisa dibayangkan bagaimana paniknya aku saat itu. Mau tidak mau aku meminta sopir untuk mengantarkan ke rumah sakit di tengah kota. bagaimanapun dia harus segera mendapatkan perawatan dokter.  Tapi alhamdulillah setelah dia sadar, dia minta langsung pulang dan minum obatnya sendiri di rumah.&#8221;</p>
<p>Dalam hati aku bergumam sendiri. Bukannya stadium 4 itu sudah tidak bisa ngapa-ngapain. Lha ini masih bisa mengunjungi kamu dengan bebas.  Apa ada hal yang disembunyikan dari dia itu?  Apakah penyakit kanker otak yang diomongkan itu benar-benar adanya?</p>
<p>&#8220;Dia mempunyai perkumpulan motor. bahkan kerap melakukan Bali, Balap Liar, di jalan-jalan kota Jakarta. Aku pernah diajak ikut balapan lho. sebagai pembonceng. Balapan biasanya dilakukan jam 1 hingga jam 3 pagi. Jalanan sepi, bahkan beberapa kali dia berani mbayar polisi untuk menutup jalan untuk balapan.&#8221; </p>
<p>&#8220;Ups .. Lha kalau jatuh gimana? kalau sampai gegar otak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Namanya juga lagi seneng-senengnya. Aku juga ikut merasakan sensasinya berada di atas motor dengan kecepatan tinggi. Merasai angin tengah malam menampar wajah dengan kecepatan tinggi. Apalagi pada sesi drag jarak pendek. Saat itu pengaman yang dipakai hanyalah selendang yang diikatkan di perut, agar aku tidak sampai terjatuh atau tertinggal.&#8221; </p>
<p>Aku hanya geleng-geleng kepala saja. mau gimana lagi, itu sudah terjadi.</p>
<p>&#8220;Kalau sekarang aku minta, kamu jangan ikut-ikutan lagi balap liar itu. kamu mau nurutin aku gak?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi kan dia kena kanker ka?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah &#8230; alasan itu lagi! Gak ada hubungannya kanker dengan bali!&#8221; Jawabku sedikit menaikkan nada bicara</p>
<p>&#8220;Kaka marah ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Maaf .. maaf, tadi aku janji tidak marah. Maafkan aku ya. Hanya kuminta mulai sekarang kamu tidak ikut-ikutan gitu-gituan. Aku gak suka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8221;. Perempuan Desir angin menunduk. Terlihat menyesal.</p>
<p>&#8220;Sekarang dia masih sering mengunjungimu, di kota ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sejak aku pindah kerja di kota ini, dia jarang ke sini. Mungkin karena jaraknya jauh dari Jakarta kali ya. Minggu ini dia sedang ke Tasik, ada urusan bisnis katanya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Oh gitu&#8221;.</p>
<p>Terdiam sesaat.</p>
<p>Setelah menyelesaikan makannya, dengan mata berbinar perempuan desir angin memandang ke bagian belakang cafe itu. Sebuah alat set live music sedang menganggur. Gitar dan bass dengan merek fender serta drum set tertata rapi. Beberapa amplifier juga diatur sedemikian rupa agar bisa menghasilkan suara yang bisa memenuhi ruangan. Sebuah keyboard merek roland, tidak kuketahui serinya, berdiri gagah pada sebuah kaki silang, tertutup dengan kain hitam.</p>
<p>Perempuan Desir Angin beranjak dari tempat duduknya. Menuju tempat cuci tangan dan setelah itu bercakap-cakap dengan salah seorang di dekat kasir. Orang itu berpakaian tidak sama dengan yang lain, kurasa mungkin dia manajer tempat ini, atau mungkin supervisornya. Perempuan Desir Angin bercakap-cakap dengan wajah gembira dan sesekali tertawa. Tidak berapa lama dia kembali ke meja bersamaku.</p>
<p>&#8220;Boleh kok ka. ayo.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apanya yang boleh?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu, di sana itu. Kaka boleh memainkan sesukanya. Katanya bisa main gitar&#8221;</p>
<p>&#8220;Heh.&#8221; Aku jadi bingung. Ini maunya apa</p>
<p>&#8220;Sudahlah, gak usah sungkan-sungkan. Ayo tunjukkan jari-jarimu di atas fret gitar Fender itu.&#8221;</p>
<p>Ternyata dia juga tahu merek gitar rupanya. Aku dengan sangat malu-malu mengikutinya melangkah ke dalam, ke atas panggung. Kemudian mengambil gitar dan menyalakan amplifire. Ahh, kalau cuman seorang begini mungkin lebih enak kalau pakai gitar kayu itu, akustik saja. Tidak terlalu berisik.<br />
Aku lepas gitar fender dan ganti gitar kayu bolong, tentunya  ada spul magnetnya agar bisa dimasukkan ke amplifire. Sebuah efek gitar AX 1500 berada di bawah kupilih dengan mode clean. Cukup sudah senjataku kali ini.</p>
<p>Kucoba masing-masing senar, rupanya nadanya tidak ada yang miring. Pas, cocok denganku. Kucoba selentingan chord satu demi satu. Ee.. tiba-tiba perempuan desir angin sudah masuk dengan lagunya sendiri, dan suaranya itu &#8230; masuk dengan chord yang ada di tanganku. Untung saja aku masih hafal dengan chord lagunya, hanya ada 3 saja yaitu C, D dan Bm. Sedangkan picking hanya sekali di G. Aku menikmati gitarku, perempuan desir angin menikmati lagunya.</p>
<p>Every time I think of you<br />
I get a shot right through into a bolt of blue<br />
It’s no problem of mine but it’s a problem I find<br />
Living a life that I can’t leave behind</p>
<p>There’s no sense in telling me<br />
The wisdom of a fool won’t set you free<br />
But that’s the way that it goes<br />
And it’s what nobody knows<br />
And every day my confusion grows</p>
<p>   Every time I see you falling<br />
   I get down on my knees and pray<br />
   I’m waiting for that final moment<br />
   You’ll say the words that I can’t say</p>
<p>I feel fine and I feel good<br />
I feel like I never should<br />
Whenever I get this way, I just don’t know what to say<br />
Why can’t we be ourselves like we were yesterday</p>
<p>I’m not sure what this could mean<br />
I don’t think you’re what you seem<br />
I do admit to myself, That if I hurt someone else<br />
Then we’d never see just what we’re meant to be</p>
<p>   Every time I see you falling<br />
   I get down on my knees and pray<br />
   I’m waiting for that final moment<br />
   You’ll say the words that I can’t say</p>
<p>Aku mengulangi chord gitarku pada bagian reff itu hingga tiga kali. Aku juga menirukan apa yang dia ucapkan, bernyanyi bersama. Aku mengambil suara dua sedangkan dia tetap pada nadanya.</p>
<p>Aku memperlambat petikan gitar pada bagian terakhir sebelum benar-benar menghabiskan syair lagunya. Begitu lagu sudah selesai, Perempuan Desir Angin berbalik dan menatapku dengan mata yang teduh, berkaca-kaca. Seulas senyum diukir pada wajahnya, tangannya menyentuh pipiku, membelai hangat. Aku juga tersenyum</p>
<p>Tepuk tangan beberapa pengunjung terdengar, tidak membahana memang karena tidak banyak orang. Namun tepuk tangan itu merupakan penghormatan padanya. Dia membawakan lagu dengan jernih.<br />
Aku tenggelam dalam belaian tangan asmara, tidak menghiraukan suara tepuk tangan itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=221&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2012/02/15/cinta-segitiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Padamu kuserahkan</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/25/padamu-kuserahkan/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/25/padamu-kuserahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 20:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desir angin]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[desir angin]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Padamu Kuserahkan Pada apa sebuah kata kuucapkan Karena ia tak mampu lagi menggambarkan rasa Adalah sebuah nampan berhias lilin Kupersembahkan sebentuk hati Kan kuberikan kepadamu Seseorang yang kusebut Cinta &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; puisi ini diikutsertakan Semarak Blognya Pak Mars “Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=216&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="background-image:url('http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/love.gif');background-repeat:no-repeat;background-position:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>Padamu Kuserahkan</strong></p>
<p style="text-align:center;">Pada apa sebuah kata kuucapkan</p>
<p style="text-align:center;">Karena ia tak mampu lagi menggambarkan rasa</p>
<p style="text-align:center;">Adalah sebuah nampan berhias lilin</p>
<p style="text-align:center;">Kupersembahkan sebentuk hati</p>
<p style="text-align:center;">Kan kuberikan kepadamu</p>
<p style="text-align:center;">Seseorang yang kusebut Cinta</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>puisi ini diikutsertakan Semarak Blognya Pak Mars <strong>“Ungkapan <a href="http://marsudiyanto.net/ungkapkan-dengan-html.html">Anti Biasa</a>, Ungkapan Dengan HTML</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=216&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/25/padamu-kuserahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demo itu</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/19/demo-itu/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/19/demo-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 12:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[sehari hari]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi darurat]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[tuntutan]]></category>
		<category><![CDATA[UMR]]></category>
		<category><![CDATA[upah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Masih terngiang kata-kata mbok Djum barusan. &#8220;Harusnya kamu tahu bang. Tuh pabrik sebelah sudah memulangkan karyawanannya sebelum jam 12 siang. Lha ini, kamu malah sibuk dengan kekurangan produksi, tidak mikir ke depan kalau-kalau ada huru-hara yang masuk pabrik.&#8221; Begitu mbok Djum menjelaskan kepada saya sebelum menghidangkan kopi pesanan saya. Saya terkesiap dengan kata-kata mbok Djum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=210&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/demo-1.jpg"><img src="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/demo-1.jpg?w=600" alt="" title="demo 1"   class="alignnone size-full wp-image-213" /></a><br />
Masih terngiang kata-kata mbok Djum barusan. </p>
<p>&#8220;Harusnya kamu tahu bang. Tuh pabrik sebelah sudah memulangkan karyawanannya sebelum jam 12 siang. Lha ini, kamu malah sibuk dengan kekurangan produksi, tidak mikir ke depan kalau-kalau ada huru-hara yang masuk pabrik.&#8221;<br />
<span id="more-210"></span><br />
Begitu mbok Djum menjelaskan kepada saya sebelum menghidangkan kopi pesanan saya. Saya terkesiap dengan kata-kata mbok Djum itu. Entah harus berbuat apa, bingung. Kok bisa-bisanya saya tidak tahu bahwa akan ada pergerakan siang ini. Saya harus bergegas kembali ke pabrik untuk memberitahukan informasi ini kepada rekan-rekan di pabrik. Saya batalkan makan siang saya kali ini.<br />
Kembali ke pabrik, ternyata sudah ada kegiatan. Kegiatan antisipasi yang dimaksudkan untuk menyelamatkan yang perlu. Biasanya kejadian seperti ini akan ada sweeping para pendemo memasuki pabrik. memaksa seluruh karyawan turun ke jalan.<br />
Mobil-mobil sudah ditempatkan di tempat yang aman. Kegiatan operasional dihentikan. Karyawan dialokasikan agar tidak berada di tempat produksi, kalau sampai ketahuan para pendemo, maka tak ayal, mesin-mesin saya akan hancur lebur dirusak oleh mereka. Seluruh karyawan dialokasikan ke tempat lain, yang penting jangan berada di area produksi. Itupun sudah seijin manajemen untuk menghindari kerugian yang lebih besar.</p>
<p>Tapi pertanyaan besarnya adalah, Bagaimana nasib karyawan? karyawan yang didominasi oleh kaum perempuan itu sebenarnya mau saja diajak demo, tapi sangat rentan akan keselamatannya. Secara hitungan, pabrik ini tidak mempunyai karyawan laki-laki yang cukup untuk melindungi semua karyawan perempuan. Meskipun secara struktural mampu mengendalikan pergerakan karyawan namun ketika sudah turun ke jalan sudah tidak bisa lagi mengawasi masing-masing karyawan. Bahkan satpam yang berjumlah 7 orang pun tidak akan mampu menghalau para pendemo yang jumlahnya ratusan itu.<br />
Ruang produksi sudah sepi. Karyawan perempuan sudah diungsikan di tempat yang aman, di ruang kantin makan. Sedangkan karyawan laki-laki bersiap-siap. Beberapa di depan gerbang. Suasana lengang, dan tegang! Menunggu sesuatu yang sangat besar yang bakalan datang. Seperti menunggu datangnya banjir bandang. Mata dan telinga dipasang tajam. Karyawan yang berada di depan gerbang bekerja sama dengan pak satpamwan untuk mediasi agar tidak melakukan hal-hal yang anarkis. Sedangkan karyawan yang lain bersiaga di beberapa titik lokasi pabrik yang dianggap vital agar tidak terjadi kerusakan.<br />
Jam menunjukkan pukul setengah dua siang. Detik demi detik berjalan serasa lambat. Raungan motor sudah mulai terdengar dari kejauhan. Suasana semakin tegang. Teriakan histeris dan ketakutan dari karyawan perempuan di ruang makan kantin sudah mulai terdengar. Ada yang menangis! mengiringi kedatangan raungan motor yang semakin mendekat.<br />
Ratusan motor kini sudah berada di depan pintu gerbang. Beberapa rekan sudah bernegosiasi dengan para pendemo itu agar tidak berbuat anarkis dan karyawan akan diturunkan ke jalan secara perlahan. Namun para pendemo tidak sabar. Motor-motor yang berada di depan pagar sudah menarik gas dengan keras dan raungan melengking. Orang-orang di luar sudah mengoyak-oyak gerbang. Robohlah gerbang dan ratusan motor masuk ke wilayah pabrik untuk melakukan sweeping tempat produksi. Karyawan dipaksa keluar ikut demo.<br />
<a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/pagar-roboh.jpg"><img src="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/pagar-roboh.jpg?w=600" alt="" title="pagar roboh"   class="alignnone size-full wp-image-212" /></a><br />
Demo melumpuhkan seluruh kawasan pabrik di sini. Menurut berita yang tersebar di kalangan rekan-rekan, bahwa karyawan shift 2 pun sedang terjebak di tol tidak ada yang bisa berjalan. Jalanan macet, pabrik tidak beroperasi, Tol macet baik arah Jakarta maupun arah Cikampek. Bahkan mungkin pembaca juga terkena dampak dari demo kali ini, pasti pulang malem lagi.<br />
Tuntutannya sudah jelas, bahkan media-media online pun sudah memberitakan dengan jelas apa-apa yang diminta. Semoga saja ini bisa berakhir dengan damai.<br />
Demo diakhiri sekitar jam setengah lima sore. Setelah masing-masing PUK mendapatkan kepastian dari pimpinan mereka untuk membubarkan diri.</p>
<p>Tercatat dalam aksi kali ini ada satu karyawan saya pingsan di jalan dan satu lagi terkena luka robek pada kakinya. Keduanya adalah anak-anak saya, karyawan yang langsung saya pimpin di pabrik. Karyawan yang pingsan langsung dibawa ke klinik pabrik sedangkan karyawan yang luka harus dirujuk ke Hosana Medika untuk mendapatkan 10 jahitan pada kakinya.<br />
Semoga kejadian ini tidak terulang lagi besok &#8230; serem &#8230; </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=210&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/19/demo-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/demo-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demo 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/pagar-roboh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pagar roboh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun baru, awal baru</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/07/tahun-baru-awal-baru/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/07/tahun-baru-awal-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 05:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[sehari hari]]></category>
		<category><![CDATA[awas]]></category>
		<category><![CDATA[naik gaji]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[produktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Tahun sudah berganti. Wajah-wajah cerah masih tampak pada sebagian besar karyawan. Murah senyum dan mudah sekali bersahabat. Ada juga oleh-oleh yang datang dari kampung halaman. Bahkan beberapa diantaranya sangat royal kepada teman-temannya, traktiran makan pun saling datang sahut menyahut. Banyak sekali cerita-cerita di balik wajah cerah itu. Hari ini masih terhitung awal masuk. Para karyawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=205&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun sudah berganti. Wajah-wajah cerah masih tampak pada sebagian besar karyawan. Murah senyum dan mudah sekali bersahabat. Ada juga oleh-oleh yang datang dari kampung halaman. Bahkan beberapa diantaranya sangat royal kepada teman-temannya, traktiran makan pun saling datang sahut menyahut. Banyak sekali cerita-cerita di balik wajah cerah itu.<br />
Hari ini masih terhitung awal masuk. Para karyawan pabrik membawa semangat tahun baru sendiri-sendiri. Cerita tentang liburan tahun baru masih hangat mengalir dari masing-masing karyawan kepada teman-teman maupun rekan kerjanya. Apalagi bonus akhir tahun mereka, tak henti-hentinya saling memamerkan apa-apa yang dibelinya dengan bonus akhir tahun itu. Tak kalah menariknya adalah kepastian dari pabrik bahwa gaji tahun ini akan naik. Tidak tanggung-tanggung naiknya. Kenaikan itu jika digunakan untuk membayar kontrakan mereka pun masih ada sisanya. Sungguh kegembiraan yang berlipat-lipat.<br />
<span id="more-205"></span><br />
Siang ini, seperti halnya rekan-rekan karyawan pabrik lainnya, saya makan siang di warung mbok Djum. Cerita-cerita liburan tahun baru kemarin masih berlanjut hingga di warung ini. Saya &#8230; hanya menjadi pendengar setia mereka-mereka yang sedang makan.</p>
<p>&#8220;Kemarin saya pulang kampung, ketemu sama keluarga.&#8221; Kata Tono sambil menunjukkan foto dari hapenya. Saya tahu, dia membeli hape baru yang lebih keren. Format OS nya sudah menggunakan Robot Ijo. Hasil kerjanya ditunjukkan dengan barang berkelas itu kepada keluarganya.</p>
<p>&#8220;Oh ya. Seneng dong ketemu dengan keluarga&#8221; jawabku menyahut</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah bang, saya bisa memberikan sedikit kepada orang di rumah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah juga, pabrik masih mampu membayar kita.&#8221; Saya tersenyum, dia juga tersenyum lebar sambil melanjutkan makan siangnya.</p>
<p>Dalam hati, mendadak saya terkejut dengan pernyataan saya yang terakhir itu. Jangan-jangan &#8230; jangan-jangan tahun depan pabrik tidak mampu. Waduh! Saya pun pura-pura sibuk makan dengan pikiran menggantung.</p>
<p>Mbok Djum datang dengan segelas kopi pesanan saya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana liburanmu bang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya &#8230; Saya tidak liburan Mbok, Saya hanya kedatangan tamu luar biasa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Heh?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, saya kedatangan tamu luar biasa dari rumah. Ibunda tercinta datang dari kampung.&#8221;<br />
<a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/monas.jpg"><img src="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/monas.jpg?w=600&#038;h=433" alt="" title="monas" width="600" height="433" class="alignnone size-full wp-image-207" /></a><br />
&#8220;Hahahaha, benar-benar anak tidak tahu diri. Dimana-mana itu yang ada anak yang mengunjungi orang tua, lha ini malah kebalik. Malah orang tua yang mengunjungi anak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Begitulah mbok, saya memang masih harus aktif di pabrik sembari anak-anak libur. Masih ada yang perlu dibereskan di pabrik. Makanya saya minta Ibunda saja yang datang ke sini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Berarti tetep liburan, liburan di sini maksudnya.&#8221; </p>
<p>&#8220;Ya bisa dibilang begitu mbok.&#8221;</p>
<p>Saya masih menikmati makan siang saya. Teman-teman sudah bocor masalah gaji seiring pergantian tahun. Mbok Djum maklum saja, sudah tahu gosip itu dari awal. Makanya beliau hanya tenang-tenang saja mendengar berita itu. Toh pabrik lain juga akan melakukan hal itu, mungkin saja beliau tahu lebih dulu dari karyawan pabrik sebelah.</p>
<p>&#8220;Kamu pasti seneng ikutan naik gaji&#8221; Sela Mbok Djum kepada saya</p>
<p>&#8220;Ya alhamdulillah mbok, pabrik masih mampu membayar saya.&#8221; Saya gunakan kegundahan hati saya tadi sebagai jawaban kepada mbok Djum. Semoga saja beliau tahu apa yang saya maksud.</p>
<p>&#8220;Masih mampu? sepertinya ada sedikit keraguan?&#8221; Mbok Djum akhirnya tahu juga apa yang saya maksud.</p>
<p>&#8220;Ya gitu deh, atau malah jangan-jangan nanti pabrik ada waktunya gak bisa mbayar saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm, kamu berpikir begitu ya. Sebenarnya apa yang kamu takutkan itu sudah sejak awal dipikirkan oleh pemilik pabrik dan jajaran manajemen yang ada.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho, Mbok Djum kok tau pikiran pemilik pabrik?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya tahu lah. Di warung ini tidak ada berita pabrik yang disembunyikan, baik itu oleh pemilik pabrik, jajaran manajemen atau mandor seperti kamu. Semua berita masuk ke warung ini, tidak ada yang ditutupi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi trus &#8230; trus &#8230;&#8221; Sepertinya ini akan jadi menarik</p>
<p>&#8220;Maka bersiaplah dengan apa-apa yang direncanakan pabrik buatmu. Ketahuilah, bahwa pabrik juga tidak mau rugi bukan? Oleh karena itu, kenaikan gaji harus diikuti dengan sesuatu yang bisa menutup biaya itu. Artinya, ada tuntutan lain seiring dengan kenaikan gajimu itu.&#8221;</p>
<p>Saya manggut-manggut.</p>
<p>&#8220;Kita lihat saja di masyarakat.  Semua produk hasil pabrik harganya semakin lama semakin turun. Itu sudah hukum alam. Selain itu produk yang baru lebih minimalis dan memberikan kemudahan yang memanjakan konsumen. Nah, bagaimana mungkin pabrik membayar gaji pekerjanya lebih banyak jika harga produknya turun. Oleh sebab itu, maka pabrik harus &#8230; ? Kamu pasti bisa meneruskan kalimat saya itu&#8221;</p>
<p>&#8220;Pabrik harus membuat produk baru, inovatif dan meningkatkan produksi untuk memenangkan pasar&#8221;</p>
<p>&#8220;Tepat sekali. Itulah tugasmu di tahun ini! Jika kamu tidak mampu, maka pabrik akan mengambil langkah pragmatis untuk menghidari kerugian karena peningkatan biaya gaji karyawan. Seperti pengurangan karyawan misalnya.&#8221; </p>
<p>Saya keselek nasi sebutir. Sebuah tantangan besar menghampar di depan saya.  Ternyata Mbok Djum lebih bisa memetakan kondisi pasar dan keadaan di dalam pabrik. Seharusnya hal yang sepele itu disadari oleh semua orang, namun terlewat oleh saya karena terlalu sibuk dengan kenaikan gaji. </p>
<p>Sudah menjadi hukum alam di dalam bisnis, jika ada peningkatan biaya maka harus ada tambahan kegiatan untuk bisa menutupi biaya tersebut agar bisnis bisa terus berjalan. Kerugian tidak atau kekurangan profit tidak boleh berlangsung terus menerus. Harus ada kompensasinya. Dan itu adalah permintaan pemilik pabrik beserta jajaran manajemennya. Sehingga yang dituntut untuk berpikir dan bekerja adalah orang yang berada di bawah agar bisnis tidak surut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=205&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2012/01/07/tahun-baru-awal-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2012/01/monas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">monas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maintenance (2)</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/maintenance-2/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/maintenance-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 08:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[System]]></category>
		<category><![CDATA[dasar]]></category>
		<category><![CDATA[konsep dasar]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Dasar Maintenance Maintenance adalah sebuah konsep tentang pemeliharaan. Semua aktivitas yang dilakukan ditujukan untuk menjaga atau mempertahankan keberlangsungan peralatan agar tetap dapat berfungsi dengan baik seperti kondisi awal. Dibentuknya konsep ini adalah untuk menjaga agar semua peralatan yang mendukung perusahaan selalu dalam kondisi yang bagus. Dalam penerapannya, pemeliharaan memerlukan cara-cara yang sesuai dengan ilmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=201&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep Dasar Maintenance</p>
<p>Maintenance adalah sebuah konsep tentang pemeliharaan. Semua aktivitas yang dilakukan ditujukan untuk menjaga atau mempertahankan keberlangsungan  peralatan agar tetap dapat berfungsi dengan baik seperti kondisi awal. Dibentuknya konsep ini adalah untuk menjaga agar semua peralatan yang mendukung perusahaan selalu dalam kondisi yang bagus.<br />
Dalam penerapannya, pemeliharaan memerlukan cara-cara yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan pronsip-prinsip dasar pemeliharaan yang bertujuan untuk menjaga kondisi suatu peralatan produksi dalam kondisi siap pakai.</p>
<p>Maintenance dalam dunia perusahaan sudah diikutkan dalam sistem produksi sebagai pendukung tercapainya produktifitas yang optimal.<br />
Maintenance sangat penting bagi semua orang yang berkaitan dengan keberlangsungan suatu usaha karena dapat menjamin sarana perusahaan secara optimal dan berumur panjang. Bagi pemilik perusahaan, kegiatan maintenance dapat membantu memperkirakan anggaran biaya di masa mendatang serta penunjang pengambilan kebijakan dan keputusan tentang masalah peralatan dan fasilitas.<br />
<span id="more-201"></span><br />
bagi manager, kegiatan maintenance juga berfungsi sebagai alat kontrol untuk mengurangi waktu sto produksi karena masalah mesin. Kondisi ini juga dapat mencegah pemborosan suku cadang material dan meningkatkan efisiensi secara ekonomis.<br />
Bagi para karyawan adalah menumbuhkan rasa memiliki terhadap peralatan karena peralatan yang dihadapi adalah demi kelancaran pekerjaan yang dijalaninya saat ini. Dengan terjaganya kegiatan maintenance diharapkan kondisi keamanan / safety terjamin, karyawan melakukan pekerjaannya dengan aman terutama mesin-mesin berat dan beresiko tinggi terhadap keamanan karyawan.</p>
<p>Atas dasar kepentingan itulah maka maintenance perlu dikembangkan dan diaplikasikan sesuai dengan bentuk dan sifat perusahaan yang berkepentingan secara maksimal. Dalam penerapannya, pemeliharaan memerlukan teknik-teknik yang merupakan penerapan dari ilmu pengetahuan dan prinsip-prinsip dasar pemeliharaan yang bertujuan untuk menjaga kondisi suatu peralatan produksi dalam kondisi siap pakai.</p>
<p>Secara garis besar kegiatan maintenance dapat diklasifikasikan dalam dua macam yaitu: Planned maintenance dan Unplanned maintenance </p>
<p>Dari 2 hal di atas, maka berkembanglah ilmu-ilmu maintenance yang sekarang ini kita kenal dengan Predictive and preventive maintenance, Corrective maintenance, breakdown maintenance hingga yang sekarang sedang marak adalah RCM (Reliability Centered Maintenance)</p>
<p>lebih detailnya silakan melihat pada diagram berikut.<br />
<a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/maintenance-2.jpg"><img src="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/maintenance-2.jpg?w=600&#038;h=574" alt="" title="Maintenance 2" width="600" height="574" class="alignnone size-full wp-image-203" /></a></p>
<p>Penjelasannya? Bagaimana cara penerapan masing-masing sistem pada sebuah proses produksi? akan diposting pada postingan berikutnya. Mohon bersabar ya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=201&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/maintenance-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/maintenance-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Maintenance 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Waste</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/7-waste/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/7-waste/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 06:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[System]]></category>
		<category><![CDATA[7 waste]]></category>
		<category><![CDATA[lebih baik]]></category>
		<category><![CDATA[pemborosan]]></category>
		<category><![CDATA[toyota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Postingan kali ini berbicara tentang kondisi produksi. Untuk beberapa orang proses akan sering menemukan apa yang saya bicarakan kali ini, bahkan anda pun bisa dengan mudah mencarinya di mbah Google, jutaan jumlahnya. Saya hanya menuliskan ulang tentunya dengan versi saya sendiri. Silakan menyediakan teh hangat atau kopi di samping anda dalam membaca artikel ini. 1. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=195&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan kali ini berbicara tentang kondisi produksi. Untuk beberapa orang proses akan sering menemukan apa yang saya bicarakan kali ini, bahkan anda pun bisa dengan mudah mencarinya di mbah Google, jutaan jumlahnya. Saya hanya menuliskan ulang tentunya dengan versi saya sendiri. Silakan menyediakan teh hangat atau kopi di samping anda dalam membaca artikel ini.</p>
<p><a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/buang-duwit.jpg"><img src="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/buang-duwit.jpg?w=600" alt="" title="buang duwit"   class="alignnone size-full wp-image-197" /></a><br />
1. Pengantar<br />
Waste dalam bahasa sehari-hari proses dinamakan pemborosan. Pemborosan bisa berbentuk apa saja baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, kalau diperhatikan secara lebih, ternyata banyak sekali ditemukan pemborosan yang ada di lingkungan kerja.<br />
Saat pabrik atau perusahaan sedang dalam kesulitan untuk mendapatkan keuntungan, pabrik cenderung mengabaikan berbagai pemborosan yang mengelilinginya dan mengabaikan kesempatan untuk meningkatkan perbaikan. Mereka cenderung hanya melihat waktu sebagai sesuatu yang menambah nilai, misalnya waktu yang dihabiskan dalam pembuatan suatu barang. Bingung ya?<br />
Harusnya pabrik melihat waktu sebagai sesuatu yang mengurangi nilai jika salah dalam menggunakannya. Pabrik harus membuat tindakan-tindakan untuk mempercepat perbaikan-perbaikan operasional sehingga kegiatan di tempat kerja menjadi lebih efisien.<br />
Dari beberapa pengalaman saya dalam mengaudit proses pabrik sebelah, secara offline saya mengajak ngobrol orang-orang di pabrik untuk mengetahui bagaimana proses mereka berjalan.<br />
<span id="more-195"></span><br />
mandor produksi: “Semua Karyawan di sini sedang bekerja dengan sangat keras. Kami melakukan apa saja yang memungkinkan untuk perbaikan tempat kerja. Hal itu sangat membutuhkan waktu untuk mencapai target yang diinginkan.”<br />
Kepala bagian : &#8220;Saya kesulitan untuk mencapai target yang ditetapkan. Tekanan-tekanan yang muncul dari yang punya pabrik tidak membuat saya menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki. Peningkatan produktifitas dan kualitas masih belum memunculkan suatu tindakan yang riil karena proses produksi tidak berkembang.&#8221;</p>
<p>Yang punya Pabrik: “Saya menerapkan banyak hal seperti : melakukan pelatihan SPC (Statistical Process Control), kegiatan Gugus Kendali Mutu (ISO 9001), memasang Kotak saran. Selain itu saya juga menggunakan program MRP (Material Requirement Planning), bahkan menggunakan penyimpanan otomatis dan sistem robot. Namun dengan semua itu, saya merasa semua itu masih belum berjalan baik. Sebagai contoh, jumlah surat dari Kotak saran sangat sedikit, mesin-mesin masih sering berhenti (break down), tingkat kualitas tidak setinggi seperti yang diinginkan, plan berubah-ubah secara tiba-tiba dan masih banyak lagi yang lainnya. Karena keadaan ini, saya menghabiskan terlalu banyak waktu mencari pemecahan-pemecahan dan menghadiri pertemuan-pertemuan harian.”</p>
<p>CEO : &#8220;Saya tidak habis pikir dengan apa yang sedang terjadi. Seminar dan konferensi sudah banyak saya ikuti, selain itu saya juga menggunakan konsultan untuk membantu. Tetapi yang ada hanyalah dokumen, kertas, penggalan-penggalan pemikiran dan lainnya yang masih belum bisa saya gabungkan menjadi suatu rencana tindakan.&#8221;</p>
<p>Seperti itu hasil ngobrol saya dengan pabrik sebelah, semoga saja tidak terjadi di pabrik sampeyan.</p>
<p>Mungkin dari pembaca pernah memasuki area pabrik. nah kegiatan-kegiatan yang umum ditemukan di dalam pabrik sebagai berikut:<br />
Pada suatu area kerja, terlihat karyawan sedang mengangkat bahan-bahan yang berat dengan tangannya.<br />
Di tempat lain terlihat karyawan bekerja dalam rasa takut, jangan-jangan produksi hari ini tidak tercapai karena produk yang dihasilkan sebelumnya ternyata kualitasnya di luar batas toleransi.</p>
<p>Terlihat juga karyawan yang memperhatikan mesin, memilih-milih parts yang bagus dan rusak.<br />
Di tempat lain ada karyawan yang sedang menunggu pengiriman material, penyusunan persediaan dan perbaikan kerusakan mesin.<br />
Analisis awal, karyawan yang bekerja itu bekerja karena ada sesuatu yang harus dikerjakan, bukannya bekerja dengan mengikuti prosedur resmi atau disiplin. Jika sudah begitu timbul pertanyaan, berapa banyak dari kegiatan-kegiatan tersebut yang benar-benar dibutuhkan untuk kegiatan produksi? Berapa banyak kegiatan yang menambah nilai pada produk dibandingkan hanya menghabiskan biaya saja? Berapa banyak kegiatan yang berhubungan dengan sesuatu yang pelanggan?</p>
<p>2. Apakah Pemborosan Itu ?<br />
Untuk definisi saya mengutip saja dari Toyota. Pemborosan adalah &#8220;segala sesuatu selain jumlah minimum peralatan, material, parts, ruang dan waktu pekerja yang benar-benar harus disediakan untuk menambah nilai pada produk.&#8221; Jadi selain hal-hal yang diseburkan di atas, apapun kegiatannya sudah pasti pemborosan. Kemudian Toyota memberikan definisi yang lebih mudah &#8220;Jika tidak menambah nilai, itu adalah Pemborosan.”<br />
Jika memperhatikan apa yang dilakukan karyawan, sering ditemukan 95 % waktu karyawan tidak digunakan untuk menambah nilai pada produk, bahkan hanya menambah biaya. Untuk material yang diproses di pabrik, sering juga ditemukan bahwa lebih dari 95 % waktu yang ada, material berada di tempat penyimpanan menunggu untuk dikirim, diproses atau diperiksa. Demikian juga mesin-mesin yang membuat produk rusak, atau malah hancur. bahkan sering masih berada dalam perbaikan.<br />
Setiap waktu pabrik selalu berusaha untuk mencari cara bagaimana meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya-biaya. Pemborosan atau inefisiensi yang terjadi pada proses bisnis sehari-hari di pabriknya tentunya sangatlah kontra-produktif dengan semangat tersebut. Karena itu setiap pabrik yang ingin maju haruslah mampu mengidentifikasi pemborosan-pemborosan apa saja yang masih terdapat didalamnya, untuk kemudian berusaha semaksimal mungkin mengeliminasinya.<br />
Selain dapat meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya, manfaat lain pengurangan pemborosan antara lain mampu meningkatkan kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, mengurangi tingkat frustrasi pekerja, hingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.</p>
<p>Orang-orang boleh berkata &#8220;Kita sudah tahu itu semua&#8221;. Tetapi pertanyaannya adalah apa yang sebenarnya bisa dilakukan lakukan untuk mengurangi Pemborosan ini? Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menghilangkan Pemborosan ini?</p>
<p>3. 7 Waste<br />
Untuk bisa menjawab pertanyaan di atas, maka pemborosan harus diindentifikasi terlebih dahulu agar penangan yang dimunculkan bisa tepat sasaran. Proses produksi secara signifikan berbeda antar pabrik, apapun kegiatan yang dilakukan di dalam pabrik, apapun produk yang dihasilkan, bentuk pemborosannya sangat mirip. Nah, karena mirip itulah Toyota mengelompokkan pada 7 tipe pemborosan yang paling menyolok setelah bertahun-tahun melakukan aktivitas perbaikan.</p>
<p>Tujuh pemborosan dikenal sebagai “MUDA”. “7-MUDA” yang dikembangkan oleh seorang pemimpin di Toyota, Mr. Taiichi Ohno.<br />
1. Produksi berlebih &#8211; Overproduction<br />
2. Menunggu &#8211; Waiting<br />
3. Memindahkan &#8211; Transporting<br />
4. Proses &#8211; Processing<br />
5. Persediaan &#8211; Inventory<br />
6. Gerakan &#8211; Motion<br />
7. Cacat &#8211; Defects</p>
<p>7 type pemborosan atau 7 waste ini tidak ada salahnya untuk kita pelajari sebagai tambahan pengetahuan, syukur kalau proses masing-masing pembaca bisa menemukan formula yang lebih jitu dari yang dipaparkan oleh Toyota.</p>
<p><strong>1. Produksi berlebih</strong><br />
Produksi berlebih dapat diartikan menghasilkan sesuatu secara berlebihan atau lebih cepat dari yang dibutuhkan pada tahap berikutnya. Toyota menyimpulkan pemborosan ini adalah yang paling buruk yang sering ditemukan di pabrik. Pemborosan ini disebabkan pembuatan produk lebih banyak jumlahnya dari jumlah yang dibutuhkan. Pada saat permintaan cenderung meningkat, efek dari pemborosan ini mungkin tidak terlihat, namun saat permintaan menurun, efek pemborosan ini berlipat ganda dan pabrik sering terjebak masalah dalam penyelesaian produk yang tidak terjual sebagai persediaan (stock) yang besar.<br />
Pemborosan ini akan menghabiskan bahan baku dan meningkatkan upah untuk pekerjaan yang tidak dibutuhkan, membuat persediaan yang tidak perlu yang butuh tambahan penanganan material, ruang penyimpanan dan tambahan kertas­kertas kerja, komputer, serta kerja forklift dan gudang, dan yang lainnya.</p>
<p>Lebih jauh lagi kelebihan barang jadi menyebabkan kebingungan tentang apa yang perlu dilakukan lebih dulu. Ini juga mengalihkan konsentrasi karyawan dan menghalangi mereka untuk fokus pada objek atau masalah yang muncul tiba-tiba sehingga membutuhkan tambahan pengawasan untuk karyawan dalam proses bekerjanya. Karyawan kelihatan sibuk padahal mereka melakukan yang tidak perlu, bahkan membutuhkan tambahan peralatan sehingga keluar biaya lagi.<br />
Karena produksi berlebih ini menciptakan banyak kesulitan yang mengaburkan masalah yang lebih besar dan mendasar, sehingga bisa disimpulkan pemborosan ini merupakan pemborosan yang paling buruk dan harus dihilangkan. Pemecahan sederhana, pertama-tama harus dimengerti bahwa mesin dan karyawan tidak harus dimanfaatkan secara penuh, selama masih bisa memenuhi permintaaan.<br />
Jika terjadi produksi berlebih, langkah yang harus dilakukan adalah dengan cara menutup keran, diperlukan keberanian dalam mengambil langkah ini karena masalah yang tersembunyi oleh produksi yang berlebihan akan terungkap. Konsepnya adalah hanya menjadwalkan dan memproduksi apa yang segera bisa dikirim dan memperbaiki changeover mesin atau memperpendek waktu set-up.</p>
<p>Karyawan harus ditanamkan cara berpikir bahwa proses berikutnya adalah &#8220;pelanggan-pelanggan mereka&#8221;, karena pekerjaan proses berikut menggunakan hasil kerja dari proses sebelumnya. Maka harus dipastikan bahwa hanya karyawan hanya memproduksi sesuai dengan jumlah yang diinginkan pelanggan dengan kualitas tinggi, biaya rendah, dan pada waktu dibutuhkan.</p>
<p><strong>2) Menunggu</strong><br />
Yang dimaksud menunggu di sini adalah ketika seseorang atau sesuatu menunggu dengan diam dan tidak mengerjakan aktivitas apapun.<br />
atau<br />
Setiap saat waktu berjalan barang-barang tidak berpindah atau tidak diolah.<br />
Menunggu merupakan salah satu bentuk pemborosan yang sangat kentara dan banyak terjadi di organisasi apapun.<br />
Jika pemborosan produksi berlebih tidak mudah untuk diidentifkasi karena karyawan disibukkan oleh pekerjaannya mengurus barang jadi -meskipun pekerjaannya tidak menambah nilai produk- tetapi pemborosan menunggu / waktu tunda biasanya lebih mudah dilihat.<br />
Kejadian ini muncul karena tidak ada inisiatif untuk menghilangkan pemborosan ini. Masalah menunggu tidak diungkapkan secara jelas dan kadang-kadang masalah diselesaikan sendiri oleh karyawan tanpa diketahui mandornya. Meskipun beberapa mandor lebih suka membiarkan keadaan ini selama masih mencapai target dan sesuai dengan jadwal produksi. Tetapi kondisi seperti itu tidak bisa dibiarkan.<br />
Lebih dari 95% material diolah dengan cara pengolahan batch tradisional dan antrian. Material siap proses menghabiskan banyak waktu menunggu untuk diolah atau menunggu proses berikutnya.<br />
Hal ini terjadi karena aliran material yang buruk, waktu pengolahan produksi yang terlalu lama, dan jarak antara proses kerja satu ke yang lainnya terlalu jauh. Penanganannya sebenarnya mudah yaitu menghubungkan antar proses agar pasokan secara langsung dipakai ke dalam proses berikutnya</p>
<p><strong>3) Memindahkan &#8211; Transporting</strong><br />
Memindahkan atau mengangkut produk dari proses ke proses adalah kegiatan yang tidak menambahkan nilai ke dalam produk. Pergerakan yang berlebihan dan penanganan yang berlebihan bisa menimbulkan kerusakan serta kemungkinan mengakibatkan turunnya mutu produk.<br />
Hal ini sering disebabkan oleh layout pabrik yang buruk dimana proses sebelumnya atau proses berikutnya terletak saling berjauhan. Karyawan pengangkut material terbiasa dengan menangani proses pemindahan barang, padahal hal ini memunculkan biaya proses yang tidak menambahkan nilai jika dilihat dari sudut pandang pelanggan. Jika mau diukur, anda akan tercengang setelah mengetahui berapa KM sebuah material berjalan di pabrik sebelum benar-benar jadi sebuah produk.</p>
<p>Pemborosan transportasi ini sulit dihilangkan karena proses pemindahan material dan proses produksi yang menyatu. Kendala yang Sering ditemui adalah sulitnya menentukan urutan proses, proses mana yang harus didahulukan dan proses mana yang harus menjadi proses berikutnya.<br />
Untuk menghilangkan pemborosan ini harus ada perbaikan layout, koordinasi proses, metoda transportasi, penyimpanan, dan pengorganisasian tempat kerja harus dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh.<br />
Tata letak direncanakan dengan baik bisa mengurangi transportasi material yang tidak diinginkan. Selain itu juga bisa menghindarkan penanganan material yang berulang.Dengan memetakan aliran produk bisa membuat pemborosan ini lebih mudah dilihat.</p>
<p><strong>4) Proses &#8211; Processing</strong><br />
Metode proses produksi itu sendiri bisa jadi merupakan sumber masalah yang menghasilkan pemborosan. Langsung saya berikan contoh saja.<br />
Pekerjaan pemasangan metal, ternyata masih memerlukan pekerjaan tambahan untuk mengikir dan menghaluskan permukaan. Pekerjaan mengikir dan menghaluskan ini seharusnya tidak diperlukan jika proses pembuatan metal ditingkatkan detail serta mempertimbangkan kembali dari perancangan produk metal tersebut.<br />
Contoh lain pada suatu barang, aspek-aspek pengecatan, pelapisan, atau proses pengencangan baut seharusnya tidak diperlukan lagi dalam pembuatan produk yang diinginkan.<br />
Pada operasional mesin bor, karyawan masih harus mendorong bahan agar tekanan bisa sesuai dengan hasil yang diinginkan. Hal ini bisa dipermudah dengan memasang silinder atau rantai otomatis. Dengan kekuatan putaran motor misalnya digunakan untuk mendorong produk yang dikerjakan sehingga bisa mengurangi keterlibatan karyawan.<br />
Sering terdengar istilah “membunuh nyamuk dengan bom”, hal ini terjadi di banyak pabrik. Penggunaan perlengkapan dengan tingkat akurasi tinggi dan mahal padahal sebenarnya cukup dengan alat yang lebih sederhana.<br />
Lebih parah lagi pabrik-pabrik itu menganjurkannya dengan cara memaksimalkan penggunaan aset (memproduksi dengan cara berlebihan untuk meminimalkan pergantian proses) dengan maksud untuk menutup biaya yang tinggi dari pergantian peralatan ini.<br />
Toyota terkenal dengan penggunaan peralatan otomatisasi berbiaya rendah digabungkan dengan manajemen bebas perawatan, bahkan sering menggunakan mesin yang lebih tua, investasi yang minim, perlengkapan yang lebih fleksibel, cellular manufacturing, dan menggabungkan setiap langkah-langkah secara signifikan yang akan mengurangi pemborosan proses yang tidak dibutuhkan.<br />
Untuk itu dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang inovatif yang mempermudah proses sehingga bisa mengurangi pemborosan pada bagian proses ini.</p>
<p><strong>5) Persediaan &#8211; Inventory</strong><br />
Seperti yang telah dibahas di atas sehubungan dengan pemborosan kelebihan produksi, persediaan yang berlebihan juga meningkatkan biaya produksi. Persediaan ini membutuhkan tambahan dalam penanganan, ruangan, bunga pinjaman uang, tambahan orang, kertas kerja, dan lainnya.<br />
Barang berlebihan dalam proses adalah akibat dari produksi yang berlebihan dan menunggu. Kelebihan persediaan cenderung menyembunyikan masalah di dalam pabrik yang seharusnya bisa dikenali dan diperbaiki untuk meningkatkan kinerja operasionalnya. Bertambahnya persediaan akan menyebabkan meningkatnya lead-time, menghabiskan luas lantai produktif, tertundanya identifikasi masalah, dan menghalangi komunikasi.<br />
Masalah-masalah yang berhubungan dengan persediaan itu seharusnya tidak perlu, maka harus mencoba untuk mengurangi tingkat persediaan yang ada, Membuang material yang sudah tidak terpakai serta pengorganisasian tempat penyimpanan atau area kerja.<br />
Solusi yang ditawarkan sebagai berikut:<br />
Diusahakan tidak memasukkan bahan baku atau material dalam jumlah yang besar ke dalam pabrik. Solusinya adalah dengan cara pengiriman dicicil.<br />
Tidak memproduksi barang yang tidak diinginkan oleh proses berikutnya.</p>
<p>Membuat produk dalam lot-lot yang kecil sehingga jika suatu saat terdapat perubahan plan yang mendadak tidak menimbulkan loss yang besar.<br />
Dengan mulai mengurangi tingkat persediaan, maka dengan mudah akan menemukan lebih banyak masalah-masalah yang harus diarahkan sebelum tingkat persediaan dikurangi lebih jauh. Mengurangi persediaan akan menciptakan aliran langsung dari proses ke proses yang akan menghemat biaya.</p>
<p><strong>6) Gerakan &#8211; Motion</strong><br />
Dari pengebangan definisi pemborosan di atas adalah &#8220;apapun yang dikeluarkan tetapi tidak menambah nilai pada produk sedapat mungkin harus dihilangkan.&#8221; Hal yang harus ditanamkan adalah &#8220;bergerak&#8221; tidaklah sama dengan &#8220;bekerja&#8221;. &#8220;Bergerak &#8221; tidak otomatis menambah nilai pada produk. Pergerakan tangan, kaki, dan tubuh karyawan tidak selalu menambah nilai pada produk.<br />
banyak contoh-contoh dari jenis pemborosan ini.<br />
Seorang karyawan bisa disibukkan selama 3 jam mencari peralatan-peralatan ke sekeliling pabrik tanpa menambah nilai sedikitpun pada produk. Sebaliknya malah menambah biaya produksi dari 3 jam upahnya yang tanpa hasil dan 3 jam waktu produksi yang tertinggal untuk pengiriman ke pelanggan.<br />
Mengangkat dan memindahkan mesin dimana pergerakannya bisa dikurangi dengan membuat komponen-komponen atau peralatan yang lebih dekat ke tempat penggunaannya atau bahkan bisa menghilangkan pergerakan dengan menggunakan sistem seluncur atau menggunakan ban berjalan.<br />
Berjalan juga merupakan pemborosan gerakan, khususnya saat seorang karyawan bertanggung jawab pada pengoperasian beberapa mesin. Untuk itu mesin-mesin tersebut harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga waktu pergerakan karyawan bisa dibuat seminimal mungkin.<br />
Pemborosan ini berhubungan dengan ergonomi yang bisa dianalisis di semua gerakan seperti menekuk, meregang, berjalan, mengangkat, dan menggapai. Ergonomi juga merupakan persoalan kesehatan, keselamatan dan keamanan bagi karyawan di perusahaan. Pekerjaan dengan gerakan berlebihan sebaiknya dianalisis dan dirancang kembali (dengan MODAPTS) yang melibatkan para karyawan pabrik untuk memperbaiki kinerjanya.</p>
<p><strong>7) Cacat &#8211; Defects</strong><br />
Pada saat terjadi cacat produk, karyawan pada proses berikutnya akan menciptakan pemborosan dengan menunggu serta menambah biaya pada produk. Lebih jauh lagi diperlukan kerja ulang terhadap produk atau bahkan produk rusak dan harus dibongkar. Jika cacat terjadi pada proses pemasangan, diperlukan tambahan karyawan untuk membongkarnya kembali dan tambahan komponen untuk mengganti yang rusak.<br />
Pemisahan material buruk dan material bagus juga membutuhkan tenaga, hal ini juga Menimbulkan pemborosan pada material dan sejumlah karyawan yang digunakan.<br />
Bahkan jika produk cacat ditemukan oleh pelanggan setelah dikirim, hal tersebut malah lebih buruk lagi. Tidak hanya biaya jaminan dan tambahan biaya pengiriman tetapi nama baik usaha kita di pasar bisnis akan hilang.</p>
<p>Untuk mengatasi masalah ini, harus dibuat sistem yang bisa mengidentifikasi cacat atau kondisi yang dapat mengetahui kerusakan sehingga siapa saja yang ada di tempat itu dapat melakukan tindakan dengan segera. Tanpa sistem itu maka akan banyak rugi waktu.<br />
Pada pabrik besar yang dengan mesin-mesin otomatis yang bisa menghasilkan produk dalam waktu singkat harus ada sistem yang otomatis juga dalam mengidentifikasi cacat atau kegagalan produk. Bagaimana mesin-mesin ini menghasikan produk yang baik dengan cepat jika tidak membangun sistem pencegahan dengan baik pula.<br />
Pemborosan cacat dan produk gagal ini berdampak langsung kepada kelangsungan hidup pabrik dimana produk cacat mengakibatkan kerja ulang atau bahkan harus dibuang (scrap), biaya yang dikeluarkan pun luar biasa. Biaya-biaya ini termasuk mengkarantina persediaan, memeriksa ulang, penjadwalan kembali, dan kehilangan kapasitas. Di banyak pabrik, total biaya dari cacat sangat berarti bagi persentase biaya produksi. Bagaimana akibatnya bila produk cacat ditemukan di pelanggan? Berapakah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan?<br />
Oleh karena itu, pencegahan yang paling efektif terhadap produk cacat dan kegagalan produk ini adalah dengan melibatkan karyawan dalam melakukan perbaikan proses yang berkesinambungan. Partisipasi karyawan sangatlah besar dalam mengurangi cacat di proses kerja.</p>
<p>Demikian postingan saya kali ini, semoga anda pusing sebelum teh atau kopi anda habis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=195&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/7-waste/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/buang-duwit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buang duwit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maintenance (1)</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/maintenance-1/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/maintenance-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 06:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[dasar]]></category>
		<category><![CDATA[maintenance]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Pasti sudah banyak mendengar tentang maintenance, apalagi rekan-rekan yang bergerak dalam bidang permesinan dan perawatan sudah tidak asing lagi dengan apa yang akan saya bicarakan kali ini. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam bidang industri, maka secara langsung pekerjaan maintenance sangat penting. Pada awal tumbuhnya industri pekerjaan maintenance terhadap mesin dan peralatan tidak mendapat perhatian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=190&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/0171.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-192" title="017" src="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/0171.jpg?w=600" alt=""   /></a><br />
Pasti sudah banyak mendengar tentang maintenance, apalagi rekan-rekan yang bergerak dalam bidang permesinan dan perawatan sudah tidak asing lagi dengan apa yang akan saya bicarakan kali ini.<br />
Perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam bidang industri, maka secara langsung pekerjaan maintenance sangat penting. Pada awal tumbuhnya industri pekerjaan maintenance terhadap mesin dan peralatan tidak mendapat perhatian yang layak.<br />
Kerusakan yang terjadi pada mesin dan peralatan produksi berakibat pada berhentinya sebagian alat produksi sehingga berakibat pada terhambatnya proses produksi secara keseluruhan karena proses merupakan kesatuan yang saling terkait.<br />
<span id="more-190"></span><br />
Dalam konsep umum tentang maintenance, pekerjaan bidang ini ada 3 bagian yang sederhana dan mendasar.<br />
<strong>1. Membersihkan</strong><br />
Pekerjaan pertama adalah membersihkan. Membersihkan ini berarti menghilangkan kotoran atau debu yang menempel pada mesin. Kotoran dan debu ini menyebabkan kOndensasi uap air pada permukaan peralatan yang akan berlanjut pada timbulnya titik-titik air. Air inilah yang menjadi awal mula proses dari berkaratnya mesin. Jika dibiarkan semakin lama, karatnya akan semakin menyebar dan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada mesin.<br />
Pekerjaan membersihkan ini pada umumnya diabaikan orang karena dianggap tidak penting namun bisa berakibat fatal karena kecerobohannya tersebut.</p>
<p>Dalam pekerjaan membersihkan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :<br />
- cara melakukan pembersihan yang benar<br />
- waktu dan periode pembersihan dilakukan<br />
- alat &#8211; alat yang digunakan serta alat bantu yang menunjang pekerjaan yang diutuhkan<br />
- hal-hal yang harus dihindari dalam melakukan pekerjaan tersebut</p>
<p><strong>2. Memeriksa</strong><br />
Memeriksa atau kegiatan kontrol pada setiap bagian yang dianggap berperan vital pada jalannya suatu mesin. Bahkan beberapa mesin kritis harus dijaga dan diperiksa secara teratur dengan periode yang telah ditetapkan.<br />
Penetapan periode ini melalui pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :<br />
- Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah didapatkan informasi tentang frekuensi kejadian. Pemeriksaan dilakukan seefisien mungkin tanpa menimbulkan resiko kerusakan atau penghentian pada unit mesin.<br />
- Berdasarkan sifat operasinya, kerusakan dapat ditimbulkan setelah mesin beroperasi dalam jangka waktu tertentu.<br />
- Berdasarkan buku manual atau rekomendasi dari pabrik pembuat unit mesin.</p>
<p><strong>3. Memperbaiki</strong><br />
Pekerjaan maintenance selanjutnya adalah memperbaiki. Perbaikan dilakukan jika terdapat kerusakan &#8211; kerusakan pada bagian mesin dan instalasi sesuai dengan kebutuhan sehingga kondisi mesin dapat mencapai standar semula dengan usaha dan biaya yang wajar.</p>
<p>Dengan meningkatnya persaingan dalam bidang industri, semua kegiatan difokuskan kepada hal-hal yang menyangkut usaha-usaha untuk dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas dengan penggunaan biaya wajar. Kondisi seperti ini salah satu diantaranya adalah mengarah kepada peningkatan efektifitas maintenance peralatan dan mesin lebih dikenal dengan &#8220;planed maintenance&#8221;.</p>
<p>Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat<br />
Photo : LG Chocolate content</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=190&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/30/maintenance-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/0171.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">017</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desember rehat</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/27/desember-rehat/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/27/desember-rehat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 10:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[sehari hari]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[merancau]]></category>
		<category><![CDATA[nulis]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[sibuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[- Lhoo kemana aja kok ndak pernah kelihatan di rumah? + Nganu &#8230; lagi sibuk, pokoknya sibuk lah - Itu daun-daun kering sudah berserakan di latar, ayo segera disapu. + Iya, banyak sekali ya daun-daun kering bertumpuk - Emangnya ada apa, kok gak pernah menengok rumah? + Sibuk yang gak ketulungan, mbok ya saya dibantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=184&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/sore-hari.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-186" title="Sore hari" src="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/sore-hari.jpg?w=600&#038;h=450" alt="" width="600" height="450" /></a><br />
- Lhoo kemana aja kok ndak pernah kelihatan di rumah?</p>
<p>+ Nganu &#8230; lagi sibuk, pokoknya sibuk lah</p>
<p>- Itu daun-daun kering sudah berserakan di latar, ayo segera disapu.</p>
<p>+ Iya, banyak sekali ya daun-daun kering bertumpuk</p>
<p>- Emangnya ada apa, kok gak pernah menengok rumah?</p>
<p>+ Sibuk yang gak ketulungan, mbok ya saya dibantu beres-beres rumah sambil ngisi sekelumit cerita</p>
<p>- Ada saja alasanmu untuk menghindar</p>
<p>+ ngomong-ngomong kunci rumah ini kemana ya? dititipkan gak?<br />
Kasak-kusuk pada saku jaket, celana, kantong baju dan resleting tas.<br />
<span id="more-184"></span><br />
Desember. Kata orang sih akhir tahun. Bulan yang dipenuhi evaluasi apa yang telah dicapai pada 11 bulan sebelumnya dan rencana-rencana kegiatan yang akan dilakukan pada tahun berikutnya. Menghitung dan mencatat apa-apa yang sudah dilakukan selama ini, selama perjalanan tahun ini.</p>
<p>Musim penghujan tampak sekali menunjukkan kegiatannya pada bulan desember ini. Setiap hari hujan. Kadang siang, kadang malam, membuat malam-malam menghargai arti sebuah selimut. &#8220;Loh, kenapa selimut?&#8221; &#8220;Ya karena kota ini adalah kota yang panas, sehingga tidak lagi dibutuhkan selimut.&#8221;</p>
<p>Tapi kali agak berbeda. Hujan sedang meredam suhu kota. Deru kendaraan dipaksa melambat dan asap-asap pabrik luruh oleh hujan. Bahkan butiran-butiran air sedang mengajak bermain dengan kita, dengan aspal, dengan tumbuhan, dengan daun-daunan hingga saking gembiranya daun-daun itu terlepas dari tangkainya. Berserakan di depan rumah, bertumpuk, lembab, menyungging seulas senyuman kepada teman-temannya yang masih hijau segar di tangkai masing-masing.</p>
<p>Apakah saya terlalu sibuk? Evaluasi kerja dengan perhitungan yang rasional maupun abal-abal. Semuanya dipas-paskan agar mendapatkan suatu angka yang masuk akal untuk disajikan dan dikerjakan pada tahun berikutnya. Semoga saja saya tidak salah. Perjuangan untuk gaji minimum (Eh &#8230; UMR itu artinya minimum ya) buat anak-anak yang katanya &#8220;manusiawi&#8221; untuk sekelas karyawan pabrik. Alhamdulillah semoga saja tahun depan bisa terealisasi tuntutan rekan-rekan itu.</p>
<p>Tentang pekerjaan, tentang rumah dan tentang hujan ternyata menyibukkan. Jadi kapan tidak sibuknya? Saya jadi berpikir terhadap diri sendiri, Apakah saya harus sesibuk itu? Bagaimana dengan cerita-cerita pabrik? Apa komentar mbok Djum tentang kenaikan gaji? Bagaimana kelanjutan Perempuan Desir Angin setelah kemarin &#8220;tersenggol&#8221; motor ugal-ugalan?</p>
<p>Tenang, tenang. Itu semua ingin saya ceritakan di sini. Sudah kutuliskan, tinggal melakukan editing dan post. Cerita pabrik ketika sedang hujan, cerita warung mbok Djum tentang kasak-kusuk naik gaji dan bonus akhir tahun atau cerita tentang Perempuan Desir Angin yang menyanyikan lagu <em>Bizarre Love Triangle</em>, aha &#8230;</p>
<p>Terima kasih kepada sahabat-sahabat yang dengan rela berkunjung ke blog ini. Kalian adalah inspirasi.</p>
<p>#Merancau karena terlalu lama absen nulis#</p>
<p>Foto : Mandor, Editing foto : <a href="primeedges.wordpress.com">Prima</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=184&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2011/12/27/desember-rehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/12/sore-hari.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sore hari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita ceria</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2011/11/23/cerita-ceria/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2011/11/23/cerita-ceria/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 07:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[sehari hari]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ceria]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Bahwa kehidupan ini adalah sebuah kesinambungan yang terus berlanjut bagi masing-masing individu. Setiap orang pasti pernah mengalami masa kecil. Dari pengalaman-pengalaman masa kecil itu sedikit banyak memberikan warna terhadap kehidupan yang sedang dijalani sekarang. Rangkaian kejadian-kejadian yang tak terlupakan, kegembiraan bersama teman-teman sebaya kala bermain, merupakan kenangan sepanjang masa yang tak mungkin terulang. Masing-masing kenangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=179&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/sepatu-roda.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-181" title="Sepatu roda" src="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/sepatu-roda.jpg?w=600&#038;h=450" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Bahwa kehidupan ini adalah sebuah kesinambungan yang terus berlanjut bagi masing-masing individu. Setiap orang pasti pernah mengalami masa kecil. Dari pengalaman-pengalaman masa kecil itu sedikit banyak memberikan warna terhadap kehidupan yang sedang dijalani sekarang. Rangkaian kejadian-kejadian yang tak terlupakan, kegembiraan bersama teman-teman sebaya kala bermain, merupakan kenangan sepanjang masa yang tak mungkin terulang.</p>
<p>Masing-masing kenangan punya andil dalam benak. Memperkuat cita-cita, mendorong untuk terus mengejar impian, tiada rasa takut untuk terus mencoba. Begitulah kira-kira rasanya masa kecil itu. Meskipun masa itu tidak bisa terulang, namun kenangan tersebut masih tergambar dengan jelas. Beberapa kawan bahkan rela berbagi cerita tentang masa kecil mereka dalam satu buku yang tergabung dalam 33 cerita ceria.<br />
<span id="more-179"></span></p>
<p><a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/cover-buku.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-182" title="Cover buku" src="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/cover-buku.jpg?w=600" alt=""   /></a></p>
<p>Monggo silakan, bukunya bisa dipesan mulai sekarang di nulisbuku atau langsung klik <a href="http://www.nulisbuku.com/books/view/33-cerita-ceria">di sini</a>.</p>
<p>Kenapa memesan buku ini? Karena buku ini adalah sebuah proyek non profit, penulisnya adalah kawan-kawan saya. Masing-masing penulis rela memberikan tenaga dan pikirannya untuk sebuah tujuan. Hasil profit dari penjualan buku ini akan disumbangkan sepenuhnya untuk Dena Upakara di Wonosobo.</p>
<p>Buku ini akan membawa kita ke masa-masa kecil. Meski kenangan yang diceritakan bukan kenangan kita namun suasananya akan mengantarkan pada cerita kita sendiri.</p>
<p>Selamat membaca.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=179&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2011/11/23/cerita-ceria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/sepatu-roda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sepatu roda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/cover-buku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cover buku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngeblog dengan bijak</title>
		<link>http://lemandore.wordpress.com/2011/11/17/ngeblog-dengan-bijak/</link>
		<comments>http://lemandore.wordpress.com/2011/11/17/ngeblog-dengan-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 09:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mandor</dc:creator>
				<category><![CDATA[sehari hari]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[tidak sembarangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lemandore.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Blog (menurut saya) adalah salah satu sarana untuk membuat catatan pribadi yang bisa (atau boleh) dibaca oleh orang terdekat atau oleh masyarakat luas. Karena pada intinya blog adalah tempat berbagi kepada seluruh khalayak ramai. Jadi jika ada sebuah blog tapi tertutup hanya untuk pribadi, sangat bertentangan dengan semangat blog itu sendiri untuk berbagi. Apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=174&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/bijaksanalah.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-176" title="Bijaksanalah" src="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/bijaksanalah.gif?w=600" alt=""   /></a></p>
<p>Blog (menurut saya) adalah salah satu sarana untuk membuat catatan pribadi yang bisa (atau boleh) dibaca oleh orang terdekat atau oleh masyarakat luas. Karena pada intinya blog adalah tempat berbagi kepada seluruh khalayak ramai. Jadi jika ada sebuah blog tapi tertutup hanya untuk pribadi, sangat bertentangan dengan semangat blog itu sendiri untuk berbagi. Apa yang dibagi? Tentunya hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang berharga untuk dibagi dan diberitakan kepada masyarakat di dunia maya. Kalau yang dibagi adalah keburukan bagaimana?</p>
<p>Di sisi lain, blog bisa menjadi sarana media sosial untuk mewartakan suatu berita. Yang secara teknis berangkat dari personal, bisa berupa fakta maupun opini sehingga pembaca bisa menarik kesimpulan tersendiri. Keputusan untuk percaya atau tidak terhadap isi blog sudah menjadi tanggung jawab pembaca. Berita-berita di dalam blog tidak seperti media mainstream, bebas. Media mainstream terikat dengan etika jurnalistik serta metode pengambilan fakta yang bisa diverifikasi. Ribet memang, namun hasilnya adalah sebuah berita yang terpercaya (meskipun banyak ditemukan berita namun isinya gosip).<br />
<span id="more-174"></span><br />
Tentang blog lagi, bagaimana kalau seumpama saya menulis keburukan? Misalnya saja Pabrik tempe tempat saya nguli, ternyata produksi tanggal sekian ada masalah pada pemancarnya, managernya sering marah-marah hingga memaki-maki dengan menunjuk punya otak apa tidak. Atau menceritakan rekan sebelah yang sering ngambil kopi persedian di laci saya. Saya bisa saja menceritakan itu semua, bahkan jika ada wartawan detik atau kompas yang datang mewawancarai pun hasilnya akan sama.</p>
<p>Tetapi apakah pantas saya bercerita seperti itu?<br />
Tentang apa yang pantas dan tidak pantas untuk diungkapkan, itu sudah masuk ke dalam ranah pribadi sehingga penilaiannya bisa sangat subyektif. Anda bisa saja menjawab, batasnya adalah ada pembeda mana yang untuk konsumsi khalayak dan mana yang untuk internal. Jawaban normatif yang tidak sama parameternya bagi setiap orang. Tak jarang harus kita telaah kasus demi kasus.</p>
<p>Jadi di mana permasalahannya? Yaitu cara dan saluran pemaparan. Apapun posisi saya, baik rumah, di kampung maupun di pabrik, sebaiknya berlaku bijak dalam menceritakan hal-hal keburukan kepada dunia luar. Termasuk hal bijak adalah tidak menuliskannya di blog karena keburukan adalah masalah internal yang harus dibenahi di dalam, bukan diumbar.</p>
<p>Update : blog yang sempat menghebohkan itu sudah dihapus. Info dari <a href="http://www.detikinet.com/read/2011/11/15/114751/1767579/328/telkomsel-blog-herfini-itu-palsu?i991101105">detikinet</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lemandore.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lemandore.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lemandore.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lemandore.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lemandore.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lemandore.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lemandore.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lemandore.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lemandore.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lemandore.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lemandore.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lemandore.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lemandore.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lemandore.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lemandore.wordpress.com&amp;blog=26819485&amp;post=174&amp;subd=lemandore&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lemandore.wordpress.com/2011/11/17/ngeblog-dengan-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b88a7c789a2a158711edd39db303326?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mandore</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lemandore.files.wordpress.com/2011/11/bijaksanalah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Bijaksanalah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
